Hasil dan Judul Penelitian

June 9, 2009

Tip dan Trik membuat dan meyajikan presentasi yang

Filed under: Jurnal

Tip dan Trik membuat dan meyajikan presentasi yang
bagus dan menarik

 

Q         Bagaimana cara membuat dan meyajikan presentasi yang

bagus dan menarik ?

A         Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan

menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan,

yaitu :

- Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi

- Perencanaan materi presentasi

- Penguasaan aspek teknis

- Teknik penyajian presentasi

 

Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi

 

Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam

beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-

masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang

dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi

oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media

penyajian presentasi antara lain meliputi :

 

Aplikasi Office

 

Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan

dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi

presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office

memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat

dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file

sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer

memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint

merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan

untuk kebutuhan ini.

 

Aplikasi Multimedia

 

Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan

dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya

tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi

audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui

aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi

sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan

memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang

penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu

menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul

presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi

yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.

 

Aplikasi Dokumentasi

 

Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi

pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan

komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan

konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas

proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output

file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat

diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file

dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui

beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker

seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft

FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat

Anda gunakan.

 

Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh

jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan

aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan

pembuatan dokumen presentasi Anda.

 

Perencanaan materi presentasi

 

Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling

mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di

antaranya adalah :

 

Tentukan tema dan tujuan secara spesifik

 

Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen

presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif

untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan.

Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri

dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience

penyajian presentasi yang spesifik.

 

Susun kerangka materi presentasi

 

Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan

dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang

baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan

dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama

presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide

Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi

pendukung.

 

Kumpulkan materi utama dan pendukung

 

Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda

dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan

Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video

sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data

pendukung jika diperlukan.

 

Tentukan aplikasi pembuat presentasi yang tepat

 

Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi

yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih

aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan

materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal

untuk memastikannya.

 

Manfaatkan aplikasi penunjang

 

Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat

beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk

keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda

persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda

integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping

memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi,

Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai

aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.

 

Tentukan output sesuai dengan kebutuhan

 

Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan

pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal.

Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel,

sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau

mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika

diperlukan.

 

Penguasaan aspek teknis

 

Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen

presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika

Anda

juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis

seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah

tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam

menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang

dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya.

Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :

 

Pemilihan perangkat komputer

 

Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran

sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat

komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer,

jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi

yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang

yang ada di dalamnya.

 

Pemilihan media simpan

 

Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di

dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas,

dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda.

Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash

Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.

 

Pemilihan perangkat display

 

Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP.

Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector,

atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga

jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Pemilihan perangkat pendukung

 

Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi

penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system

yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan

juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi

presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi

untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin

mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang

cukup penting untuk kolega Anda.

 

Teknik penyajian presentasi

 

Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun

perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika

teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip

yang kami berikan antara lain :

 

Kuasai teknik-teknik penyajian presentasi

 

Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana

menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana

menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk

mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan

Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar

dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via

internet.

 

Simulasikan presentasi Anda sesering mungkin

 

Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada

aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan

waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.

 

Lengkapi sajian presentasi dengan materi

tambahan

 

Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout,

membagikan CD materi presentasi, atau bahkan

menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat

meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus

mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak

tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan,

dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi

dan misi penyajian presentasi Anda.

 

 

Cara Cepat Menyusun Skripsi

Filed under: Jurnal

Cara Cepat Menyusun Skripsi

Oleh Nofie Iman

 

(Tulisan ini sangat baik untuk dibaca oleh mahasiswa Dhyana Pura, setidak-tidaknya mahasiswa tidak takut untuk membuat skripsi)

 

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah.

 

Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar ?lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi?. Saya juga sering mendapat kiriman pertanyaan tentang bagaimana menyusun skripsi dengan baik dan benar.

 

Ada juga beberapa yang menanyakan masalah teknis tertentu dengan skripsinya. Karena keterbatasan waktu, lebih baik saya jawab saja secara berjamaah di sini. Sekalian supaya bisa disimak oleh audiens yang lain.

 

Karena target pembacanya cukup luas dan tidak spesifik, maka tulisan ini akan lebih memaparkan tentang konsep dan prinsip dasar. Tulisan ini tidak akan menjelaskan terlalu jauh tentang aspek teknis skripsi/penelitian.

 

Jadi, jangan menanyakan saya soal cara menyiasati internal validity, tips meningkatakan response rate, cara-cara dalam pengujian statistik, bagaimana melakukan interpretasi hasil, dan seterusnya. Itu adalah tugas pembimbing Anda. Bukan tugas saya. Apa itu Skripsi Saya yakin (hampir) semua orang sudah tahu apa itu skripsi. Seperti sudah dituliskan di atas, skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3). Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama.

 

Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum ?berhak? untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal. Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).

 

Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah ?belajar meneliti?. Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat. Miskonsepsi tentang Skripsi Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya ?ditujukan? untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik.

 

Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata. Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku.

 

Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory. Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satu dengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer). Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementara teman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jika menggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/buruk daripada menggunakan pendekatan yang lain.

 

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

 

Siapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun. Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi. Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai. Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest. Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang ?bertugas? membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, ?mengejar? untuk bimbingan, dan seterusnya. Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat ?ketidakpastian? tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu. Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa ?pihak ketiga? yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda. Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan? Tahap-tahap Persiapan Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan ?ditarik? masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing. Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu.

 

Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal. Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi.

 

Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas. Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah ?hafal di luar kepala? sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya. Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980. Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara ?baku?. Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik.

 

Kiat Memilih Dosen Pembimbing

 

Dosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang ?benar-benar membimbing? skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan ?melepas? dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi. Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih ?enak? kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda. Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat? Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus. Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:

 

* Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.

* Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat. Tapi, keuntungannya:

* Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.

* Anda akan ?tertolong? saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk ?membantai? Anda.

 

* Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A. Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak ?jaim? dan ?sok? kepada mahasiswanya. Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar ?sendirian? ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan ?dihajar? cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda. Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing.

 

Format Skripsi yang Benar Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut. Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini. Pengkajian Teori & Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang ?gagal? menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung. Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya. Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan. Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini. Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda).

 

Beberapa Kesalahan Pemula

 

Ketidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isu seharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentang permasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yang menuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untuk dipahami. Tujuan Riset & Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis ?sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan? sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalah kesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomena dan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1. Bab I: Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagian terpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. Banyak yang menderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atau ditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya, kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanya bab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses) Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yang menuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnya mahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya, banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapi ketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan. Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalah kombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalam melakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yang menarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan, haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau keduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya, kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dan dicecar habis-habisan. Keterbatasan & Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antara keterbatasan riset dan ?kemalasan riset?. Keterbatasan adalah sesuatu hal yang terpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisi yang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu. Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untuk menarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor.

 

Kontribusi riset selayaknya dijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akan berujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor. Menghadapi Ujian Skripsi Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi. Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam. Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis. Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah ?konfirmasi? atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well. Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah ?lubang jebakan? agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji. Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu. Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A. Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.

 

Pasca Ujian Skripsi

 

Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal

bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini

inginkan. Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya? Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini. Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan

dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan. Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?

May 14, 2009

Metodologi Penelitian

Filed under: Jurnal

Kumpulan bahan kuliah

Metodologi Penelitian

 

DAFTAR ISI

 

Modul 1:

PENGANTAR:

APAKAH PENELITIAN

ITU?

 

Modul 2:

RAGAM PENELITIAN

 

Modul 3:

UNSUR-UNSUR

PROPOSAL PENELITIAN

 

Modul 4:

PERUMUSAN

PERMASALAHAN

 

Modul 5:

PENULISAN

TINJAUAN PUSTAKA

 



1 Modul 1:

APAKAH PENELITIAN ITU?

 

Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa—terutama mahasiswa pascasarjana—yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang satu dengan yang lain. Dapat saja, sesuatu yang dulunya dikenali sebagai penelitian ternyata bukan, dan beberapa konsep yang salah tentunya harus dibuang dan diganti konsep yang benar.

Pada dasarnya, manusia selalu ingin tahu dan ini mendorong manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Salah satu cara untuk mencari jawaban adalah dengan mengadakan penelitian. Cara lain yang lebih mudah, tentunya, adalah dengan bertanya pada seseorang atau “bertanya” pada buku—tapi kita tidak selalu dapat mendapat jawaban, atau kita mungkin mendapatkan jawaban tapi tidak meyakinkan.

Pengertian penelitian sering dicampuradukkan dengan: pengumpulan data atau informasi, studi pustaka, kajian dokumentasi, penulisan makalah, perubahan kecil pada suatu produk, dan sebagainya. Kata penelitian atau riset sering dikonotasikan dengan bekerja secara eksklusif menyendiri di laboratorium, di perpustakaan, dan lepas dari kehidupan sehari-hari.

Menjadi tujuan bab ini untuk menjelaskan pengertian penelitian dan membedakannya dengan hal-hal yang bukan penelitian. Pengertian penelitian yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita.

Mirip dengan pengertian di atas, Dane (1990: 4) menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia. Seperti disebutkan di atas, mungkin di masa lalu, kita mendapatkan banyak konsep (pengertian) tentang penelitian, yang sebagian daripadanya merupakan konsep yang salah. Untuk memperjelas hal tersebut, di bawah ini dikaji pengertian yang “salah” tentang penelitian (menurut kita—kaum akademisi).

 

Pengertian yang salah tentang Penelitian

Secara umum, berdasar konsep-konsep yang “salah” tentang penelitian, maka perlu digarisbawahi empat pengertian sebagai berikut:

(1)   Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)

(2)   Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain

(3)   Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi

(4)   Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.

 

Lebih lanjut kesalahan pengertian tersebut dijelaskan di bawah ini.

1.      Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)

Pernah suatu ketika, seorang mahasiswa mengajukan usul (proposal) penelitian untuk “meneliti” sudut kemiringan sebuah menara pemancar TV di kotanya. Ia mengusulkan untuk menggunakan peralatan canggih dari bidang keteknikan untuk mengukur kemiringan menara tersebut. Meskipun peralatannya canggih, tetapi yang ia lakukan sebenarnya hanyalah suatu survei (pengumpulan data/informasi) saja, yaitu mengukur kemiringan menara tersebut, dan survei itu bukan penelitian (tapi bagian dari suatu penelitian). Para siswa suatu SD kelas 4 diajak gurunya untuk melakukan “penelitian” di perpustakaan. Salah seorang siswa mempelajari tentang Columbus dari beberapa buku. Sewaktu pulang ke rumah, ia melapor kepada ibunya bahwa ia baru saja melakukan penelitian tentang Columbus. Sebenarnya, yang ia lakukan hanya sekedar mengumpulkan informasi, bukan penelitian. Mungkin gurunya bermaksud untuk mengajarkan keahlian mencari informasi dari pustaka (reference skills).

 

2.      Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain

Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah makalah tugas “penelitian” tentang teknik -teknik pembangunan bangunan tinggi di Jakarta. Ia telah berhasil mengumpulkan banyak artikel dari suatu majalah konstruksi bangunan dan secara sistematis melaporkannya dalam makalahnya, dengan disertai teknik acuan yang benar. Ia mengira telah melakukan suatu penelitian dan menyusun makalah penelitian. Sebenarnya, yang ia lakukan hanyalah: mengumpulkan informasi/data, merakit kutipan-kutipan pustaka dengan teknik pengacuan yang benar. Untuk disebut sebagai penelitian, yang dikerjakannya kurang satu hal, yaitu: interpretasi data. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain menambahkan misalnya: “Fakta yang terkumpul menunjukkan indikasi bahwa faktor x dan y sangat mempengaruhi cara pembangunan bangunan tinggi di Jakarta”. Dengan demikian, ia bukan hanya memindahkan informasi/data/fakta dari artikel majalah ke makalahnya, tapi juga menganalis informasi/data/fakta sehingga ia mampu untuk menyusun interpretasi terhadap informasi/data/fakta yang terkumpul tersebut.

 

3.      Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi

Seorang Menteri menyuruh stafnya untuk memilihkan empat buah kotamadya (di wilayah Indonesia bagian timur) yang memenuhi beberapa kriteria untuk diberi bantuan pembangunan prasarana dasar perkotaan. Stafnya tersebut berpikir bahwa ia harus melakukan “penelitian”. Ia kemudian pergi ke Kantor Statistik, membongkar arsip/dokumen statistik kotamadya -kotamadya yang ada di wilayah IBT tersebut. Dengan membandingkan data statistik yang terkumpul dengan kriteria yang diberi oleh Menteri, ia berhasil memilih empat kotamadya yang paling memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Staf tersebut melaporkan hasil “penelitiannya” ke Menteri. Sebenarnya yang dilakukan oleh staf tersebut hanyalah mencari data (data searching, rummaging) dan mencocokknnya (matching) dengan kriteria , dan itu bukan penelitian.

 

 

 

4.       Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian

Kata “…penelitian” sering dipakai oleh surat kabar, majalah populer, dan iklan untuk menarik perhatian (“mendramatisir”). Misalnya, berita di surat kabar: “Presiden akan melakukan penelitian terhadap Pangdam yang ingin ‘mreteli’ kekuasaan Presiden”. Contoh lain: berita “Semua anggota DPRD tidak perlu lagi menjalani penelitian khusus (litsus)”. Contoh lain lagi: “Produk ini merupakan hasil penelitian bertahun-tahun” (padahal hanya dirubah sedikit formulanya dan namanya diganti agar konsumen tidak bosan).

 

Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian

Pengertian yang benar tentang penelitian sebagai berikut, menurut Leedy (1997: 5): Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.

Proses tersebut, yang sering disebut sebagai metodologi penelitian, mempunyai delapan macam karakteristik:

1)      Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.

2)      Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.

3)      Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.

4)      Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.

5)      Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.

6)      Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.

7)      Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.

8)      Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,

 

seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

 

Macam Tujuan Penelitian

Seperti dijelaskan di atas, penelitian berkaitan dengan pertanyaan atau keinginan tahu manusia (yang tidak ada hentinya) dan upaya (terus menerus) untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan demikian, tujuan terujung suatu penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penelitian tersebut. Tujuan dapat beranak cabang yang me ndorong penelitian lebih lanjut. Tidak satu orangpun mampu mengajukan semua pertanyaan, dan demikian pula tak seorangpun sanggup menemukan semua jawaban bahkan hanya untuk satu pertanyaan saja. Maka, kita perlu membatasi upaya kita dengan cara membatasi tujuan penelitian. Terdapat bermacam tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:

1)      eksplorasi (exploration)

2)      deskripsi (description)

3)      prediksi (prediction)

4)      eksplanasi (explanation) dan

5)      aksi (action).

Penjelasan untuk tiap macam tujuan diberikan di bawah ini. Tapi perlu kita ingat bahwa penentuan tujuan, salah satunya, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengethaun yang terkait dengan permasalahan yang kita hadapi (“state of the art”). Misal, bila masih “samarsamar”, maka kita perlu bertujuan untuk menjelajahi (eksplorasi) dulu. Bila sudah pernah dijelajahi dengan cukup, maka kita coba terangkan (deskripsikan) lebih lanjut.

 

 

 

1.      Eksplorasi

Seperti disebutkan di atas, bila kita ingin menjelajahi (mengeksplorasi) suatu topik (permasalahan), atau untuk mulai memahami suatu topik, maka kita lakukan penelitian eksplorasi. Penelitian esplorasi (menjelajah) berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Penelitian yang mempunyai tujuan seperti ini dip akai untuk menjawab bentuk pertanyaan “Apakah X ada/terjadi?”. Contoh penelitian sederhana (dalam ilmu sosial): Apakah laki-laki atau wanita mempunyai kcenderungan duduk di bagian depan kelas atau tidak? Bila salah satu pihak atau keduanya mempunyai kecend erungan itu, maka kita mendapati suatu fenomena (yang mendorong penelitian lebih lanjut). Penelitian eksplorasi dapat juga sangat kompleks. Umumnya, peneliti memilih tujuan eksplorasi karena tuga macam maksud, yaitu: (a) memuaskan keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih memahami, (b) menguji kelayakan dalam melakukan penelitian/studi yang lebih mendalam nantinya, dan (c) mengembangkan metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam. Hasil penelitian eksplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap tidak memuaskan. Kekurang-puasan terhadap hasil penelitian ini umumnya terkait dengan masalah sampling (representativeness)—menurut Babbie 1989: 80. Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti “pembukaan jalan”, sehingga setelah “pintu terbuka lebar-lebar” maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari “ruang di balik pintu yang telah terbuka” tadi.

 

 

2.       Deskripsi

Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. Sebagai contoh, meneruskan contoh pada bahasan penelitian eksplorasi di atas, yaitu misal: ternyata wanita lebih cenderung duduk di bagian depan kelas daripada laki-laki, maka penelitian lebih lanjut untuk lebih memerinci: misalnya, apa batas atau pengertian yang lebih tegas tentang “bagian depan kelas”? Apakah duduk di muka tersebut berkaitan dengan macam mata pelajaran? tingkat kemenarikan guru yang mengajar? ukuran kelas? Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu obyek, seseorang, atau suatu kejadian pada waktu data dikumpulkan, dan ciri khas tersebut mungkin berubah dengan perkembangan waktu. Tapi hal ini bukan berarti hasil penelitian waktu lalu tidak berguna, dari hasil-hasil tersebut kita dapat melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa.

 

3.      Prediksi

Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y). Prediksi sering kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan skor minimal tertentu—yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).

 

4.      Eksplanasi

Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi (menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya, “mengapa” suatu kota tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tinggi dari kota-kota tipe lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanya dijelaskan bahwa tingkat kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi tidak dijelaskan “mengapa” (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.

 

5.      Aksi

Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya). Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.

 

 

Hubungan Penelitian dengan Perancangan

Hasil penelitian, antara lain berupa teori, disumbangkan ke khazanah ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu yang ada di khazanah tersebut dimanfaatkan oleh para perancang/perencana/pengembang untuk melakukan kegiatan dalam bidang keahliannya.

Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.



2Modul 2:

RAGAM PENELITIAN

 

Penelitian itu bermacam-macam ragamnya. Dalam bab “Pengantar: Apakah Penelitian Itu?” telah dibahas macam penelitian dilihat dari macam tujuannya, maka dalam bab ini ragam (variasi) penelitian dilihat dari:

1)      macam bidang ilmu

2)      macam pembentukan ilmu

3)      macam bentuk data

4)      macam paradigma keilmuan yang dianut

5)      macam strategi (esensi alamiah data, proses pengumpulan dan pengolahan data)

6)      lain-lain.

 

Selain itu, sebetulnya masih banyak ragam penelitian dilihat dari segi lainnya, tapi dalam bab

ini tidak akan dibahas—karena tidak berkaitan dengan program studi kuliah ini.

 

Ragam Penelitian menurut Bidang Ilmu

Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi.

Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Oleh para perancang teknik, misalnya, ilmu terapan dan ilmu dasar dimanfaatkan untuk membuat rancangan keteknikan (misal: rancangan bangunan). Tentu saja, dalam merancang, para ahli teknik bangunan tersebut juga mempertimbangkan hal-hal lain, misalnya: keindahan, biaya, dan sentuhan budaya. Catatan: Suriasumantri (1978: 29) menamakan penelitian dasar tersebut di atas sebagai “penelitian murni” (penelitian yang berkaitan dengan “ilmu murni”, contohnya: Fisika teori).

Pada perkembangan keilmuan terbaru, sering sulit menngkatagorikan ilmu dasar dibedakan dengan ilmu terapan hanya dilihat dari fakultasnya saja. Misal, di Fakultas Biologi dikembangkan ilmu biologi teknik (biotek), yang mempunyai ciri-ciri ilmu terapan karena sangat dekat dengan penerapan ilmunya ke praktek nyata (perancangan produk). Demikian juga, dulu Ilmu Farmasi dikatagorikan sebagai ilmu dasar, tapi kini dimasukkan sebagai ilmu terapan karena dekat dengan terapannya di bidang industri. Karena makin banyaknya hal-hal yang masuk pertimbangan ke proses perancangan/perencanaan, selain ilmu-ilmu dasar dan terapan, produk-produk perancangan/perencanaan dapat menjadi obyek penelitian. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian evaluasi (evaluation research) karena mengkaji dan mengevaluasi produk-produk tersebut untuk menggali pengetahuan/teori “yang tidak terasa” melekat pada produk-produk tersebut (selain ilmu-ilmu dasar dan terapan yang sudah ada sebelumnya).

Bila tidak melihat apakah penelitian dasar atau terapan, maka macam penelitian menurut bidang ilmu dapat dibedakan langsung sesuai macam ilmu. Contoh: penelitian pendidikan, penelitian keteknikan, penelitian ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 11).

 

 

Ragam Penelitian menurut Pembentukan Ilmu

Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23). Setelah suatu teori lebih mantap (dengan penelitian deduktif) manusia secara alamiah ingin tahu lebih banyak lagi atau lebih rinci, maka dilakukan lagi penelitian induktif, dan seterusnya beriterasi sehingga khazanah ilmu pengetahuan semakin bertambah lengkap. Secara lebih jelas, penelitian deduktif dilakukan berdasar logika deduktif, dan penelitian induktif dilaksanakan berdasar penalaran induktif (Leedy, 1997: 94-95). Logika deduktif dimulai dengan premis mayor (teori umum); dan berdasar premis mayor dilakukan pengujian terhadap sesuatu (premis minor) yang diduga mengikuti premis mayor tersebut. Misal, dulu kala terdapat premis mayor bahwa bumi berbentuk datar, maka premis minornya misalnya adalah bila kita berlayar terus menerus ke arah barat atau timur maka akan sampai pada tepi bumi. Kelemahan dari logika deduktif adalah bila premis mayornya keliru.

Kebalikan dari logika deduktif adalah penalaran induktif. Penalaran induktif dimulai dari observasi empiris (lapangan) yang menghasilkan banyak data (premis minor). Dari banyak data tersebut dicoba dicari makna yang sama (premis mayor)—yang merupakan teori sementara (hipotesis), yang perlu diuji dengan logika deduktif.

 

Ragam Penelitian menurut Bentuk data (kuantitatif atau kualitatif)

Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik). Meskipun demikian, kadang dilakukan upaya kuantifikasi terhadap data kualitatif menjadi data kuantitatif. Misal, persepsi dapat diukur dengan membubuhkan angka dari 1 sampai 5.

Penelitian yang datanya berupa data kualitatif disebut penelitian kuantitatif. Dalam penelitian seperti itu, sering dipakai statistik atau pemodelan matematik. Sebaliknya, penelitian yang mengolah data kualitatif disebut sebagai penelitian kualitatif. Berkaitan dengan macam paradigma (positivisme, rasionalisme, fnomenologi) yang dibahas di bagian berikut, macam penelitian dapat dikombinasikan, misal: penelitian rasionalisme kuantitatif, penelitian rasionalisme kualitatif (misal: penelitian yang mengkait pola kota atau pola desain bangunan).

 

 

Ragam Penelitian menurut Paradigma Keilmuan

Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dalam beberapa sudut pandang (a) sumber kebenaran/teori, dan (2) teori yang dihasilkan dari penelitian. Dari sudut pandang sumber kebenaran, paradigma positivisme percaya bahwa kebenaran hanya bersumber dari empiri sensual, yaitu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, sedangkan paradigma rasionalisme percaya bahwa sumber kebenaran tidak hanya empiri sensual, tapi juga empiri logik (pikiran: abstraksi, simplifikasi), dan empiri etik (idealisasi realitas). Paradigma fenomenologi menambah semua empiri yang dipercaya sebagai sumber kebenaran oleh rasionalisme dengan satu lagi yaitu empiri transcendental (keyakinan; atau yang berkaitan dengan Ke-Tuhan-an). Dari pandangan teori yang dihasilkan, penelitian dengan berbasis paradigma positivisme atau rasionalisme, keduanya menghasilkan sumbangan kepada khazanah ilmu nomotetik (prediksi dan hukum-hukum dari generalisasi). Di lain pihak, penelitian berbasis fenomenologi tidak berupaya membangun ilmu dari generalisasi, tapi ilmu idiografik (khusus berlaku untuk obyek yang diteliti). Sering ditanyakan manfaat dari ilmu yang berlaku local dibandingkan ilmu yang berlaku umum (general). Keduanya saling melengkapi, karena ilmu lokal menjelaskan kekhasan obyek dibandingkan yang umum. Misal, kini sedang berkembang ilmu tentang ASEAN (ASEAN studies). Manfaat dari ilmu semacam ini dapat dicontohkan sebagai berikut: di negara barat, banyak orang ingin berdagang di ASEAN; agar berhasil baik, mereka perlu mempelajari tatacara/kebiasaan/kultur berdagang di ASEAN, maka mereka mempelajari ilmu lokal yang menjelaskan perbedaan tatacara perdagangan di kawasan tersebut dibanding tatacara perdagangan yang umum di dunia.

Untuk lebih menjelaskan perbedaan antar ketiga macam penelitian berbasis tiga macam paradigma yang berbeda tersebut, di bawah ini (lihat Tabel Ragam-1)satu per satu dibahas lebih lanjut, terutama dari (a) kerangka teori sebagai persiapan penelitian, (b) kedudukan obyek dengan lingkungannya, (c) hubungan obyek dan peneliti, dan (d) generalisasi hasil—sumber: Muhadjir (1990).

 

 

 

 

Ragam Penelitian menurut Strategi (Opini, Empiris, Arsip, Logika internal)

Buckley dkk. (1976: 23) menjelaskan arti metodologi, strategi, domain, teknik, sebagai berikut:

1)      Metodologi merupakan kombinasi tertentu yang meliputi strategi, domain, dan teknik yang dipakai untuk mengembangkan teori (induksi) atau menguji teori (deduksi).

2)      Strategi terkait dengan sifat alamiah yang esensial dari data dan proses data tersebut dikumpulkan dan diolah.

3)      Domain berkaitan dengan sumber data dan lingkungannya.

4)      Teknik terkait dengan alat pengumpulan dan pengolahan data. Teknik dibedakan dua macam, yaitu:

a)      Teknik “formal” merupakan teknik yang diterapkan secara obyektif dan menggunakan data kuantitatif.

b)      Teknik “informal” merupakan teknik yang diterapkan secara subyektif dan menggunakan data kualitatif.

 

Secara lebih sederhana, dapat dikatakan bahwa strategi berkaitan dengan “cara” kita melakukan pengembangan atau pengujian teori. Berkaitan dengan strategi, ragam penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yaitu penelitian: (1) opini, (2) empiris, (3) kearsipan, dan (4) analitis.

1.      Penelitian Opini

Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual). Terdapat banyak ragam metode/teknik yang dapat dipakai untuk penelitian opini perorangan, salah satunya yang populer dan formal adalah: metode penelitian survei (survey research)1. Selain itu, penjaringan persepsi perorangan yang informal dapat dilakukan dengan teknik wawancara. Untuk mengumpulkan opini kelompok, secara formal, dapat dipakai metode Delphi. Metode ini dilakukan terhadap kelompok pakar, untuk mengembangkan konsensus—atau tidak adanya konsensus—dengan menghindari pengaruh opini antar pakar2. Teknik informal untuk menggali opini kelompok dapat dilakukan antara lain dengan curah gagas (brainstorming)3. Cara ini dilakukan dengan (a) menfokuskan pada satu masalah yang jelas, (b) terima semua ide, tanpa disangkal, tanpa melihat layak atau tidak, dan (c) katagorikan ide-ide tersebut.

 

2.      Penelitian Empiris

Empiris terkait dengan observasi atau kejadian yang dialami sendiri oleh peneliti. Penelitian empiris dapat dibedakan dalam tiga macam bentuk, yaitu: studi kasus, studi lapangan, dan studi laboratorium. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dari dua sudut pandang, yaitu: (a) keberadaan rancangan eksperimen, dan (b) keberadaan kendali eksperimen—seperti terlihat pada tabel berikut:

 

 

Teknik observasi merupakan teknik yang dapat dipakai untuk ketiga macam penelitian empiris di atas. Selain itu, untuk studi lapangan dapat dipakai teknik studi waktu dan gerak (time and motion study), misal dibantu dengan peralatan kamera video, TV sirkuit rertutup, atau alat “penangkap” kejadian (sensor) dan perekam yang lain. Untuk studi laboratorium dapat dilakukan antara lain dengan simulasi (misal dengan komputer).

 

3.      Penelitian Kearsipan

“Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik. Dua tipe yang pertama berkaitan dengan arsip tertulis, tape, dan bentuk -bentuk lain dokumentasi. Arsip primer adalah rekaman fakta langsung oleh perekamnya (misal: data perkantoran), sedangkan arsip sekunder merupakan hasil rekaman orang/pihak lain. Tipe ketiga, yaitu arsip fisik, dapat berupa batu candi, jejak kaki, dan sebagainya. Teknik informal dalam penelitian ini berupa antara lain: scanning dan observasi.

Teknik formal untuk arsip tertulis primer dapat dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Terhadap arsip sekunder dapat dilakukan teknik sampling, sedangkan terhadap arsip fisik dapat dilakukan antara lain dengan pengukuran erosi dan akresi (untuk penelitian arkeologi).

 

4.      Penelitian Analitis

Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian tersebut perlu dipecahkan secara analitis, yaitu dilakukan dengan cara memecah problema menjadi sub-sub problema (atau variabel-variabel) dan dicari karakteristik tiap sub problema (variabel) dan keterkaitan antar sub problema (variabel). Penelitian analitis sangatmenggantungkan diri pada logika internal penelitinya, sehingga subyektivitas peneliti perlu dihindari. Untuk itu, penelitian analitis perlu mendasarkan diri pada filsafat atau logika. Terdapat berbagai teknik formal dalam penelitian analitis, antara lain: logika matematis, pemodelan matematis, dan teknik organisasi formal (flowcharting, analisis jaringan, strategi pengambilan keputusan, algoritma, heuristik). Catatan: Riset operasi merupakan pengembangan dari penelitian analitis. Teknik informal untuk penelitian analitis meliputi antara lain: skenario, dialektik, metode dikotomus, metode teralogis—lihat Buckley dkk. (1976: 27).

 

Ragam Penelitian menurut Lain-lain

Dalam literatur terdapat banyak ragam penelitian menurut berbagai sudut pandang, dan tidak semua ragam dapat dibahas disini. Pembahasan lain-lain hanya akan melihat ragam penelitian bersumber dari tiga pustaka, yaitu buku Arikunto (1998), Suryabrata (1983)4, dan Yin (1989)5.

1.      Ragam Penelitian menurut pendekatan—sumber: Arikunto (1998: 9-10)

a.        Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu)

b.        Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (cross-sectional—yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).

2.      Ragam Penelitian—sumber: Suryabrata (1983: 15-64)

a.        Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)

b.        Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu)

c.        Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu)

d.        Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek)

e.        Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi)

f.          Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali)

g.        Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian)

h.        Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding)

i.          Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).

 

 

Ragam Penelitian & Syarat penelitian

Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. Sering pula untuk satu pengertian yang sama tapi diberi istilah yang berbeda. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat:

1)      SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan

2)      OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)

 

Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis,

dan jujur.



3Modul 3:

UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN

 

Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.

Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsure unsure proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur –unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur—yang dianggap terpenting—diberikan pada bab-bab tersendiri.

 

Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya

Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut

pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):

1)      Judul

2)      Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)

3)      Tujuan dan Lingkup penelitian

4)      Tinjauan Pustaka

5)      Landasan Teori

6)      Hipotesis

7)      Cara penelitian

8)      Jadwal penelitian

9)      Daftar Pustaka

10)  Lampiran

 



Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:

 

 

Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral” keterkaitan

unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.

 

Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan

Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan

(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.

 

Judul proposal penelitian

Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: “Di Balik Kegelapan Malam”. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi “Novel tentang di balik kegelapan malam”. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.

 

 

 

Latar belakang

Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?

Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.

 

Rumusan pe rmasalahan

Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.

 

Keaslian penelitian

Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).

 

Faedah yang diharapkan

Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?

 

Tujuan dan Lingkup Penelitian

Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan—dilihat dari pandangan tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; 8) mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.

 

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.

Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).

 

Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.

 

Landasan Teori dan Hipotesis

Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..

Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.

Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:

a)      dirumuskan secara singkat tapi jelas;

b)      dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;

c)      didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).

 

Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian

Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:

1)      ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak”

1)      penelitian)—lihat bab “Ragam Penelitian”;

2)      variabel-variabel yang diteliti;

3)      sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);

4)      instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);

5)      cara pengumpulan data atau survei;

6)      cara pengolahan dan analisis data.

Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.

 

 

 

Daftar Pustaka dan Lampiran

Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.

 

Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.

 

Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian

Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu terlihat pada tabel di bawah ini:

 

 



4Modul 4:

PERUMUSAN PERMASALAHAN

 

 

Setelah peneliti menentukan bidang penelitian (problem area) yang diminatinya, kegiatan berikutnya adalah menemukan permasalahan (problem finding atau problem generation). Penemuan permasalahan merupakan salah satu tahap penting dalam penelitian. Situasinya jelas: bila permasalahan tidak ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilakukan. Pentingnya penemuan permasalahan juga dinyatakkan oleh ungkapan: “Berhasilnya perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian”. Penemuan permasalahan juga  merupakan tes bagi suatu bidang ilmu; seperti diungkapkan oleh Mario Bunge (dalam : Buckley dkk., 1976, 14) dengan pernyataan: “Kriteria terbaik untuk menjajagi apakah suatu disiplin ilmu masih hidup atau tidak adalah dengan memastikan apakah bidang ilmu tersebut masih mampu menghasilkan permasalahan . . . . Tidak satupun permasalahan akan tercetus dari bidang ilmu yang sudah mati”. Permasalahan yang ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan ke dalam suatu pernyataan (problem statement). Dengan demikian, pembahasan isi bab ini akan dibagi menjadi dua bagian: (1) penemuan permasalahan, dan (2) perumusan permasalahan.

 

Penemuan Permasalahan

Kegiatan untuk menemukan permasalahan biasanya didukung oleh survai ke perpustakaan untuk menjajagi perkembangan pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti, terutama yang diduga mengandung permasalahan. Perlu dimengerti, dalam hal ini, bahwa publikasi berbentuk buku bukanlah informasi yang terbaru karena penerbitan buku merupakan proses yang memakan waktu cukup lama, sehingga buku yang terbit—misalnya hari ini—ditulis sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Perkembangan pengetahuan terakhir biasanya dipublikasikan sebagai artikel dalam majalah ilmiah; sehingga suatu (usulan) penelitian sebaiknya banyak mengandung bahasan tentang artikel-artikel (terbaru) dari majalah-majalah (jurnal) ilmiah bidang yang diteliti. Kegiatan penemuan permasalahan, seperti telah disinggung di atas, didukung oleh survai ke perpustakaan untuk mengenali perkembangan bidang yang diteliti. Pengenalan ini akan menjadi bahan utama deskripsi “latar belakang permasalahan” dalam usulan penelitian. Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. Sutrisno Hadi (1986, 3) mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan “ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya”. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mudah menemukan permasalahan dari bidang yang ditekuninya; dan seringkali peneliti tersebut menemukan permasalahan secara “naluriah”; tidak dapat menjelaskan bagaimana cara menemukannya. Cara-cara menemukan permasalahan ini, telah diamati oleh Buckley dkk. (1976) yang menjelaskan bahwa penemuan permasalahan dapat dilakukan secara “formal’ maupun ‘informal’. Cara formal melibatkkan prosedur yang menuruti metodologi tertentu, sedangkan cara informal bersifat subjektif dan tidak “rutin”. Dengan demikian, cara formal lebih baik kualitasnya dibanding cara informal. Rincia n cara-cara yang diusulkan Buckley dkk. dalam kelompol formal dan informal terlihat pada gambar di bawah ini.

 

 

Bukley dkk., (1976:16-27) menjelaskan cara-cara penemuan permasalahan—baik formal maupun informal—sebagai diuraikan di bagian berikut ini. Setelah permasalahan ditemukan, kemudian perlu dilakukan pengecekan atau evaluasi terhadap permasalahan tersebut— sebelum dilakukan perumusan permasalahan.

 

Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan

Cara-cara formal (menurut metodologi penelitian) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1)      Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.

2)      Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Contoh permasalahan yang ditemukan dengan cara analogi ini, misalnya: “apakah Proses perancangan perangkat lunak komputer dapat diterapkan pada proses perancangan arsitektural” (seperti diketahui perencanaan perusahaan dan perencanaan arsitektural mempunyai kesamaan dalam hal sifat pembuatan keputusannya yang Judgmental).

3)      Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Tujuan cara ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kemantapan suatu teori. Misal suatu teori menyatakan “ada korelasiyang signifikan antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya” dapat direnovasi menjadi permasalahan “seberapa korelasi antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya dengan tingkat pendidikan penghuni yang berbeda”. Dalam contoh di atas, kondisi yang “umum” diganti dengan kondisi tingkat pendidikan yang berbeda.

4)      Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.

5)      Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.

6)      Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.

7)      Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.

8)      Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan “mengumpulkannya” untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.

 

Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan

Cara-cara informal (subyektif) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1)      Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas. Bila kemudian, dasar-dasar atau latar belakang permasalahan dapat dijelaskan, maka penelitian dapat diteruskan secara alamiah. Perlu dimengerti bahwa naluri merupakan fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. Naluri, menurut Buckley, dkk., (1976, 19), merupakan alat yang berguna dalam proses penemuan permasalahan.

2)      Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Misal: fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis dapat dikaitkan untuk mencetuskan  permasalahan – misal: seperti apakah pola dasar pendaya – gunaan komputer dalam proses perancangan arsitektural.

3)      Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Misal, terdapat konsensus bahwa kemiskinan bukan lagi masalah bagi Indonesia, tapi kualitas lingkungan yang merupakan masalah yang perlu ditanggulangi (misal hal ini merupakan konsensus nasional).

4)      Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman kegagalan akan mendorong dicetuskannya permasalahan untuk menemukan penyebab kegagalan tersebut. Pengalaman keberhasilan juga akan mendorong studi perumusan sebab-sebab keberhasilan. Umpan balik dari klien, misal, akan mendorong penelitian untuk merumuskan komunikasi arsitek dengan klien yang lebih baik.

 

Pengecekan Hasil Penemuan Permasalahan

Permasalahan yang telah ditemukan selalu perlu dicek apakah permasalahan tersebut dapat (patut) untuk diteliti (researchable). Pengecekan ini, biasanya, didasarkan pada tiga hal: (i) faedah, (ii) lingkup, dan (iii) kedalaman. Pengecekan faedah ditelitinya suatu permasalahan dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penerapan pada praktek (pembangunan). Ditanyakan: apakah penelitian atas permasalahan tersebut akan berfaedah untuk ilmu pengetahuan, misal dapat merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada, atau menciptakan pengetahuan baru. Dicek pula: apakah penelitian tersebut mempunyai aplikasi teoritikal dan atau praktikkal. Suatu penelitian agar dapat diterima oleh pemberi dana atau pemberi “nilai’ perlu mempunyai faedah yang jelas (penjelasan faedah diharapkan bukan hanya bersifat “klise”).

Peneliti yang belum berpengalaman sering mencetuskan permasalahan yang berlingkup terlalu luas, yang memerlukan masa penelitian yang sangat lama (di luar jangkauan). Misal: penelitian untuk “menemukan cara terbaik pelaksanaan pembangunan rumah tinggal” akan memerlukan waktu yang “tak terhingga” karena harus membandingkan semua kemungkinan cara pelaksanaan pembangunan rumah tinggal. Lingkup penelitian, biasanya, cukup sempit, tapi diteliti secara mendalam. Faktor kedalaman penelitian juga merupakan salah satu yang perlu dicek. Penelitian, bukan sekedar mengumpulkan data, menyusunnya dan memprosesnya untuk mendapatkan hasil, tetapi diperlukan pula adanya interpretasi (pembahasan) atas hasil. Penelititan perlu dapat menjawab: apa “arti” semua fakta yang terkumpul. Dengan pengertian ini, suatu pengukuran kemiringan menara pemancar teve belum dianggap mempunyai kedalaman yang cukup (hanya merupakan pengumpulan data dan pelaporan hasil pengukuran). Tetapi, penelitian tentang “pengaruh kemiringan menara pemancar teve  terhadap kualitas siaran” merupakan penelitian karena memerlukan interpretasi tehadap persepsi pirsawan atas kualitas siaran yang dipengaruhi oleh kemiringan.

Indikasi permasalahan yang belum merupakan permasalahan penelitian ditunjukkan oleh Leedy (1997: 46-48), yaitu:

1)      yang bersifat hanya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk mengerti lebih banyak tentang suatu topik;

2)      yang jawabnya ya atau tidak; pembandingan dua set data tanpa intepretasi;

3)      pengukuran koefisien korelasi antara dua set data.

 

Perumusan Permasalahan

Sering dijumpai usulan penelitian yang memuat “latar belakang permasalahan” secara panjang lebar tetapi tidak diakhiri (atau disusul) oleh rumusan (pernyataan) permasalahan. Pernyataan permasalahan sebenarnya merupakan kesimpulan dari uraian “latar belakang” tersebut. Castetter dan Heisler (1984, 11) menerangkan bahwa pernyataan permasalahan merupakan ungkapan yang jelas tentang hal-hal yang akan dilakukan peneliti. Cara terbaik unutk mengungkapkan pernyataan tersebut adalah dengan pernyataan yang sederhana dan langsung, tidak berbelit-belit. Pernyataan permasalahan dari suatu penelitian merupakan “jantung” penelitian dan berfungsi sebagai pengarah bagi semua upaya dalam kegiatan penelitian tersebut. Pernyataan permasalahan yang jelas (tajam) akan sanggup memberi arah (gambaran) tentang macam data yang diperlukan, cara pengolahannya yang cocok, dan memberi batas lingkup tertentu pada temuan yang dihasilkan.

Contoh ungkapan permasalahan yang jelas, tajam, diberikan oleh Sumiarto (1985) yang meneliti dalam bidang perumahan pedesaan. Permasalahan yang dikemukakannya, sebagai berikut: “Kesimpulan yang dapat ditarik sebagai permasalahan P3D [Perintisan Pemugaran Perumahan Desa] yang dapat memberikan arah pada studi yang akan dilakukan adalah mempertanyakan keberhasilan dari tujuan P3D. Secara lebih spesifik dapat dikemukakan beberapa (sub) permasalahan

sebagai berikut:

a)      Apakah setelah menerima bantuan P3D, kondisi mereka akan menjadi lebih baik, dalam arti adanya peningkatan dalam cara bermukin yang lebih baik serta lebih sehat?

b)      Apakah bantuan yang diberikan oleh P3D telah memberikan hasil sesuai seperti yang diharapkan, yaitu penerima bantuan telah memberikan respon yang positif yang berupa tenaga, material, bahkan finansial, sehingga lebih dari apa yang diberikan oleh P3D.

c)      Lebih jauh lagi, apakah P3D telah mampu membangkitkan efek berlifat ganda (multiplier effect), sehingga masyarakat yang tidak meneriman bantuan P3D terangsang secara swadata menyelenggarakan sendiri peningkatan kondisi rumah dan lingkungannya?”

(Sumiarto 1985, 17-18)

 

Bentuk Rumusan Permasalahan

Contoh pernyataan permasalahan di atas mengambil bentuk satu pernyataan disusul oleh beberapa pertanyaan. Castette dan Heisler (1984, 11) menjelaskan bahwa secara keseluruhan ada 5 macam bentuk pernyataan permasalahan, yaitu:

(1) bentuk satu pertanyaan (question);

(2) bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik;

(3) bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan (question).

(4) bentuk hipotesis; dan

(5)   bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis.

 

Bentuk Hipotesis nampaknya jarang dipakai lagi pula, biasanya perletakan hipotesis dalam laporan atau usulan penelitian tidak menempati posisi yang biasa ditempati oleh pernyataan permasalahan. Hal yang lain, bentuk pertanyaan seringkali dapat diujudkan (diubah) pula sebagai bentuk pernyataan. Dengan demikian, secara umum, hanya ada dua bentuk pernyataan permasalahan:

(1)   Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan

Misal:

a)      Pertanyaan:

“Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?” “Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing factor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub–inti?”

b)      Pernyataan (biasanya diungkapkan sebagai “maksud”) “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.” “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pad persepsi terhadap desain rumah sub–inti.

(2)   Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan umum disusul oleh beberapa pertanyaan atau pernyataan yang spesifik (Catatan: kebanyakan permasalahan terlalu besar atau kompleks sehingga perlu dirinci)

Misal: Permasalahan umum: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek dan seberapa pengaruh tiap-tiap faktor? Lebih spesifik lagi, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut:

a.      Apakah sekian faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek secara umum di Amerika Serikat terjadi pula di Indonesia?

b.      Seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut mempengaruhi hasil desain arstiek di Indonesia?

 

Karakteristik Rincian Permasalahan

Karakteristik tiap rincian permasalahan atau sub-problema (menurut Leedy, 1997:56-57) sebagai berikut:

1)      Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (a researchable unit ).

2)      Setiap rincian terkait dengan interpretasi data.

3)      Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik).

4)      Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti)

5)      Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak realistik.

 

Contoh Rumusan Permasalahan

Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: “. . . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik terhadap sel fibroblast embrio Gallus domesticus secara in Vitro, dan apakah besar konsentrasi kalsium hidroksida berpengaruh terhadap sifat sitotoksisitasnya?”

 

“. . . . . . . . . dengan penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu – ibu dalam menangani diare pada bayi dan anak balita.

 

 

 

 

 

Keterkaitan antara Rumusan Permasalahan dengan Hipotesis dan Temuan Penelitian

Bila penelitian telah selesai dilakukan, maka dalam laporan penelitian perlu ditunjukkan “benang merah” (keterkaitan yang jelas) antara rumusan permasalahan dengan hipotesis (sebagai “jawaban” sementara terhadap permasalahan penelitian). Rincian dalam permasalahan perlu berkaitan lengasung dengan rincian dalam hipotesis, dalam arti, suatu rincian dalam hipotesis menjawab suatu rincian dalam permasalahan. Demikian pula, perlu diperlihatkan keterkaitan tiap rincian dalam temuan (sebagai jawaban nyata terhadap permasalahan) dengan tiap rincian dalam rumusan permasalahan.

Baik permasalahan, hipotesis dan temuan—sebagai upaya pengembangan atau pengujian teori—berkaitan secara substantif dengan tinjauan pustaka (sebagai kajian terhadap isi khazanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian). Kaitan substantif diartikan sebagai hubungan “isi”, tidak perlu dalam bentuk keterkaitan antar rincian.



5Modul 5:

PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA

 

 

Tinjauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature). Sesuai dengan arti tersebut, suatu tinjauan pustaka berfungsi sebagai peninjauan kembali (review) pustaka (laporan penelitian, dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan—tidak selalu harus tepat identik dengan bidang permasalahan yang dihadapi—tetapi termasuk pula yang seiring dan berkaitan (collateral). Fungsi peninjauan kembali pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam penelitian, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan erat dengan topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. Walaupun demikian, sebagian penulis (usulan penelitian atau karya tulis) menganggap tinjauan pustaka merupakan bagian yang tidak penting sehingga ditulis “asal ada” saja atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian tersebut sebenarnya hanyalah salah satu dari beberapa kegunaan tinjauan pustaka. Kelemahan lain yang sering pula dijumpai adalah dalam penyusunan, penstrukturan atau pengorganisasian tinjauan pustaka.

 

Banyak penulisan tinjauan pustaka yang mirip resensi buku (dibahas buku per buku, tanpa ada kaitan yang bersistem) atau mirip daftar pustaka (hanya menyebutkan siapa penulisnya dan di pustaka mana ditulis, tanpa membahas apa yang ditulis). Berdasar kelemahan-kelemahan yang sering dijumpai di atas, tulisan ini berusaha untuk memberikan kesegaran pengetahuan tentang cara-cara penulisan tinjauan pustaka yang lazim dilakukan. Cakupan tulisan ini meliputi empat hal, yaitu: (a) kegunaan, (b) organisasi tinjauan pustaka, (c) kaitan tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, dan (d) cara pencarian bahan-bahan pustaka, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi.

 

Kegunaan Tinjauan Pustaka

Leedy (1997, hal. 71) menerangkan bahwa suatu tinjauan pustaka mempunyai kegunaan untuk: (1) mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yang (akan) kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan dan merancang metode penelitiannya; (2) membantu memberi gambaran tentang metoda dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yang kita hadapi; (3) mengungkapkan sumber-sumber data (atau judul-judul pustaka yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya; (4) mengenal peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang kita hadapi (yang mungkin dapat dijadikan nara sumber atau dapat ditelusuri karya -karya tulisnya yang lain—yang mungkin terkait);  (5) memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) kita lakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada; (6) menungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal sebelumya; (7) membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya); dan (8) mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihakpihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.

 

Dalam penjelasan yang hampir serupa, Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam kegunaan, yaitu: (1) mengkaji sejarah permasalahan; (2) membantu pemilihan prosedur penelitian; (3) mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; (4) mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; (5) menghindari duplikasi penelitian; dan (6) menunjang perumusan permasalahan. Karena penjelasan Castetter dan Heisler di atas lebih jelas, maka pembahasan lebih lanjut tentang kegunaan tinjauan pustaka dalam tulisan ini mengacu pada penjelasan mereka. Satu persatu kegunaan (yang saling kait mengkait) tersebut dibahas dalam bagian berikut ini.

 

Kegunaan 1: Mengkaji sejarah permasalahan

Sejarah permasalahan meliputi perkembangan permasalahan dan perkembangan penelitian atas permasalahan tersebut. Pengkajian terhadap perkembangan permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan (tinjauan dari waktu ke waktu: berkurang atau bertambah parah; apa penyebabnya). Mungkin saja, tinjauan seperti ini mirip dengan bagian “Latar belakang permasalahan” yang biasanya ditulis di bagian depan suatu usulan penelitian. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian selalu mengacu pada pustaka yang ada. Pengkajian kronologis atas penelitian–penelitian yang pernah dilakukan atas permasalahan akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut. Gambaran bermanfaat terutama tentang pendekatan yang dipakai dan hasil yang didapat.

 

Kegunaan 2: Membantu pemilihan prosedur penelitian

Dalam merancang prosedur penelitian (research design), banyak untungnya untuk mengkaji prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah dipakai oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Pengkajian meliputi kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur yang dipakai dalam menjawab permasalahan. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.

 

Kegunaan 3: Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan

Salah satu karakteristik penelitian adalah kegiatan yang dilakukan haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengkajian pustaka, dalam hal ini, akan berguna bagi pendalaman pengetahuan seutuhnya (unified explanation) tentang teori atau bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.

 

Kegunaan 4: Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu

Di bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa kegunaan tinjauan pustaka yang dikenal umum adalah untuk membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi. Dalam penelitian yang akan dihadapi sering diperlukan pengacuan terhadap prosedur dan hasil penelitian yang pernah ada (lihat kegunaan 2). Kehati-hatian perlu ada dalam pengacuan tersebut. Suatu penelitian mempunyai lingkup keterbatasan serta kelebihan dan kekurangan. Evaluasi yang tajam terhadap kelebihan dan kelemahan tersebut akan  berguna terutama dalam memahami tingkat kepercayaan (level of significance) hal-hal yang diacu. Perlu dikaji dalam penelitian yang dievaluasi apakah temuan dan kesimpulan berada di luar lingkup penelitian atau temuan tersebut mempunyai dasar yang sangat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok:  1. Kelompok Pustaka Utama (Significant literature); dan 2. Kelompok Pustaka Penunjang (Collateral Literature).

 

Kegunaan 5: Menghindari duplikasi penelitian

Kegunaan yang kelima ini, agar tidak terjadi duplikasi penelitian, sangat jelas maksudnya. Masalahanya, tidak semua hasil penelitian dilaporkan secara luas. Dengan demikian, publikasi atau seminar atau jaringan informasi tentang hasil-hasil penelitian sangat penting. Dalam hal ini, peneliti perlu mengetahui sumber-sumber informasi pustaka dan mempunyai hubungan (access) dengan sumber-sumber tersebut. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi (sehingga dapat menyakinkan bahwa tidak terjadi duplikasi).

 

Kegunaan 6: Menunjang perumusan permasalahan

Kegunaan yang keenam dan taktis ini berkaitan dengan perumusan permasalahan. Pengkajian pustaka yang meluas (tapi tajam), komprehe nsif dan bersistem, pada akhirnya harus diakhiri dengan suatu kesimpulan yang memuat permasalahan apa yang tersisa, yang memerlukan penelitian; yang membedakan penelitian yang diusulkan dengan penelitianpenelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam kesimpulan tersebut, rumusan permasalahan ditunjang kemantapannya (justified). Pada beberapa formulir usulan penelitian (seperti misalnya pada formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM), bagian kesimpulan ini sengaja dipisahkan tersendiri (agar lebih jelas menonjol) dan ditempatkan sesudah tinjauan pustaka serta diberi judul “Keaslian Penelitian”.

 

Organisasi Tinjauan Pustaka

Seperti telah dijelaskan di atas, banyak dijumpai kelemahan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara menyusun atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterkaitan) yang jelas ditampilkan dalam tinjauan pustaka tersebut. Berkaitan denga persyaratan untuk bersistem tersebut, dalam formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM telah ditulis dengan jelas, sebagai berikut:

 

 

“TINJAUAN PUSTAKA (Buatlah suatu uraian yang baik, luas dan bersistem mengenai penelitian-penelitian yang sudah pernah diadakan dan yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang diusulkan ini….)”.

 

Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dan Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1). pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Dalam bagian pendahuluan, biasanya ditunjukan peninjauan dan kriterian penetapan pustaka yang akan ditinjau (dapat diungkapkan dengan sederetann pertanyaan keinginan–tahu). Pada bagian pendahuluan ini pula dijelaskan tentang organisasi tinjauan pustaka, yaitu pengelompokan secara sistematis dengan menggunakan judul dan sub-judul pembahasan; umumnya, pengelompokan didasarkan pada topik; cara lain, berdasar perioda (waktu, kronologis). Contoh “bagian pendahuluan” dari suatu tinjauan pustaka sebagai berikut—

 

Contoh 1: Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi lima kelompok pembahasan. Pembahasan pertama merupakan tinjauan singkat tentang system permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan tentang penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan. Pembahasan kedua berkaitan dengan pengetahuan penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan (trip assignment) itu sendiri, dan pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program komputer untuk perhitungan sebaran beban lalulintas. Pembahasan keempat bersangkut–paut dengan kritik terhadap paket-paket komputer dalam bidang system permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan kelima memfokuskan pada interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai. (Sumber: Djunaedi, 1988)

 

Contoh 2:

….tinjauan pustaka ini dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1)      Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu?

2)      Bagian mana saja dari proses tersebut yang terstruktur dan bagian mana saja yang tidak terstruktur?

3)      Sejauh mana bagian-bagian proses tersebut sampai saat ini telah terkomputerkan?

4)      Siapa saja atau pihak mana yang terlibat dalam proses perencanaan tersebut?

5)      Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan tersebut?

(Sumber: Djunaedi, 1986: hal. 9)

 

Bagian kedua, pembahasan, disusun sesuai organisasi yang telah ditetapkan dalam bagian pendahuluan. Pembahasan pustaka perlu dipertimbangkan keterbatasan bahwa tidak mungkkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibahas dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting dan perlu dibahas lebih rinci daripada pustaka lainnya. Dalam hal ada kemiripan isi, perincian dapat diterapkan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka lainnya cukup disebutkan saja tapi tidak dirinci. Misal : Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), meliputi empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, dan pembuat model. Penjelasan serupa diberikan pula oleh Sprague dan Carlson (1982), dan Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, disamping menuruti organisasi yang telah ditetapkan, dalam pembahasan secara rinci perlu ditunjukkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka lainnya. Bukan hanya menyebut “Si A menjelaskan bahwa . . . . . . Si B menerangkan . . . .

. . Si Z memerinci . . . . . . “; tapi perlu dijelaskan keterkaitannya, misal “Si B menerangkan bahwa . . . . . . sebaliknya si G membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa . . . . . .

Bantahan serupa muncul dari berbagai pihak, misalnya diungkapkan oleh si W, si S dan si Y. Ketiga penulis terakhir ini bahkan menyatakan bahwa . . . . . .

 

Tinjauan Pustaka diakhiri dengan kesimpulan atau ringkasan yang menjelaskan tentang “apa arti semua tinjauan pustaka tersebut (what does it all mean?)”. Secara rinci, kesimpulan atau ringkasan tersebut hendaknya memuat jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan berikut ini, tentang:

(a)     status saat ini, mengenai pengetahuann yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti (apakah permasalahan sebenarnya telah tuntas terjawab?);

(b)     penelitian-penelitian terdahulu yang dengan permasalahan yang dihadapi (adakah sesuatu dan apakah yang dapat dimanfaatkan?);

(c)     kualitas penelitian-penelitian yang dikaji (mantap atau hanya dapat dipercayai sebagian saja?);

(d)     kedudukan dan peran penelitian yang diusulkan dalam konteks ilmu pengetahuan yang ada.

 

Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka:

Isi tinjauan pustaka di atas dapat diringkas sebagai berikut:

(1)   Telah tersedia pengetahuan tentang teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan.

(2)   Teknik tersebut telah diwujudkan dalam suatu bagian dari program komputer berskala besar sampai menengah, yang dijalankan denngan komputer besar (main–frame).

(3)   Dibutuhkan penerapan teknik tersebut pada komputer mikro mengingat komputer mikro telah tersebar luas di Indonesia.

(4)   Untuk pembuatan program simulator ini perlu dipertimbangkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan menyangkut interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai yang bukan pemrogram, terutama dalam bentuk dialog, keterlibatan pemakai, dan keterbatasan waktu dalam diri pemakai.

(Sumber: Djunaedi, 1988)

 

Kaitan Tinjauan Pustaka dengan Daftar Pustaka

Di bagian awal tulisan in telah disebutkan bahwa sering terdapat penulisan tinjauan pustaka yang mirip daftar pustaka. Misal: “Tentang hal A dibahas oleh si H dalam buku . . .

. . . , si B dalam buku . . . . . . ; sedangkan tentang hal J diterangkan oleh si P dalam buku . .

 

. . . . “. Peninjauan seperti ini biasanya tidak menyebutkan apa yang dijelaskan oleh masing masing pustaka secara rinci (hanya menyebutkan siapa dan dimana ditulis).

 

Penyebutan judul buku, yang seringkali tidak hanya sekali, tidak efisien dan menyaingi tugas daftar pustaka. Dalam tulisan ini, cara peninjauan seperti itu tidak disarankan. Pengacuan pustaka dalam tinjauan pustaka dapat dilakukan dengan cara yang bermacam-macam, antara lain: penulisan catatan kaki, dan penulisan nama pengarang dan tahun saja. Setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan; tapi peninjauan tentang kelebihan dan kekurangan tersebut di luar lingkup tulisan ini.

 

Dalam tulisan ini hanya akan dibahas pemakaian cara penulisan nama akhir pengarang dan tahun penerbitan (dan sering ditambah dengan nomor halaman). Misal: Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dah Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1) pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Pengacuan cara di atas mempunyai kaitan erat dengan cara penulisan daftar pustaka.

 

Penulisan daftar pustaka umumnya tersusun menurut abjad nama akhir penulis; dengan format: nama penulis, tahun penerbitan dan seterusnya. Susunan dan format daftar pustaka tersebut memudahkan untuk membaca informasi yang lengkap tentang yang diacu dalam tinjauan pustaka. Misal, dalam tinjauan pustaka:

“. . . . . . Mittra (1986) . . . . . .”

 

Dalam daftar pustaka, tertulis:

Mittra, S. S., 1996, Decision Support System: Tools and Techniques, John Wiley & Sons, New York, N. Y.

 

Sering terjadi, seorang penulis (usulan penelitian atau karya tulis) ingin menunjukan bahwa bahan bacaannya banyak; meskipun tidak dibahas dan tidak diacu dalam tulisannya, semuanya ditulis dalam daftar pustaka. Maksud yang baik ini sebaiknya ditunjukan dengan membahas dan mengemukakan secara jelas (menurut aturan pengacuan) apa yang diacu dari pustaka-pustaka tersebut dalam tulisannya. Tentunya hal yang sebaliknya, yaitu menyebut nama pengarang yang diacu dalam tinjauan pustaka tanpa menuliskannya dalam daftar pustaka (karena lupa) tidak perlu terjadi.

 

Berikut ini salah satu petunjuk tentang penulisan nama untuk pengacuan dalam tinjauan pustaka (dan daftar pustaka)—dikutip dari petunjuk yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 16-17):

 

F. Penulisan Nama

Penulisan nama mencakup narna penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dan satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.

 

1. Nama penulis yang diacu dalam uraian

Penulis yang tulisannya diacu daiam uraian hanya disebutkan narna akhimya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al:

a. Menurut Calvin (1978) ….

b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan..

c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) …

 

Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.

 

2. Nama penulis dalam daftar pustaka

Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.

 

Contoh:

Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976, ….

Tidak boleh hanya:

Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.

 

3. Nama ponulis lebih dari satu sutu kata

Jika nama penulis ierdiri dari 2 suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah narna akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir dilkuti dengan suku kata nama depan, tengah, dan eterusnya.

 

Contoh:

a. Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana S.T., atau Alisyahbana, Sutan Takdir.

b. Donald Fitzgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.

 

4. Nama dengan garis penghubung

Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku katanya, rraka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.

 

Contoh:

Sulastin-Sutrisno ditulis Sulastin-Sutrisno.

 

5. Nama yang diikuti dengan singkatan

Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada di depannya.

 

Contoh:

a. Mawardi A.l. ditulis: Mawardi A.l.

b. Williams D. Ross Jr. ditulis: Ross Jr., W.D.

 

6 . Derajat kosarjanaan

Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

 

 

Di bawah ini adalah salah satu contoh format daftar pustaka—dikutip dari petunjuk

yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 26):

 

Anderson, T.F. 1951. Techniques for the Preservation of Three Dimensional Structure in Preparing Specimens for the Electron Microscope. Trans. N.Y. Acad. Sci. 13: 130- 134.

 

Andrew, Jr., H.N. 1961. Studies in-Paleabotany. John Wiley & Sons, Inc., New York. Berlyn, G.P. and J.P. Miksche. 1976. Botanical Microtechnique and Cytochemistry. The lowa State University Press, Ames. Iowa.

 

Bhojwani, S.S. and S.P. Bhatnagar, 1981. The Embryology of Angiosperms. Vikas Publishing House PVT Ltd., New Delhi.

 

Cronquist, A. 1973. Basic Botany. Warper & Row Publisher,New York.

 

Cutler, D.F., 1978. Applied P/ant Anatomy. Longman, London.

 

Dawes. C.J. 1971. Bio/ogica/ Techniques in E/ectron Microscopy. Barnes & Nob/e, /nc., New York.

 

Dv Praw, E.J. 1972. The Bioscience: Cel/ and Mo/ecu/ar Bio/ogy. Cell and Molecular Biology Council, Standford, Califomia.

 

Bohlin, P. 1968. Use of the Scanning Reflection Electron Microscope in the Study of Plant and Microbial Material. J. Roy. Microscop. Soc. 88: 407 - 418.

 

Erdtman, G. 1952. Po/len Morpho/ogy and P/ant Taxonomy. Almquist & Wiksell, Stockholm – The Chronica Botanica Co., Waltham, Mass.

Esau, K. 1965. P/ant Anatomy. JohnWiley & Sons. Inc., New York.

 

Esau, K. 1977. Anatomy of Seed P/ants. John Wiley 8 Sons. New York.

 

Faegri, K. and J. Iversen.- 1975. Texbook of Po/len Ana/ysis. Hainer Press, New York.

 

 

 

Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line

Pada saat ini, banyak informasi ilmiah yang tersedia untuk diakses secara elektronis

atau on-line. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Leedy (1997: hal. 73) menjelaskan beberapa keuntungan mencari informasi ilmiah secara on-line, yaitu antara lain: tersedia jutaan informasi dalam bentuk elektronis yang dipasarkan mendunia, publikasi elektronis biasanya lebih baru karena prosesnya lebih cepat daripada publikasi cetak, dan pencarian informasi berkecepatan tinggi (karena menggunakan komputer). Masalah yang saat ini dihadapi adalah beberapa institusi pendidikan belum mempunyai standar pengacuan bagi informasi ilmiah yang didapat dari sumber elektronis.

 

Misal: seperti apa format sumber pustaka elektronis dari CD-ROM dan internet? Untuk mengisi kekosongan format tersebut, di bawah ini dikutipkan format yang disarankan oleh Kennedy (1998: hal. 175-176):

 

Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut).

 

Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):

Johnson, P. 1994. Tropical Indonesian Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).

 

Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):

Djunaedi, A. 2000. The History of Indonesian Urban Planning.. http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).

 

Contoh untuk informasi lewat e -mail:

Djunaedi, A. 22 Maret 2000. The urban pattern of some coastal cities in the northern Central Java.. research-news@ugm.ac.id (19 Apr. 2000).

 

 



Modul 6:

RUANG LINGKUP

PENELITIAN MANAJEMEN

 

A.      Ruang Lingkup Penelitian Manajemen

Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum,  manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis (Indriantoro  dan Supomo, 1999).Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian berikut ini (Indriantoro, dan Supomo, 1999; Sugiyono, 1999; Supranto, 1997; Rangkuti, 2001):

 

1.5.1. Bisnis Umum·     

  • Peramalan Bisnis·         
  • Trend Bisnis Dan Industri·          
  • Inflasi dan Penentuan Harga·
  • Akuisisi·           
  • Ekspor dan Perdagangan Internasional·  
  • Studi Kelayakan Bisnis·
  • Profil Pelaku Bisnis yang Sukses·          
  • Bisnis Pejabat· 
  • Nilai Budaya
  • Bisnis Antar Suku·        
  • Peranan Lembaga Konsumen·   
  • Dan lain-lain

 

1.5.2.        Manajemen Pemasaran·

·         Potensi Pasar·        

·         Karakteristik Pasar·

·         Penjualan·  

·         Strategi Pemasaran·           

·         Inovasi produk ·       

·         Pengaduan konsumen·        

·         Perilaku Konsumen·

·         Image Konsumen·   

·         Studi Kelayakan Pasar ·      

·         Profil & Dinamika Konsumen·           

·         Analisis Lokasi·      

·         Studi Kelayakan Pasar·       

·         Pengujian Pasar·    

·         Segmentasi Pasar· 

·         Produk Baru·          

·         Saluran Distribusi·    Promosi·          

·         Periklanan· 

·         Multilevel Marketing ·           

·         Franchising (Waralaba)·       

·         Kepemimpinan Pasar·         

·         Pelayanan· 

·         Tingkat Penjualan·  

·         Persaingan Pasar·  

·         Respon akibat perubahan harga·      

·         Elastisitas harga ·   

·         Biaya setiap lini produk·      

·         Angggaran promosi optimal· 

·         Pengujian iklan yang kreatif·

·         Intensitas Grosir dan retail·  

·         Dan lain-lain

 

1.5.3.        Manajemen Keuangan·  

·         Anggaran·  

·         Sumber-sumber Pembiayaan·          

·         Modal Kerja·           

·         Tingkat Bunga dan Resiko Kredit·     

·         Investasi ·    Biaya Modal·    

·         Portofolio·   

·         Penilaian Saham dan Obligasi·         

·         Analisis Biaya ·      

·         Hasil Resiko·          

·         Rasio-Rasio Keuangan·       

·         Lembaga Keuangan·           

·         Implikasi Pajak ·     

·         Merger dan Akuisisi,

·         dan lain-lain

 

1.5.4.        Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi·        

·         Manajemen Mutu Terpadu·   

·         Motivasi dan Kepuasan Kerja·          

·         Gaya Kepemimpinan·          

·         Produktivitas Tenaga Kerja·  

·         Efektivitas Organizational·    

·         Budaya & Komunikasi Organisasi·   

·         Studi Gerak dan Waktu·      

·         Serikat Pekerja·      

·         Perilaku Karyawan· 

·         Loyalitas Kerja·       

·         Kinerja Supervisor·  

·         Sistem Penilaian Kerja·       

·         Pengambilan Keputusan·     

·         Penilaian Kinerja·    

·         Stress Kerja ·         

·         Manajemen Konflik· 

·         Emotional Quetion· 

·         Spritual Quetion·     

·         Desain Organisasi·  

·         Perubahan & Pengembangan Org. ·  

·         Rekruitment·           

·         Seleksi dan Penempatan·     Sistem Kompensasi·     

·         Peng. Karir,

·         Promosi,

·         Mutasi·      

·         Kreativitas Manajemen ·      

·         Model-Model Pola Kerja·      

·         Manajemen Partisipasi·       

·         Perbedaan Gender ·

·         Polusi dan Kesehatan Kerja·

·         Pemberhentian ·     

·         Dan lain-lain

1.5.5.        Sistem Informasi Manajemen:·   

·         Sistem Informasi Eksekutif· 

·         Sistem Komunikasi Bisnis·  

·         Sistem Dukungan Keputusan·          

·         Aliansi fungsi Sistem Informasi·        

·         Personel Sistem Informasi·  

·         Pengembangan Sistem Informasi·    

·         Jaringan Efektif MIS·           

·         Penggunaan Konsultan dlm.

·         Pembuatan Keputusan ·      

·         Dan lain-lain

1.5.6.        Manajemen Operasi dan Produksi:·        

·         Sistem Produksi·    

·         Penentuan Lokasi·  

·         Plant layout·           

·         Prosedur Dan Metode Kerja·

·         Mesin Dan Peralatan Produksi·        

·         Material Handling·    Pemeliharaan (Maintenance) ·    

·         Sistem Pergudangan·          

·         Pengendalian Persediaan ·  

·         Pengendalian Material·        

·         Pengendalian Tenaga Kerja· 

·         Pengendalian Mutu·

·         Statistical Quality Control·   

·         Dan lain-lain           

 

Objek-objek di atas dapat dijadikan sebagai permasalah penelitian untuk kemudian disusun menjadi judul penelitian. Untuk memperkaya contoh-contoh objek penelitian dapat dilihat pada situs-situs internet, seperti jurnal on-line, perpustakaan on-line, situs-situs universitas, dan situs-situs lainnya. Cara penelusuran ke berbagai situs internet dapat dilihat dalam tulisan “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis (Juliandi, 2002)  atau mengakses ke situs jurnal versi On-line dengan alamat http://manbisnis.tripod.com. Situs ini adalah situs “Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis” Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

 



Modul 7:

PENULISAN SKRIPSI

 

 

Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:

*       Bab I : Pendahuluan

*       Bab II : Tinjauan Pustaka

*       Bab III : Metode Penelitian 

*       Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan 

*       Bab V : Simpulan dan Saran 

Untuk lebih lanjut: Lihat Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang berlaku di Institusi anda!

 

Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab.

 

Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut :

 

 

I. PENDAHULUAN

     a. Latar Belakang Permasalahan

     b. Rumusan Permasalahan

     c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

PENJELASAN

     a. Latar Belakang Permasalahan

 

1)       Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

 

2)       Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti [1]Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet

 

3)       Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.

 

4)       Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

 

 

      b. Rumusan Permasalahan

 

1)       Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.

 

2)       Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa

 

      c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

 

1)       Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.

 

2)       Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

 

2. TINJAUAN PUSTAKA

     a. Kerangka Teori

     b. Hipotesis Penelitian

 

PENJELASAN

 

     a. Kerangka Teori

 

1)       Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

 

2)       Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.

 

3)       Penulisan nama pengarang dalam [2]Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik.

 

4)       Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.

 

5)       Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.

 

6)       Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.

 

7)       Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.

 

8)       Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)

 

9)       Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

 

     b. Hipotesis Penelitian

     Jika penelitian bersifat korelasional maka:

 

1)       Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.

 

2)       Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.

 

3)       Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

 

3. METODE PENELITIAN

     a. Jenis Penelitian

     b. Peubah dan Pengukuran

     c. Populasi dan Sampel

     d. Metode Pengumpulan Data

     e. Metode Analisis

 

PENJELASAN

     a. Jenis Penelitian

     Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:

1)       Historis;

2)       Deskriptif;

3)       Perkembangan;

4)       Kasus dan penelitian lapangan;

5)       Korelasional;

6)       Kausal komparatif;

7)       Eksperimen murni;

8)       Eksperimen semu;

9)       Kaji tindak. 

 

1)       Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:

a)       Daya tarik permasalahan;

b)       Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;

c)       Tersedianya alat dan kondisi kerja;

d)       Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;

e)       Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;

f)         Resiko kegagalan.

 

2)       Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri.

 

b) Peubah dan Pengukuran

  • “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)

 

  • Peubah harus terukur

 

 

a)       Populasi dan Sampel

 

  • “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
  • “ Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)

 

b)       Metode Pengumpulan Data

         Metode pengumpulan data misalnya:

1)       “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.

2)       Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3)       Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

 

 

 e)  Metode Analisis

Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I

 

Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.

 

4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

     a. Penyajian Data

Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.

 

     b. Analisis Data dan Interpretasi

 

 

5. SIMPULAN DAN SARAN

     a. Simpulan

     b. Saran

 

PENJELASAN

 

1)       Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

 

2)       Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

 

 

Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.



Modul 8:

PROSES LAHIRNYA ILMU

 

 

 

1.1.      Manusia  Mencari  Kebenaran

               

Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common  sense)   dan dengan ilmu pengetahuan.

Letak  perbedaan  yang  mendasar  antara  keduanya  ialah  berkisar  pada  kata  “sistematik”  dan  “terkendali”.  Ada  lima  hal  pokok  yang  membedakan  antara  ilmu  dan  akal  sehat.  Yang  pertama,  ilmu  pengetahuan  dikembangkan  melalui  struktur-stuktur  teori,  dan  diuji  konsistensi  internalnya.  Dalam  mengembangkan  strukturnya,  hal  itu  dilakukan  dengan  tes  ataupun pengujian  secara  empiris/faktual.  Sedang  penggunaan  akal  sehat  biasanya  tidak.  Yang  kedua,  dalam  ilmu  pengetahuan,  teori  dan  hipotesis  selalu  diuji  secara  empiris/faktual.  Halnya  dengan  orang  yang  bukan  ilmuwan  dengan  cara  “selektif”.  Yang  ketiga,  adanya  pengertian  kendali  (kontrol)  yang  dalam  penelitian  ilmiah  dapat  mempunyai  pengertian  yang  bermacam-macam.  Yang  keempat,  ilmu  pengetahuan  menekankan  adanya  hubungan  antara  fenomena  secara  sadar  dan  sistematis.  Pola  penghubungnya tidak  dilakukan  secara  asal-asalan.  Yang  kelima,  perbedaan  terletak  pada  cara  memberi penjelasan  yang  berlainan  dalam  mengamati  suatu  fenomena.  Dalam  menerangkan  hubungan  antar  fenomena,  ilmuwan  melakukan  dengan  hati-hati  dan  menghindari  penafsiran  yang  bersifat  metafisis.  Proposisi  yang  dihasilkan  selalu  terbuka  untuk  pengamatan  dan  pengujian  secara  ilmiah.

 

 1.2 . Terjadinya  Proses  Sekularisasi  Alam          

Pada  mulanya  manusia  menganggap  alam  suatu  yang  sakral,  sehingga  antara  subyek  dan  obyek  tidak  ada  batasan.  Dalam  perkembangannya  sebagaimana  telah  disinggung  diatas  terjadi  pergeseran  konsep  hukum  (alam).  Hukum  didefinisikan  sebagai  kaitan-kaitan  yang  tetap  dan  harus  ada  diantara  gejala-gejala.  Kaitan-kaitan  yang  teratur  didalam  alam  sejak  dulu  diinterpretasikan  ke  dalam  hukum-hukum normative.  Disini  pengertian  tersebut  dikaitkan  dengan  Tuhan  atau  para  dewa  sebagai  pencipta  hukum  yang  harus  ditaati.  Menuju  abad  ke-16  manusia  mulai  meninggalkan  pengertian  hukum  normative  tersebut.  Sebagai  gantinya  muncullah  pengertian  hukum  sesuai  dengan  hukum  alam.  Pengertian  tersebut  berimplikasi  bahwa  terdapat  tatanan  di  alam  dan  tatanan  tersebut  dapat  disimpulkan  melalui  penelitian  empiris.  Para  ilmuwan  saat  itu  berpendapat  bahwa  Tuhan  sebagai  pencipta  hukum  alam  secara berangsur-angsur  memperoleh  sifat  abstrak  dan  impersonal.  Alam  telah  kehilangan  kesakralannya  sebagai  ganti  muncullah  gambaran  dunia  yang  sesuai  dengan  ilmu  pengetahuan  alam  bagi  manusia  modern  dengan  kemampuan  ilmiah  manusia  mulai  membuka  rahasia-rahasia alam.

 

 

 1.3.     Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran

Dalam  sejarah manusia,  usaha-usaha  untuk  mencari  kebenaran telah  dilakukan  dengan  berbagai  cara  seperti :

 

 1.3.1  Secara  kebetulan

Ada  cerita  yang  kebenarannya  sukar  dilacak  mengenai  kasus penemuan  obat  malaria  yang  terjadi  secara  kebetulan.  Ketika  seorang  Indian  yang  sakit  dan  minum  air  dikolam  dan  akhirnya  mendapatkan  kesembuhan.  Dan  itu  terjadi  berulang  kali  pada  beberapa  orang.  Akhirnya  diketahui  bahwa  disekitar  kolam  tersebut  tumbuh  sejenis  pohon  yang  kulitnya  bisa  dijadikan  sebagai  obat  malaria  yang  kemudian  berjatuhan  di  kolam  tersebut.  Penemuan  pohon  yang  kelak  dikemudian  hari  dikenal  sebagai  pohon  kina  tersebut  adalah  terjadi  secara  kebetulan  saja. 

 

 1.3.2. Trial  And  Error

 Cara  lain  untuk  mendapatkan  kebenaran  ialah  dengan  menggunakan  metode  “trial  and  error”  yang  artinya  coba-coba.  Metode  ini  bersifat  untung-untungan.  Salah  satu  contoh  ialah  model  percobaan  “problem  box”  oleh  Thorndike.  Percobaan  tersebut  adalah  seperti  berikut:  seekor  kucing  yang  kelaparan  dimasukkan  kedalam  “problem  box”—suatu  ruangan  yang  hanya  dapat  dibuka  apabila  kucing  berhasil  menarik  ujung tali  dengan  membuka  pintu.  Karena  rasa  lapar  dan  melihat  makanan  di  luar  maka  kucing  berusaha  keluar  dari  kotak  tersebut  dengan  berbagai  cara.  Akhirnya  dengan  tidak  sengaja  si  kucing  berhasil  menyentuh  simpul  tali  yang  membuat  pintu  jadi  terbuka  dan  dia  berhasil  keluar.  Percobaan tersebut  mendasarkan  pada  hal  yang  belum  pasti  yaitu  kemampuan  kucing  tersebut  untuk  membuka  pintu  kotak  masalah.

 

 1.3.3  Melalui  Otoritas

 Kebenaran  bisa  didapat  melalui  otoritas  seseorang  yang  memegang  kekuasaan,  seperti  seorang  raja  atau  pejabat  pemerintah  yang  setiap  keputusan  dan  kebijaksanaannya  dianggap  benar  oleh  bawahannya.  Dalam  filsafat  Jawa  dikenal  dengan  istilah  ‘Sabda  pendita ratu”  artinya  ucapan  raja  atau  pendeta  selalu  benar  dan  tidak  boleh  dibantah lagi.

 

 

 1.3.4.  Berpikir  Kritis/Berdasarkan  Pengalaman        

Metode  lain  ialah  berpikir  kritis  dan  berdasarkan  pengalaman. Contoh  dari  metode  ini  ialah  berpikir  secara  deduktif  dan  induktif.  Secara  deduktif  artinya  berpikir  dari  yang  umum  ke  khusus;  sedang  induktif  dari  yang  khusus  ke  yang  umum.  Metode  deduktif  sudah  dipakai  selama  ratusan  tahun  semenjak  jamannya  Aristoteles.

 

 1.3.5.  Melalui  Penyelidikan  Ilmiah

 Menurut  Francis  Bacon  Kebenaran  baru  bisa  didapat  dengan menggunakan  penyelidikan  ilmiah,  berpikir  kritis  dan  induktif.

Catatan  :

 Selanjutnya  Bacon  merumuskan  ilmu  adalah  kekuasaan.  Dalam  rangka  melaksanakan  kekuasaan,  manusia  selanjutnya  terlebih  dahulu  harus  memperoleh  pengetahuan  mengenai  alam  dengan  cara  menghubungkan  metoda  yang  khas,  sebab  pengamatan  dengan  indera  saja,  akan  menghasilkan  hal  yang  tidak  dapat  dipercaya.  Pengamatan  menurut  Bacon,  dicampuri  dengan  gambaran-gambaran  palsu  (idola):  Gambaran-gambaran  palsu  (idola)  harus  dihilangkan,  dan  dengan  cara  mengumpulkan  fakta-fakta  secara  telilti,  maka  didapat  pengetahuan  tentang  alam  yang  dapat  dipercaya.  Sekalipun  demikian  pengamatan  harus  dilakukan  secara  sistematis,  artinya  dilakukan  dalam  keadaan  yang  dapat  dikendalikan  dan  diuji  secara  eksperimantal  sehingga  tersusunlah  dalil-dalil  umum. Metode  berpikir  induktif  yang  dicetuskan  oleh  F. Bacon  selanjutnya  dilengkapi  dengan  pengertian  adanya  pentingnya  asumsi teoritis  dalam  melakukan  pengamatan  serta  dengan  menggabungkan  peranan  matematika  semakin  memacu  tumbuhnya  ilmu  pengetahuan  modern  yang  menghasilkan  penemuan-penemuan  baru,  seperti  pada  tahun  1609  Galileo  menemukan  hukum-hukum  tentang  planet,  tahun  1618  Snelius  menemukan  pemecahan  cahaya  dan  penemuan-penemuan  penting  lainnya  oleh  Boyle  dengan  hukum  gasnya,  Hygens  dengan  teori  gelombang  cahaya,  Harvey  dengan  penemuan  peredaran  darah,  Leuwenhock  menemukan  spermatozoide,  dan  lain-lain.

 

 

1.4.      Dasar-Dasar  Pengetahuan

Dalam  bagian  ini  akan  dibicarakan  dasar-dasar  pengetahuan yang  menjadi  ujung  tombak  berpikir  ilmiah.  Dasar-dasar  pengetahuan  itu  ialah  sebagai  berikut :

 

1.4.1. Penalaran

Yang  dimaksud  dengan  penalaran  ialah  Kegiatan  berpikir  menurut  pola  tertentu,  menurut  logika  tertentu  dengan tujuan  untuk  menghasilkan  penegtahuan.  Berpikir  logis  mempunyai  konotasi  jamak,  bersifat  analitis.  Aliran  yang  menggunakan  penalaran  sebagai  sumber  kebenaran  ini  disebut  aliran  rasionalisme  dan  yang  menganggap  fakta  dapat  tertangkap  melalui  pengalaman  sebagai  kebenaran  disebut  aliran  empirisme.

 

 

 

 1.4.2.  Logika  (Cara  Penarikan  Kesimpulan)

 Ciri  kedua  ialah  logika  atau  cara  penarikan  kesimpulan.  Yang  dimaksud  dengan  logika  sebagaimana  didefinisikan  oleh  William S.S  ialah  “pengkajian  untuk  berpikir  secara  sahih  (valid).

Dalam  logika  ada  dua  macam  yaitu  logika  induktif  dan  deduktif.  Contoh  menggunakan  logika  ini  ialah  model  berpikir  dengan  silogisma,  seperti  contoh  dibawah  ini :

Silogisma

§         Premis  mayor      :  semua  manusia  akhirnya  mati

§         Premis  minor       :  Amir  manusia

§         Kesimpulan           :  Amir  akhirnya  akan   mati

 

  1.5.    Sumber  Pengetahuan

Sumber  pengetahuan  dalam   dunia  ini  berawal  dari  sikap  manusia  yang  meragukan  setiap  gejala  yang  ada  di  alam  semesta  ini.  Manusia  tidak  mau  menerima  saja  hal-hal  yang  ada  termasuk  nasib  dirinya  sendiri.  Rene  Descarte  pernah  berkata “DE  OMNIBUS  DUBITANDUM”  yang  mempunyai  arti  bahwa  segala sesuatu  harus  diragukan.  Persoalan  mengenai  kriteria  untuk  menetapkan  kebenaran  itu  sulit  dipercaya.  Dari  berbagai  aliran  maka  muncullah  pula  berbagai  kriteria  kebenaran.

 

 1.6.  Kriteria  Kebenaran

 Salah  satu  kriteria  kebenaran  adalah  adanya  konsistensi  dengan  pernyataan  terdahulu  yang  dianggap  benar.  Sebagai  contoh  ialah  kasus  penjumlahan  angka-angka  tersebut  dibawah  ini

3      +  5  =  8

4      +  4  =  8

6      +  2  =  8

Semua  orang  akan  menganggap  benar  bahwa  3  +  5  =  8,  maka  pernyataan  berikutnya  bahwa  4  +  4  =  8  juga  benar,  karena  konsisten  dengan  pernyataan  sebelumnya.

Beberapa  kriteria  kebenaran  diantaranya  ialah

 

 1.6.1.  Teori  Koherensi   (Konsisten)

Yang  dimaksud  dengan  teori  koherensi  ialah  bahwa  suatu pernyataan  dianggap  benar  bila  pernyataan  itu  bersifat  koheren  dan  konsisten  dengan  pernyataan-pernyataan  sebelumnya  yang  dianggap  benar.  Contohnya  ialah  matematika  yang  bentuk  penyusunannya,  pembuktiannya  berdasarkan  teori  koheren.

 

 1.6.2.Teori  Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan)

Teori  korespondensi  dipelopori  oleh  Bertrand  Russel.  Dalam  teori  ini  suatu  pernyataan  dianggap  benar  apabila  materi  pengetahuan  yang  dikandung  berkorespondensi  dengan  objek  yang  dituju  oleh  pernyataan  tersebut.  Contohnya  ialah  apabila  ada  seorang  yang  mengatakan  bahwa  ibukota  Inggris  adalah  London,  maka  pernyataan  itu  benar.  Sedang  apabila  dia  mengatakan  bahwa  ibukota  Inggris  adalah  Jakarta,  maka  pernyataan  itu  salah;  karena  secara  kenyataan  ibukota  Inggris  adalah London  bukan  Jakarta.

 

 1.6.3. Teori  Pragmatis (Kegunaan di lapangan)

Tokoh  utama  dalam  teori  ini  ialah  Charles  S  Pierce.  Teori  pragmatis  mengatakan  bahwa  kebenaran  suatu  pernyataan  diukur  dengan  criteria  apakah  pernyataan  tersebut  bersifat  fungsional  dalam kehidupan  praktis. Kriteria  kebenaran  didasarkan  atas  kegunaan  teori  tersebut.  Disamping  itu  aliran  ini  percaya  bahwa  suatu  teori  tidak  akan  abadi,  dalam  jangka  waktu  tertentu  itu  dapat  diubah  dengan  mengadakan  revisi.

 

 1.7.  Ontologi (apa yang dikaji)

Ontologi  ialah  hakikat  apa  yang  dikaji  atau  ilmunya  itu  sendiri.  Seorang  filosof  yang  bernama  Democritus  menerangkan  prinsip-prinsip  materialisme  mengatakan  sebagai  berikut  :

Hanya  berdasarkan  kebiasaan  saja  maka  manis  itu  manis,  panas  itu  panas,  dingin  itu  dingin,  warna  itu  warna.  Artinya,  objek  penginderaan  sering  kita  anggap  nyata,  padahal  tidak  demikian.  Hanya  atom dan  kehampaan  itulah  yang  bersifat  nyata.  Jadi   istilah  “manis,  panas  dan  dingin”  itu  hanyalah  merupakan  terminology  yang  kita  berikan  kepada  gejala  yang  ditangkap  dengan  pancaindera.           

 

Ilmu  merupakan  pengetahuan  yang  mencoba  menafsirkan  alam  semesta  ini  seperti  adanya,  oleh  karena  itu  manusia  dalam  menggali  ilmu  tidak  dapat  terlepas  dari  gejala-gejala  yang  berada  didalamnya. Dan  sifat  ilmu  pengetahuan  yang  berfungsi  membantu  manusia  dalam  mememecahkan  masalah  tidak  perlu  memiliki  kemutlakan  seperti  agama  yang  memberikan  pedoman  terhadap  hal-hal  yang  paling  hakiki  dari  kehidupan  ini.  Sekalipun  demikian  sampai  tahap  tertentu  ilmu  perlu memiliki  keabsahan  dalam  melakukan generalisasi.  Sebagai  contoh,  bagaimana kita  mendefinisikan  manusia,  maka  berbagai  penegertianpun  akan  muncul pula.

Contoh  :  Siapakah  manusia  iu  ?  jawab  ilmu ekonomi  ialah  makhluk  ekonomi Sedang  ilmu  politik  akan  menjawab  bahwa  manusia  ialah  political  animal  dan  dunia  pendidikan  akan  mengatakan  manusia  ialah  homo  educandum.

 

 1.8  Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)

Yang  dimaksud  dengan  epistimologi  ialah  bagaimana  mendapatkan  pengetahuan  yang  benar.

Beberapa  hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam  mendapatkan  pengetahuan  ialah  :

1.      Batasan  kajian  ilmu  :  secara  ontologis  ilmu  membatasi  pada  Pengkajian   objek  yang  berada  dalam  lingkup  manusia.  tidak  dapat  mengkaji  daerah  yang  bersifat  transcendental (gaib/tidak nyata).

2.       Cara  menyusun   pengetahuan :  untuk  mendapatkan  pengetahuan  menjadi  ilmu  diperlukan  cara  untuk  menyusunnya  yaitu  dengan  cara  menggunakan  metode  ilmiah.

3.          Diperlukan  landasan  yang  sesuai  dengan  ontologis dan  aksiologis  ilmu  itu  sendiri

4.       Penjelasan  diarahkan  pada  deskripsi  mengenai  hubungan  berbagai  faktor  yang  terikat  dalam  suatu  konstelasi  penyebab timbulnya  suatu  gejala  dan  proses  terjadinya.

5.       Metode  ilmiah  harus  bersifat  sistematik  dan  eksplisit

6.       Metode  ilmiah  tidak  dapat  diterapkan  kepada  pengetahuan  yang  tidak  tergolong  pada  kelompok  ilmu   tersebut. (disiplin ilmu yang sama)

7.       Ilmu  mencoba  mencari  penjelasan  mengenai  alam  dan  menjadikan  kesimpulan  yang  bersifat  umum  dan  impersonal.

8.        Karakteristik  yang  menonjol  kerangka  pemikiran  teoritis :

a.      Ilmu  eksakta   :  deduktif,  rasio,  kuantitatif

b.      Ilmu  social     :  induktif,  empiris,  kualitatif 

 

 1.9.     Beberapa  Pengertian  Dasar

Konsep  :

Konsep  adalah  istilah  dan  definisi  yang  digunakan  untuk  menggambarkan  gejala  secara  abstrak,  contohnya  seperti  kejadian,  keadaan,  kelompok.  Diharapkan  peneliti  mampu  memformulasikan  pemikirannya  kedalam  konsep  secara  jelas  dalam  kaitannya  dengan  penyederhanaan  beberapa  masalah  yang  berkaitan  satu  dengan  yang  lainnya.

Dalam  dunia  penelitian  dikenal  dua  pengertian  mengenai  konsep,  yaitu  Pertama  konsep  yang  jelas  hubungannya  dengan  realita  yang  diwakili,  contoh :  meja,  mobil dll nya  Kedua  konsep  yang  abstrak hubungannya  dengan  realitas  yang  diwakili,  contoh :  kecerdasan,  kekerabatan,  dll nya.

 

Konstruk  :

Konstruk  (construct)  adalah  suatu  konsep  yang  diciptakan  dan  digunakan  dengan  kesengajaan  dan  kesadaran  untuk  tujuan-tujuan  ilmiah  tertentu.

 

Proposisi  :

Proposisi  adalah  hubungan  yang  logis  antara  dua  konsep.  Contoh :  dalam  penilitian  mengenai  mobilitas  penduduk,  proposisinya  berbunyi :  “proses  migrasi  tenaga  kerja  ditentukan  oleh  upah“  (Harris  dan  Todaro).

Dalam  penelitian  sosial  dikenal  ada  dua  jenis  proposisi;  yang  pertama  aksioma  atau  postulat,  yang  kedua  teorema.  Aksioma  ialah  proposisi  yang  kebenarannya  sudah  tidak  lagi  dalam  penelitian;  sedang  teorema  ialah  proposisi  yag  dideduksikan  dari  aksioma.

 

Teori  :

Salah  satu  definisi  mengenai  teori  ialah  serangkaian  asumsi,  konsep,  konstruk,  definisi  dan  proposisi  untuk  menerangkan  suatu  fenomena  secara  sisitematis  dengan  cara  merumuskan  hubungan  antar  konsep  (Kerlinger,  FN)

Definisi  lain  mengatakan  bahwa  teori  merupakan  pengetahuan  ilmiah  yang  mencakup  penjelasan  mengenai  suatu  faktor  tertentu  dari  satu  disiplin  ilmu.  Teori  mempunyai  beberapa  karakteristik  sebagai  berikut;

a.                 harus  konsisten  dengan  teori-teori  sebelumnya  yang        memungkinkan  tidak  terjadinya  kontraksi  dalam  teori  keilmuan     secara  keseluruhan.

b.                 harus  cocok  dengan  fakta-fakta  empiris,  sebab  teori  yang   bagaimanapun  konsistennya  apabila  tidak  didukung  oleh    pengujian  empiris  tidak  dapat  diterima  kebenarannya  secara  ilmiah.

c.                 Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :

1)         Model Based Theory,

Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.

 

2)                  Teori deduktif,

Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.

3)                  Teori induktif,

Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.

4)                  Teori fungsional

Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konspetualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori.

 

 

 

Logika  Ilmiah  :

            Gabungan  antara  logika  deduktif  dan  induktif  dimana  rasionalisme  dan  empirisme  bersama-sama  dalam  suatu  system  dengan  mekanisme  korektif.

 

Hipotesis  :

                 Hipotesis  adalah  jawaban  sementara  terhadap  permasalahan  yang  sedang  diteliti.  Hipotesis  merupakan  saran  penelitian  ilmiah  karena  hipotesis  adalah  instrumen  kerja  dari  suatu  teori  dan  bersifat  spesifik  yang  siap  diuji  secara  empiris.  Dalam  merumuskan  hipotesis  pernyataannya harus  merupakan  pencerminan  adanya  hubungan  antara  dua  variabel  atau  lebih.

            Hipotesis  yang  bersifat  relasional  ataupun  deskriptif  disebut  hipotesis  kerja  (Hk),  sedang  untuk  pengujian  statistik  dibutuhkan  hipotesis  pembanding  hipotesis  kerja  dan  biasanya  merupakan  formulasi  terbalik  dari  hipotesis  kerja.  Hipotesis  semacam  itu  disebut  hipotesis  nol  (Ho). 

 

Variabel  :

 

            Variabel  ialah  konstruk-konstruk  atau  sifat-sifat  yang  sedang  dipelajari.   Contoh :  jenis  kelamin,  kelas  sosial,  mobilitas  pekerjaan dll nya. Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (independent), variable tergantung (dependent), variable perantara (moderate), variable pengganggu (intervening) dan variable kontrol (control)

            Jika dipandang dari sisi  skala pengukurannya maka ada empat macam variabel:  nominal,  ordinal,  interval  dan  ratio.

 

Definisi  Operasional  :

            Yang  dimaksud  dengan  definisi  operasional  ialah  spesifikasi  kegiatan  peneliti  dalam  mengukur  atau  memanipulasi  suatu  variabel. 

Definisi  operasional  memberi  batasan  atau  arti  suatu  variabel  dengan  merinci  hal  yang  harus  dikerjakan  oleh  peneliti  untuk  mengukur  variabel  tersebut.

 

1.20.  Kerangka  Ilmiah

 

1)      Perumusan  masalah  :  pertanyaan  tentang  obyek  empiris     yang  jelas   batas-batasnya  serta  dapat  diidentifikasikan  faktor- faktor  yang  terkait  didalamnya.

2)      Penyusunan  kerangka  dalam  pengajuan  hipotesis:

a.                      Menjelaskan  hubungan  anatara  factor  yang  terkait

b.                      Disusun  secara  rasional

c.                      Didasarkan  pada  premis-premis  ilmiah

d.                      Memperhatikan  faktor-faktor  empiris  yang  cocok

3)      Pengujian  hipotesis  :

mencari  fakta-fakta  yang  mendukung  hipotesis

4)      Penarikan  kesimpulan

 

1.21.  Sarana  Berpikir  Ilmiah

bahasa

Yang  dimaksud  bahasa  disini  ialah bahasa  ilmiah  yang  merupakan  sarana  komunikasi  ilmiah  yang  ditujukan  untuk  menyampaikan  informasi  yang  berupa  pengetahuan,  syarat-syarat :

·         bebas  dari  unsur  emotif

·         reproduktif

·         obyektif

·         eksplisit

 

matematika 

Matematika  adalah  pengetahuan  sebagai  sarana  berpikir  deduktif  sifat

·         jelas,  spesifik  dan  informatif

·         tidak  menimbulkan  konotasi  emosional

·         kuantitatif

 

statistika

statistika  ialah  pengetahuan  sebagai  sarana  berpikir  induktif  sifat  : 

·                        dapat  digunakan  untuk  menguji  tingkat  ketelitian 

·                        untuk  menentukan  hubungan  kausalitas  antar  factor  terkait

 

1.22. Aksiologi (nilai Guna Ilmu)

 Aksiologi  ialah  menyangkut  masalah  nilai  kegunaan  ilmu.  Ilmu  tidak  bebas  nilai.  Artinya  pada tahap-tahap  tertentu  kadang  ilmu  harus  disesuaikan  dengan    nilai-nilai  budaya  dan  moral  suatu  masyarakat;  sehingga  nilai  kegunaan  ilmu  tersebut  dapat  dirasakan  oleh masyarakat  dalam  usahanya  meningkatkan  kesejahteraan  bersama,  bukan  sebaliknya  malahan  menimbulkan  bencana.

Contoh  kasus :  penelitian  di  Taiwan

Dampak   kemajuan  teknologi  moderen  telah  diteliti  dengan  model  penelitian  yang  terintegrasi,  khususnya  terhadap  masyarakat  dan  budaya.  Hasil  kemajuan  teknologi  di  Taiwan  telah  membawa  negara  itu  mengalami  “keajaiban  ekonomi”,  sekalipun  demikian  hasilnya  tidak  selalu  positif.  Kemajuan  tersebut  membawa  banyak  perubahan  kebiasaan,  tradisi  dan  budaya  di  Taiwan.  Berdasarkan  penelitian  tersebut  terdapat  lima  hal  yang  telah  berubah  selama  periode  perkembangan  teknologi  di  negara  tersebut  yaitu :

 

1.               Perubahan-perubahan  dalam  struktur  industri   berupa : meningkatnya  sektor  jasa  dan  peranan  teknologi  canggih  pada bidang  manufaktur.

2.               Perubahan-perubahan  dalam  sruktur  pasar  berupa :  pasar

3.               menjadi  semakin  terbatas,  sedang  pengelolaan  bisnis  menjadi  semakin  beragam.

4.               Perubahan-perubahan  dalam  struktur  kepegawaian  berupa :  tenaga  professional  yang  telah  terlatih  dalam  bidang  teknik menjadi  semakin  meningkat.

5.               Perubahan-perubahan  struktur  masyarakat  berupa :  Meningkatnya  jumlah  penduduk  usia  tua  dan  konsep  “keluarga  besar”  dalam proses  diganti  dengan  konsep  “keluarga  kecil”.

 

Perubahan-perubahan  dalam  nilai-nilai  sosial  berupa :  penghargaan  yang  lebih  tinggi  terhadap  keuntungan  secara  ekonomis  daripada  masalah-masalah  keadilan,  meningkatnya  kecenderungan  masyarakat  untuk  bersikap  individualistik.



Modul 9:

SKALA PENGUKURAN

 

Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal,

interval dan ratio.

 

9.1       Nominal

Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.

 

 9.2      Ordinal

Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,  tidak mengekspresikan jumlah.

 

9.3.      Interval

Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric.

 

 

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.

 

 9.4.     Ratio

Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.

 

Contoh:

Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.

 

 9.5.     Validitas

Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. Ada 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu:

 

a.                  Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.

 

b.                    Validitas Kosntruk (Construct Validity)

Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik.

 

c.                    Validitas Kriteria (Criterion Validity)

Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variable yang dirancang sebagai kriteria.

 

 9.6. Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.

 

 

 



Referensi

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.

·                 Cahyono, Bambang Tri 1996. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: Badan Penerbit IPWI.

·                 Dane, F.C. 1990. Research Methods. Brooks/Cole Publishing Company. Belmont California.

Djunaedi, Achmad. 2000. “Pengantar: Apakah Penelitian Itu?”. http://intranet.ugm.ac.id/~adjunaedi/Support/Materi/METLITI/a01metlitpengantar.pdf

·                 Hempel, Carl Gustav. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Penerjemah Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

·                 Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogayakarta: BPFEE.

·                 Juliandi, Azuar. 2002. “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis”. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol. 02 No. 02 Oktober. 

·                 Kerlinger, Fred N. 2000. AsasAsas Penelitian Behavioural. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.  

Miles, M.B. dan Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang MetodeMetode Baru. UIPress. Jakarta.

·                 Nazir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

·                 Rangkuti, Fredy. 2001. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia.

·                 Sarwono, J. 2003. “Perbedaan Dasar antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif“. http://www.w3.org/TR/REChtml40. Dikunjungi 13 Juli 2003.

·                 Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

———2004. “Pemilihan Topik dan Variabel Penelitian, serta Teknik Perumusan Masalah”. Kumpulan Materi Penataran dan Lokakarya Training of Traininer Metodologi Penelitian PTN dan PTS di Jakarta, 2630 April 2004.

·                 Supranto, J. 1997. Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Trochim, William M. 2002. “Philosophy of Research”. http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm. Dikunjungi 13 September 2003.

 

 



1 APAKAH PENELITIAN ITU

2 RAGAM PENELITIAN

3 UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN

4 PERUMUSAN PERMASALAHAN

5 PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA

[1] Biro Pusat Statistik = BPS

[2] Endnotes atau Footnotes ditulis jika pada pedoman penulisan diharuskan demikian.

Metodologi Penelitian

Filed under: Jurnal

Kumpulan bahan kuliah

Metodologi Penelitian

 

DAFTAR ISI

 

Modul 1:

PENGANTAR:

APAKAH PENELITIAN

ITU?

 

Modul 2:

RAGAM PENELITIAN

 

Modul 3:

UNSUR-UNSUR

PROPOSAL PENELITIAN

 

Modul 4:

PERUMUSAN

PERMASALAHAN

 

Modul 5:

PENULISAN

TINJAUAN PUSTAKA

 



1 Modul 1:

APAKAH PENELITIAN ITU?

 

Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa—terutama mahasiswa pascasarjana—yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang satu dengan yang lain. Dapat saja, sesuatu yang dulunya dikenali sebagai penelitian ternyata bukan, dan beberapa konsep yang salah tentunya harus dibuang dan diganti konsep yang benar.

Pada dasarnya, manusia selalu ingin tahu dan ini mendorong manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Salah satu cara untuk mencari jawaban adalah dengan mengadakan penelitian. Cara lain yang lebih mudah, tentunya, adalah dengan bertanya pada seseorang atau “bertanya” pada buku—tapi kita tidak selalu dapat mendapat jawaban, atau kita mungkin mendapatkan jawaban tapi tidak meyakinkan.

Pengertian penelitian sering dicampuradukkan dengan: pengumpulan data atau informasi, studi pustaka, kajian dokumentasi, penulisan makalah, perubahan kecil pada suatu produk, dan sebagainya. Kata penelitian atau riset sering dikonotasikan dengan bekerja secara eksklusif menyendiri di laboratorium, di perpustakaan, dan lepas dari kehidupan sehari-hari.

Menjadi tujuan bab ini untuk menjelaskan pengertian penelitian dan membedakannya dengan hal-hal yang bukan penelitian. Pengertian penelitian yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita.

Mirip dengan pengertian di atas, Dane (1990: 4) menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia. Seperti disebutkan di atas, mungkin di masa lalu, kita mendapatkan banyak konsep (pengertian) tentang penelitian, yang sebagian daripadanya merupakan konsep yang salah. Untuk memperjelas hal tersebut, di bawah ini dikaji pengertian yang “salah” tentang penelitian (menurut kita—kaum akademisi).

 

Pengertian yang salah tentang Penelitian

Secara umum, berdasar konsep-konsep yang “salah” tentang penelitian, maka perlu digarisbawahi empat pengertian sebagai berikut:

(1)   Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)

(2)   Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain

(3)   Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi

(4)   Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.

 

Lebih lanjut kesalahan pengertian tersebut dijelaskan di bawah ini.

1.      Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)

Pernah suatu ketika, seorang mahasiswa mengajukan usul (proposal) penelitian untuk “meneliti” sudut kemiringan sebuah menara pemancar TV di kotanya. Ia mengusulkan untuk menggunakan peralatan canggih dari bidang keteknikan untuk mengukur kemiringan menara tersebut. Meskipun peralatannya canggih, tetapi yang ia lakukan sebenarnya hanyalah suatu survei (pengumpulan data/informasi) saja, yaitu mengukur kemiringan menara tersebut, dan survei itu bukan penelitian (tapi bagian dari suatu penelitian). Para siswa suatu SD kelas 4 diajak gurunya untuk melakukan “penelitian” di perpustakaan. Salah seorang siswa mempelajari tentang Columbus dari beberapa buku. Sewaktu pulang ke rumah, ia melapor kepada ibunya bahwa ia baru saja melakukan penelitian tentang Columbus. Sebenarnya, yang ia lakukan hanya sekedar mengumpulkan informasi, bukan penelitian. Mungkin gurunya bermaksud untuk mengajarkan keahlian mencari informasi dari pustaka (reference skills).

 

2.      Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain

Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah makalah tugas “penelitian” tentang teknik -teknik pembangunan bangunan tinggi di Jakarta. Ia telah berhasil mengumpulkan banyak artikel dari suatu majalah konstruksi bangunan dan secara sistematis melaporkannya dalam makalahnya, dengan disertai teknik acuan yang benar. Ia mengira telah melakukan suatu penelitian dan menyusun makalah penelitian. Sebenarnya, yang ia lakukan hanyalah: mengumpulkan informasi/data, merakit kutipan-kutipan pustaka dengan teknik pengacuan yang benar. Untuk disebut sebagai penelitian, yang dikerjakannya kurang satu hal, yaitu: interpretasi data. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain menambahkan misalnya: “Fakta yang terkumpul menunjukkan indikasi bahwa faktor x dan y sangat mempengaruhi cara pembangunan bangunan tinggi di Jakarta”. Dengan demikian, ia bukan hanya memindahkan informasi/data/fakta dari artikel majalah ke makalahnya, tapi juga menganalis informasi/data/fakta sehingga ia mampu untuk menyusun interpretasi terhadap informasi/data/fakta yang terkumpul tersebut.

 

3.      Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi

Seorang Menteri menyuruh stafnya untuk memilihkan empat buah kotamadya (di wilayah Indonesia bagian timur) yang memenuhi beberapa kriteria untuk diberi bantuan pembangunan prasarana dasar perkotaan. Stafnya tersebut berpikir bahwa ia harus melakukan “penelitian”. Ia kemudian pergi ke Kantor Statistik, membongkar arsip/dokumen statistik kotamadya -kotamadya yang ada di wilayah IBT tersebut. Dengan membandingkan data statistik yang terkumpul dengan kriteria yang diberi oleh Menteri, ia berhasil memilih empat kotamadya yang paling memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Staf tersebut melaporkan hasil “penelitiannya” ke Menteri. Sebenarnya yang dilakukan oleh staf tersebut hanyalah mencari data (data searching, rummaging) dan mencocokknnya (matching) dengan kriteria , dan itu bukan penelitian.

 

 

 

4.       Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian

Kata “…penelitian” sering dipakai oleh surat kabar, majalah populer, dan iklan untuk menarik perhatian (“mendramatisir”). Misalnya, berita di surat kabar: “Presiden akan melakukan penelitian terhadap Pangdam yang ingin ‘mreteli’ kekuasaan Presiden”. Contoh lain: berita “Semua anggota DPRD tidak perlu lagi menjalani penelitian khusus (litsus)”. Contoh lain lagi: “Produk ini merupakan hasil penelitian bertahun-tahun” (padahal hanya dirubah sedikit formulanya dan namanya diganti agar konsumen tidak bosan).

 

Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian

Pengertian yang benar tentang penelitian sebagai berikut, menurut Leedy (1997: 5): Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.

Proses tersebut, yang sering disebut sebagai metodologi penelitian, mempunyai delapan macam karakteristik:

1)      Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.

2)      Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.

3)      Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.

4)      Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.

5)      Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.

6)      Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.

7)      Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.

8)      Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,

 

seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

 

Macam Tujuan Penelitian

Seperti dijelaskan di atas, penelitian berkaitan dengan pertanyaan atau keinginan tahu manusia (yang tidak ada hentinya) dan upaya (terus menerus) untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan demikian, tujuan terujung suatu penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penelitian tersebut. Tujuan dapat beranak cabang yang me ndorong penelitian lebih lanjut. Tidak satu orangpun mampu mengajukan semua pertanyaan, dan demikian pula tak seorangpun sanggup menemukan semua jawaban bahkan hanya untuk satu pertanyaan saja. Maka, kita perlu membatasi upaya kita dengan cara membatasi tujuan penelitian. Terdapat bermacam tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:

1)      eksplorasi (exploration)

2)      deskripsi (description)

3)      prediksi (prediction)

4)      eksplanasi (explanation) dan

5)      aksi (action).

Penjelasan untuk tiap macam tujuan diberikan di bawah ini. Tapi perlu kita ingat bahwa penentuan tujuan, salah satunya, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengethaun yang terkait dengan permasalahan yang kita hadapi (“state of the art”). Misal, bila masih “samarsamar”, maka kita perlu bertujuan untuk menjelajahi (eksplorasi) dulu. Bila sudah pernah dijelajahi dengan cukup, maka kita coba terangkan (deskripsikan) lebih lanjut.

 

 

 

1.      Eksplorasi

Seperti disebutkan di atas, bila kita ingin menjelajahi (mengeksplorasi) suatu topik (permasalahan), atau untuk mulai memahami suatu topik, maka kita lakukan penelitian eksplorasi. Penelitian esplorasi (menjelajah) berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Penelitian yang mempunyai tujuan seperti ini dip akai untuk menjawab bentuk pertanyaan “Apakah X ada/terjadi?”. Contoh penelitian sederhana (dalam ilmu sosial): Apakah laki-laki atau wanita mempunyai kcenderungan duduk di bagian depan kelas atau tidak? Bila salah satu pihak atau keduanya mempunyai kecend erungan itu, maka kita mendapati suatu fenomena (yang mendorong penelitian lebih lanjut). Penelitian eksplorasi dapat juga sangat kompleks. Umumnya, peneliti memilih tujuan eksplorasi karena tuga macam maksud, yaitu: (a) memuaskan keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih memahami, (b) menguji kelayakan dalam melakukan penelitian/studi yang lebih mendalam nantinya, dan (c) mengembangkan metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam. Hasil penelitian eksplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap tidak memuaskan. Kekurang-puasan terhadap hasil penelitian ini umumnya terkait dengan masalah sampling (representativeness)—menurut Babbie 1989: 80. Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti “pembukaan jalan”, sehingga setelah “pintu terbuka lebar-lebar” maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari “ruang di balik pintu yang telah terbuka” tadi.

 

 

2.       Deskripsi

Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. Sebagai contoh, meneruskan contoh pada bahasan penelitian eksplorasi di atas, yaitu misal: ternyata wanita lebih cenderung duduk di bagian depan kelas daripada laki-laki, maka penelitian lebih lanjut untuk lebih memerinci: misalnya, apa batas atau pengertian yang lebih tegas tentang “bagian depan kelas”? Apakah duduk di muka tersebut berkaitan dengan macam mata pelajaran? tingkat kemenarikan guru yang mengajar? ukuran kelas? Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu obyek, seseorang, atau suatu kejadian pada waktu data dikumpulkan, dan ciri khas tersebut mungkin berubah dengan perkembangan waktu. Tapi hal ini bukan berarti hasil penelitian waktu lalu tidak berguna, dari hasil-hasil tersebut kita dapat melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa.

 

3.      Prediksi

Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y). Prediksi sering kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan skor minimal tertentu—yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).

 

4.      Eksplanasi

Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi (menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya, “mengapa” suatu kota tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tinggi dari kota-kota tipe lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanya dijelaskan bahwa tingkat kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi tidak dijelaskan “mengapa” (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.

 

5.      Aksi

Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya). Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.

 

 

Hubungan Penelitian dengan Perancangan

Hasil penelitian, antara lain berupa teori, disumbangkan ke khazanah ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu yang ada di khazanah tersebut dimanfaatkan oleh para perancang/perencana/pengembang untuk melakukan kegiatan dalam bidang keahliannya.

Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.



2Modul 2:

RAGAM PENELITIAN

 

Penelitian itu bermacam-macam ragamnya. Dalam bab “Pengantar: Apakah Penelitian Itu?” telah dibahas macam penelitian dilihat dari macam tujuannya, maka dalam bab ini ragam (variasi) penelitian dilihat dari:

1)      macam bidang ilmu

2)      macam pembentukan ilmu

3)      macam bentuk data

4)      macam paradigma keilmuan yang dianut

5)      macam strategi (esensi alamiah data, proses pengumpulan dan pengolahan data)

6)      lain-lain.

 

Selain itu, sebetulnya masih banyak ragam penelitian dilihat dari segi lainnya, tapi dalam bab

ini tidak akan dibahas—karena tidak berkaitan dengan program studi kuliah ini.

 

Ragam Penelitian menurut Bidang Ilmu

Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi.

Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Oleh para perancang teknik, misalnya, ilmu terapan dan ilmu dasar dimanfaatkan untuk membuat rancangan keteknikan (misal: rancangan bangunan). Tentu saja, dalam merancang, para ahli teknik bangunan tersebut juga mempertimbangkan hal-hal lain, misalnya: keindahan, biaya, dan sentuhan budaya. Catatan: Suriasumantri (1978: 29) menamakan penelitian dasar tersebut di atas sebagai “penelitian murni” (penelitian yang berkaitan dengan “ilmu murni”, contohnya: Fisika teori).

Pada perkembangan keilmuan terbaru, sering sulit menngkatagorikan ilmu dasar dibedakan dengan ilmu terapan hanya dilihat dari fakultasnya saja. Misal, di Fakultas Biologi dikembangkan ilmu biologi teknik (biotek), yang mempunyai ciri-ciri ilmu terapan karena sangat dekat dengan penerapan ilmunya ke praktek nyata (perancangan produk). Demikian juga, dulu Ilmu Farmasi dikatagorikan sebagai ilmu dasar, tapi kini dimasukkan sebagai ilmu terapan karena dekat dengan terapannya di bidang industri. Karena makin banyaknya hal-hal yang masuk pertimbangan ke proses perancangan/perencanaan, selain ilmu-ilmu dasar dan terapan, produk-produk perancangan/perencanaan dapat menjadi obyek penelitian. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian evaluasi (evaluation research) karena mengkaji dan mengevaluasi produk-produk tersebut untuk menggali pengetahuan/teori “yang tidak terasa” melekat pada produk-produk tersebut (selain ilmu-ilmu dasar dan terapan yang sudah ada sebelumnya).

Bila tidak melihat apakah penelitian dasar atau terapan, maka macam penelitian menurut bidang ilmu dapat dibedakan langsung sesuai macam ilmu. Contoh: penelitian pendidikan, penelitian keteknikan, penelitian ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 11).

 

 

Ragam Penelitian menurut Pembentukan Ilmu

Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23). Setelah suatu teori lebih mantap (dengan penelitian deduktif) manusia secara alamiah ingin tahu lebih banyak lagi atau lebih rinci, maka dilakukan lagi penelitian induktif, dan seterusnya beriterasi sehingga khazanah ilmu pengetahuan semakin bertambah lengkap. Secara lebih jelas, penelitian deduktif dilakukan berdasar logika deduktif, dan penelitian induktif dilaksanakan berdasar penalaran induktif (Leedy, 1997: 94-95). Logika deduktif dimulai dengan premis mayor (teori umum); dan berdasar premis mayor dilakukan pengujian terhadap sesuatu (premis minor) yang diduga mengikuti premis mayor tersebut. Misal, dulu kala terdapat premis mayor bahwa bumi berbentuk datar, maka premis minornya misalnya adalah bila kita berlayar terus menerus ke arah barat atau timur maka akan sampai pada tepi bumi. Kelemahan dari logika deduktif adalah bila premis mayornya keliru.

Kebalikan dari logika deduktif adalah penalaran induktif. Penalaran induktif dimulai dari observasi empiris (lapangan) yang menghasilkan banyak data (premis minor). Dari banyak data tersebut dicoba dicari makna yang sama (premis mayor)—yang merupakan teori sementara (hipotesis), yang perlu diuji dengan logika deduktif.

 

Ragam Penelitian menurut Bentuk data (kuantitatif atau kualitatif)

Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik). Meskipun demikian, kadang dilakukan upaya kuantifikasi terhadap data kualitatif menjadi data kuantitatif. Misal, persepsi dapat diukur dengan membubuhkan angka dari 1 sampai 5.

Penelitian yang datanya berupa data kualitatif disebut penelitian kuantitatif. Dalam penelitian seperti itu, sering dipakai statistik atau pemodelan matematik. Sebaliknya, penelitian yang mengolah data kualitatif disebut sebagai penelitian kualitatif. Berkaitan dengan macam paradigma (positivisme, rasionalisme, fnomenologi) yang dibahas di bagian berikut, macam penelitian dapat dikombinasikan, misal: penelitian rasionalisme kuantitatif, penelitian rasionalisme kualitatif (misal: penelitian yang mengkait pola kota atau pola desain bangunan).

 

 

Ragam Penelitian menurut Paradigma Keilmuan

Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dalam beberapa sudut pandang (a) sumber kebenaran/teori, dan (2) teori yang dihasilkan dari penelitian. Dari sudut pandang sumber kebenaran, paradigma positivisme percaya bahwa kebenaran hanya bersumber dari empiri sensual, yaitu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, sedangkan paradigma rasionalisme percaya bahwa sumber kebenaran tidak hanya empiri sensual, tapi juga empiri logik (pikiran: abstraksi, simplifikasi), dan empiri etik (idealisasi realitas). Paradigma fenomenologi menambah semua empiri yang dipercaya sebagai sumber kebenaran oleh rasionalisme dengan satu lagi yaitu empiri transcendental (keyakinan; atau yang berkaitan dengan Ke-Tuhan-an). Dari pandangan teori yang dihasilkan, penelitian dengan berbasis paradigma positivisme atau rasionalisme, keduanya menghasilkan sumbangan kepada khazanah ilmu nomotetik (prediksi dan hukum-hukum dari generalisasi). Di lain pihak, penelitian berbasis fenomenologi tidak berupaya membangun ilmu dari generalisasi, tapi ilmu idiografik (khusus berlaku untuk obyek yang diteliti). Sering ditanyakan manfaat dari ilmu yang berlaku local dibandingkan ilmu yang berlaku umum (general). Keduanya saling melengkapi, karena ilmu lokal menjelaskan kekhasan obyek dibandingkan yang umum. Misal, kini sedang berkembang ilmu tentang ASEAN (ASEAN studies). Manfaat dari ilmu semacam ini dapat dicontohkan sebagai berikut: di negara barat, banyak orang ingin berdagang di ASEAN; agar berhasil baik, mereka perlu mempelajari tatacara/kebiasaan/kultur berdagang di ASEAN, maka mereka mempelajari ilmu lokal yang menjelaskan perbedaan tatacara perdagangan di kawasan tersebut dibanding tatacara perdagangan yang umum di dunia.

Untuk lebih menjelaskan perbedaan antar ketiga macam penelitian berbasis tiga macam paradigma yang berbeda tersebut, di bawah ini (lihat Tabel Ragam-1)satu per satu dibahas lebih lanjut, terutama dari (a) kerangka teori sebagai persiapan penelitian, (b) kedudukan obyek dengan lingkungannya, (c) hubungan obyek dan peneliti, dan (d) generalisasi hasil—sumber: Muhadjir (1990).

 

 

 

 

Ragam Penelitian menurut Strategi (Opini, Empiris, Arsip, Logika internal)

Buckley dkk. (1976: 23) menjelaskan arti metodologi, strategi, domain, teknik, sebagai berikut:

1)      Metodologi merupakan kombinasi tertentu yang meliputi strategi, domain, dan teknik yang dipakai untuk mengembangkan teori (induksi) atau menguji teori (deduksi).

2)      Strategi terkait dengan sifat alamiah yang esensial dari data dan proses data tersebut dikumpulkan dan diolah.

3)      Domain berkaitan dengan sumber data dan lingkungannya.

4)      Teknik terkait dengan alat pengumpulan dan pengolahan data. Teknik dibedakan dua macam, yaitu:

a)      Teknik “formal” merupakan teknik yang diterapkan secara obyektif dan menggunakan data kuantitatif.

b)      Teknik “informal” merupakan teknik yang diterapkan secara subyektif dan menggunakan data kualitatif.

 

Secara lebih sederhana, dapat dikatakan bahwa strategi berkaitan dengan “cara” kita melakukan pengembangan atau pengujian teori. Berkaitan dengan strategi, ragam penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yaitu penelitian: (1) opini, (2) empiris, (3) kearsipan, dan (4) analitis.

1.      Penelitian Opini

Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual). Terdapat banyak ragam metode/teknik yang dapat dipakai untuk penelitian opini perorangan, salah satunya yang populer dan formal adalah: metode penelitian survei (survey research)1. Selain itu, penjaringan persepsi perorangan yang informal dapat dilakukan dengan teknik wawancara. Untuk mengumpulkan opini kelompok, secara formal, dapat dipakai metode Delphi. Metode ini dilakukan terhadap kelompok pakar, untuk mengembangkan konsensus—atau tidak adanya konsensus—dengan menghindari pengaruh opini antar pakar2. Teknik informal untuk menggali opini kelompok dapat dilakukan antara lain dengan curah gagas (brainstorming)3. Cara ini dilakukan dengan (a) menfokuskan pada satu masalah yang jelas, (b) terima semua ide, tanpa disangkal, tanpa melihat layak atau tidak, dan (c) katagorikan ide-ide tersebut.

 

2.      Penelitian Empiris

Empiris terkait dengan observasi atau kejadian yang dialami sendiri oleh peneliti. Penelitian empiris dapat dibedakan dalam tiga macam bentuk, yaitu: studi kasus, studi lapangan, dan studi laboratorium. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dari dua sudut pandang, yaitu: (a) keberadaan rancangan eksperimen, dan (b) keberadaan kendali eksperimen—seperti terlihat pada tabel berikut:

 

 

Teknik observasi merupakan teknik yang dapat dipakai untuk ketiga macam penelitian empiris di atas. Selain itu, untuk studi lapangan dapat dipakai teknik studi waktu dan gerak (time and motion study), misal dibantu dengan peralatan kamera video, TV sirkuit rertutup, atau alat “penangkap” kejadian (sensor) dan perekam yang lain. Untuk studi laboratorium dapat dilakukan antara lain dengan simulasi (misal dengan komputer).

 

3.      Penelitian Kearsipan

“Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik. Dua tipe yang pertama berkaitan dengan arsip tertulis, tape, dan bentuk -bentuk lain dokumentasi. Arsip primer adalah rekaman fakta langsung oleh perekamnya (misal: data perkantoran), sedangkan arsip sekunder merupakan hasil rekaman orang/pihak lain. Tipe ketiga, yaitu arsip fisik, dapat berupa batu candi, jejak kaki, dan sebagainya. Teknik informal dalam penelitian ini berupa antara lain: scanning dan observasi.

Teknik formal untuk arsip tertulis primer dapat dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Terhadap arsip sekunder dapat dilakukan teknik sampling, sedangkan terhadap arsip fisik dapat dilakukan antara lain dengan pengukuran erosi dan akresi (untuk penelitian arkeologi).

 

4.      Penelitian Analitis

Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian tersebut perlu dipecahkan secara analitis, yaitu dilakukan dengan cara memecah problema menjadi sub-sub problema (atau variabel-variabel) dan dicari karakteristik tiap sub problema (variabel) dan keterkaitan antar sub problema (variabel). Penelitian analitis sangatmenggantungkan diri pada logika internal penelitinya, sehingga subyektivitas peneliti perlu dihindari. Untuk itu, penelitian analitis perlu mendasarkan diri pada filsafat atau logika. Terdapat berbagai teknik formal dalam penelitian analitis, antara lain: logika matematis, pemodelan matematis, dan teknik organisasi formal (flowcharting, analisis jaringan, strategi pengambilan keputusan, algoritma, heuristik). Catatan: Riset operasi merupakan pengembangan dari penelitian analitis. Teknik informal untuk penelitian analitis meliputi antara lain: skenario, dialektik, metode dikotomus, metode teralogis—lihat Buckley dkk. (1976: 27).

 

Ragam Penelitian menurut Lain-lain

Dalam literatur terdapat banyak ragam penelitian menurut berbagai sudut pandang, dan tidak semua ragam dapat dibahas disini. Pembahasan lain-lain hanya akan melihat ragam penelitian bersumber dari tiga pustaka, yaitu buku Arikunto (1998), Suryabrata (1983)4, dan Yin (1989)5.

1.      Ragam Penelitian menurut pendekatan—sumber: Arikunto (1998: 9-10)

a.        Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu)

b.        Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (cross-sectional—yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).

2.      Ragam Penelitian—sumber: Suryabrata (1983: 15-64)

a.        Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)

b.        Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu)

c.        Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu)

d.        Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek)

e.        Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi)

f.          Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali)

g.        Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian)

h.        Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding)

i.          Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).

 

 

Ragam Penelitian & Syarat penelitian

Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. Sering pula untuk satu pengertian yang sama tapi diberi istilah yang berbeda. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat:

1)      SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan

2)      OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)

 

Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis,

dan jujur.



3Modul 3:

UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN

 

Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.

Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsure unsure proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur –unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur—yang dianggap terpenting—diberikan pada bab-bab tersendiri.

 

Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya

Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut

pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):

1)      Judul

2)      Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)

3)      Tujuan dan Lingkup penelitian

4)      Tinjauan Pustaka

5)      Landasan Teori

6)      Hipotesis

7)      Cara penelitian

8)      Jadwal penelitian

9)      Daftar Pustaka

10)  Lampiran

 



Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:

 

 

Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral” keterkaitan

unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.

 

Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan

Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan

(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.

 

Judul proposal penelitian

Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: “Di Balik Kegelapan Malam”. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi “Novel tentang di balik kegelapan malam”. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.

 

 

 

Latar belakang

Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?

Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.

 

Rumusan pe rmasalahan

Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.

 

Keaslian penelitian

Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).

 

Faedah yang diharapkan

Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?

 

Tujuan dan Lingkup Penelitian

Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan—dilihat dari pandangan tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; 8) mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.

 

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.

Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).

 

Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.

 

Landasan Teori dan Hipotesis

Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..

Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.

Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:

a)      dirumuskan secara singkat tapi jelas;

b)      dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;

c)      didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).

 

Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian

Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:

1)      ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak”

1)      penelitian)—lihat bab “Ragam Penelitian”;

2)      variabel-variabel yang diteliti;

3)      sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);

4)      instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);

5)      cara pengumpulan data atau survei;

6)      cara pengolahan dan analisis data.

Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.

 

 

 

Daftar Pustaka dan Lampiran

Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.

 

Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.

 

Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian

Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu terlihat pada tabel di bawah ini:

 

 



4Modul 4:

PERUMUSAN PERMASALAHAN

 

 

Setelah peneliti menentukan bidang penelitian (problem area) yang diminatinya, kegiatan berikutnya adalah menemukan permasalahan (problem finding atau problem generation). Penemuan permasalahan merupakan salah satu tahap penting dalam penelitian. Situasinya jelas: bila permasalahan tidak ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilakukan. Pentingnya penemuan permasalahan juga dinyatakkan oleh ungkapan: “Berhasilnya perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian”. Penemuan permasalahan juga  merupakan tes bagi suatu bidang ilmu; seperti diungkapkan oleh Mario Bunge (dalam : Buckley dkk., 1976, 14) dengan pernyataan: “Kriteria terbaik untuk menjajagi apakah suatu disiplin ilmu masih hidup atau tidak adalah dengan memastikan apakah bidang ilmu tersebut masih mampu menghasilkan permasalahan . . . . Tidak satupun permasalahan akan tercetus dari bidang ilmu yang sudah mati”. Permasalahan yang ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan ke dalam suatu pernyataan (problem statement). Dengan demikian, pembahasan isi bab ini akan dibagi menjadi dua bagian: (1) penemuan permasalahan, dan (2) perumusan permasalahan.

 

Penemuan Permasalahan

Kegiatan untuk menemukan permasalahan biasanya didukung oleh survai ke perpustakaan untuk menjajagi perkembangan pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti, terutama yang diduga mengandung permasalahan. Perlu dimengerti, dalam hal ini, bahwa publikasi berbentuk buku bukanlah informasi yang terbaru karena penerbitan buku merupakan proses yang memakan waktu cukup lama, sehingga buku yang terbit—misalnya hari ini—ditulis sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Perkembangan pengetahuan terakhir biasanya dipublikasikan sebagai artikel dalam majalah ilmiah; sehingga suatu (usulan) penelitian sebaiknya banyak mengandung bahasan tentang artikel-artikel (terbaru) dari majalah-majalah (jurnal) ilmiah bidang yang diteliti. Kegiatan penemuan permasalahan, seperti telah disinggung di atas, didukung oleh survai ke perpustakaan untuk mengenali perkembangan bidang yang diteliti. Pengenalan ini akan menjadi bahan utama deskripsi “latar belakang permasalahan” dalam usulan penelitian. Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. Sutrisno Hadi (1986, 3) mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan “ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya”. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mudah menemukan permasalahan dari bidang yang ditekuninya; dan seringkali peneliti tersebut menemukan permasalahan secara “naluriah”; tidak dapat menjelaskan bagaimana cara menemukannya. Cara-cara menemukan permasalahan ini, telah diamati oleh Buckley dkk. (1976) yang menjelaskan bahwa penemuan permasalahan dapat dilakukan secara “formal’ maupun ‘informal’. Cara formal melibatkkan prosedur yang menuruti metodologi tertentu, sedangkan cara informal bersifat subjektif dan tidak “rutin”. Dengan demikian, cara formal lebih baik kualitasnya dibanding cara informal. Rincia n cara-cara yang diusulkan Buckley dkk. dalam kelompol formal dan informal terlihat pada gambar di bawah ini.

 

 

Bukley dkk., (1976:16-27) menjelaskan cara-cara penemuan permasalahan—baik formal maupun informal—sebagai diuraikan di bagian berikut ini. Setelah permasalahan ditemukan, kemudian perlu dilakukan pengecekan atau evaluasi terhadap permasalahan tersebut— sebelum dilakukan perumusan permasalahan.

 

Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan

Cara-cara formal (menurut metodologi penelitian) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1)      Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.

2)      Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Contoh permasalahan yang ditemukan dengan cara analogi ini, misalnya: “apakah Proses perancangan perangkat lunak komputer dapat diterapkan pada proses perancangan arsitektural” (seperti diketahui perencanaan perusahaan dan perencanaan arsitektural mempunyai kesamaan dalam hal sifat pembuatan keputusannya yang Judgmental).

3)      Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Tujuan cara ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kemantapan suatu teori. Misal suatu teori menyatakan “ada korelasiyang signifikan antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya” dapat direnovasi menjadi permasalahan “seberapa korelasi antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya dengan tingkat pendidikan penghuni yang berbeda”. Dalam contoh di atas, kondisi yang “umum” diganti dengan kondisi tingkat pendidikan yang berbeda.

4)      Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.

5)      Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.

6)      Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.

7)      Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.

8)      Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan “mengumpulkannya” untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.

 

Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan

Cara-cara informal (subyektif) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1)      Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas. Bila kemudian, dasar-dasar atau latar belakang permasalahan dapat dijelaskan, maka penelitian dapat diteruskan secara alamiah. Perlu dimengerti bahwa naluri merupakan fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. Naluri, menurut Buckley, dkk., (1976, 19), merupakan alat yang berguna dalam proses penemuan permasalahan.

2)      Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Misal: fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis dapat dikaitkan untuk mencetuskan  permasalahan – misal: seperti apakah pola dasar pendaya – gunaan komputer dalam proses perancangan arsitektural.

3)      Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Misal, terdapat konsensus bahwa kemiskinan bukan lagi masalah bagi Indonesia, tapi kualitas lingkungan yang merupakan masalah yang perlu ditanggulangi (misal hal ini merupakan konsensus nasional).

4)      Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman kegagalan akan mendorong dicetuskannya permasalahan untuk menemukan penyebab kegagalan tersebut. Pengalaman keberhasilan juga akan mendorong studi perumusan sebab-sebab keberhasilan. Umpan balik dari klien, misal, akan mendorong penelitian untuk merumuskan komunikasi arsitek dengan klien yang lebih baik.

 

Pengecekan Hasil Penemuan Permasalahan

Permasalahan yang telah ditemukan selalu perlu dicek apakah permasalahan tersebut dapat (patut) untuk diteliti (researchable). Pengecekan ini, biasanya, didasarkan pada tiga hal: (i) faedah, (ii) lingkup, dan (iii) kedalaman. Pengecekan faedah ditelitinya suatu permasalahan dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penerapan pada praktek (pembangunan). Ditanyakan: apakah penelitian atas permasalahan tersebut akan berfaedah untuk ilmu pengetahuan, misal dapat merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada, atau menciptakan pengetahuan baru. Dicek pula: apakah penelitian tersebut mempunyai aplikasi teoritikal dan atau praktikkal. Suatu penelitian agar dapat diterima oleh pemberi dana atau pemberi “nilai’ perlu mempunyai faedah yang jelas (penjelasan faedah diharapkan bukan hanya bersifat “klise”).

Peneliti yang belum berpengalaman sering mencetuskan permasalahan yang berlingkup terlalu luas, yang memerlukan masa penelitian yang sangat lama (di luar jangkauan). Misal: penelitian untuk “menemukan cara terbaik pelaksanaan pembangunan rumah tinggal” akan memerlukan waktu yang “tak terhingga” karena harus membandingkan semua kemungkinan cara pelaksanaan pembangunan rumah tinggal. Lingkup penelitian, biasanya, cukup sempit, tapi diteliti secara mendalam. Faktor kedalaman penelitian juga merupakan salah satu yang perlu dicek. Penelitian, bukan sekedar mengumpulkan data, menyusunnya dan memprosesnya untuk mendapatkan hasil, tetapi diperlukan pula adanya interpretasi (pembahasan) atas hasil. Penelititan perlu dapat menjawab: apa “arti” semua fakta yang terkumpul. Dengan pengertian ini, suatu pengukuran kemiringan menara pemancar teve belum dianggap mempunyai kedalaman yang cukup (hanya merupakan pengumpulan data dan pelaporan hasil pengukuran). Tetapi, penelitian tentang “pengaruh kemiringan menara pemancar teve  terhadap kualitas siaran” merupakan penelitian karena memerlukan interpretasi tehadap persepsi pirsawan atas kualitas siaran yang dipengaruhi oleh kemiringan.

Indikasi permasalahan yang belum merupakan permasalahan penelitian ditunjukkan oleh Leedy (1997: 46-48), yaitu:

1)      yang bersifat hanya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk mengerti lebih banyak tentang suatu topik;

2)      yang jawabnya ya atau tidak; pembandingan dua set data tanpa intepretasi;

3)      pengukuran koefisien korelasi antara dua set data.

 

Perumusan Permasalahan

Sering dijumpai usulan penelitian yang memuat “latar belakang permasalahan” secara panjang lebar tetapi tidak diakhiri (atau disusul) oleh rumusan (pernyataan) permasalahan. Pernyataan permasalahan sebenarnya merupakan kesimpulan dari uraian “latar belakang” tersebut. Castetter dan Heisler (1984, 11) menerangkan bahwa pernyataan permasalahan merupakan ungkapan yang jelas tentang hal-hal yang akan dilakukan peneliti. Cara terbaik unutk mengungkapkan pernyataan tersebut adalah dengan pernyataan yang sederhana dan langsung, tidak berbelit-belit. Pernyataan permasalahan dari suatu penelitian merupakan “jantung” penelitian dan berfungsi sebagai pengarah bagi semua upaya dalam kegiatan penelitian tersebut. Pernyataan permasalahan yang jelas (tajam) akan sanggup memberi arah (gambaran) tentang macam data yang diperlukan, cara pengolahannya yang cocok, dan memberi batas lingkup tertentu pada temuan yang dihasilkan.

Contoh ungkapan permasalahan yang jelas, tajam, diberikan oleh Sumiarto (1985) yang meneliti dalam bidang perumahan pedesaan. Permasalahan yang dikemukakannya, sebagai berikut: “Kesimpulan yang dapat ditarik sebagai permasalahan P3D [Perintisan Pemugaran Perumahan Desa] yang dapat memberikan arah pada studi yang akan dilakukan adalah mempertanyakan keberhasilan dari tujuan P3D. Secara lebih spesifik dapat dikemukakan beberapa (sub) permasalahan

sebagai berikut:

a)      Apakah setelah menerima bantuan P3D, kondisi mereka akan menjadi lebih baik, dalam arti adanya peningkatan dalam cara bermukin yang lebih baik serta lebih sehat?

b)      Apakah bantuan yang diberikan oleh P3D telah memberikan hasil sesuai seperti yang diharapkan, yaitu penerima bantuan telah memberikan respon yang positif yang berupa tenaga, material, bahkan finansial, sehingga lebih dari apa yang diberikan oleh P3D.

c)      Lebih jauh lagi, apakah P3D telah mampu membangkitkan efek berlifat ganda (multiplier effect), sehingga masyarakat yang tidak meneriman bantuan P3D terangsang secara swadata menyelenggarakan sendiri peningkatan kondisi rumah dan lingkungannya?”

(Sumiarto 1985, 17-18)

 

Bentuk Rumusan Permasalahan

Contoh pernyataan permasalahan di atas mengambil bentuk satu pernyataan disusul oleh beberapa pertanyaan. Castette dan Heisler (1984, 11) menjelaskan bahwa secara keseluruhan ada 5 macam bentuk pernyataan permasalahan, yaitu:

(1) bentuk satu pertanyaan (question);

(2) bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik;

(3) bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan (question).

(4) bentuk hipotesis; dan

(5)   bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis.

 

Bentuk Hipotesis nampaknya jarang dipakai lagi pula, biasanya perletakan hipotesis dalam laporan atau usulan penelitian tidak menempati posisi yang biasa ditempati oleh pernyataan permasalahan. Hal yang lain, bentuk pertanyaan seringkali dapat diujudkan (diubah) pula sebagai bentuk pernyataan. Dengan demikian, secara umum, hanya ada dua bentuk pernyataan permasalahan:

(1)   Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan

Misal:

a)      Pertanyaan:

“Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?” “Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing factor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub–inti?”

b)      Pernyataan (biasanya diungkapkan sebagai “maksud”) “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.” “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pad persepsi terhadap desain rumah sub–inti.

(2)   Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan umum disusul oleh beberapa pertanyaan atau pernyataan yang spesifik (Catatan: kebanyakan permasalahan terlalu besar atau kompleks sehingga perlu dirinci)

Misal: Permasalahan umum: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek dan seberapa pengaruh tiap-tiap faktor? Lebih spesifik lagi, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut:

a.      Apakah sekian faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek secara umum di Amerika Serikat terjadi pula di Indonesia?

b.      Seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut mempengaruhi hasil desain arstiek di Indonesia?

 

Karakteristik Rincian Permasalahan

Karakteristik tiap rincian permasalahan atau sub-problema (menurut Leedy, 1997:56-57) sebagai berikut:

1)      Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (a researchable unit ).

2)      Setiap rincian terkait dengan interpretasi data.

3)      Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik).

4)      Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti)

5)      Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak realistik.

 

Contoh Rumusan Permasalahan

Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: “. . . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik terhadap sel fibroblast embrio Gallus domesticus secara in Vitro, dan apakah besar konsentrasi kalsium hidroksida berpengaruh terhadap sifat sitotoksisitasnya?”

 

“. . . . . . . . . dengan penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu – ibu dalam menangani diare pada bayi dan anak balita.

 

 

 

 

 

Keterkaitan antara Rumusan Permasalahan dengan Hipotesis dan Temuan Penelitian

Bila penelitian telah selesai dilakukan, maka dalam laporan penelitian perlu ditunjukkan “benang merah” (keterkaitan yang jelas) antara rumusan permasalahan dengan hipotesis (sebagai “jawaban” sementara terhadap permasalahan penelitian). Rincian dalam permasalahan perlu berkaitan lengasung dengan rincian dalam hipotesis, dalam arti, suatu rincian dalam hipotesis menjawab suatu rincian dalam permasalahan. Demikian pula, perlu diperlihatkan keterkaitan tiap rincian dalam temuan (sebagai jawaban nyata terhadap permasalahan) dengan tiap rincian dalam rumusan permasalahan.

Baik permasalahan, hipotesis dan temuan—sebagai upaya pengembangan atau pengujian teori—berkaitan secara substantif dengan tinjauan pustaka (sebagai kajian terhadap isi khazanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian). Kaitan substantif diartikan sebagai hubungan “isi”, tidak perlu dalam bentuk keterkaitan antar rincian.



5Modul 5:

PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA

 

 

Tinjauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature). Sesuai dengan arti tersebut, suatu tinjauan pustaka berfungsi sebagai peninjauan kembali (review) pustaka (laporan penelitian, dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan—tidak selalu harus tepat identik dengan bidang permasalahan yang dihadapi—tetapi termasuk pula yang seiring dan berkaitan (collateral). Fungsi peninjauan kembali pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam penelitian, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan erat dengan topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. Walaupun demikian, sebagian penulis (usulan penelitian atau karya tulis) menganggap tinjauan pustaka merupakan bagian yang tidak penting sehingga ditulis “asal ada” saja atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian tersebut sebenarnya hanyalah salah satu dari beberapa kegunaan tinjauan pustaka. Kelemahan lain yang sering pula dijumpai adalah dalam penyusunan, penstrukturan atau pengorganisasian tinjauan pustaka.

 

Banyak penulisan tinjauan pustaka yang mirip resensi buku (dibahas buku per buku, tanpa ada kaitan yang bersistem) atau mirip daftar pustaka (hanya menyebutkan siapa penulisnya dan di pustaka mana ditulis, tanpa membahas apa yang ditulis). Berdasar kelemahan-kelemahan yang sering dijumpai di atas, tulisan ini berusaha untuk memberikan kesegaran pengetahuan tentang cara-cara penulisan tinjauan pustaka yang lazim dilakukan. Cakupan tulisan ini meliputi empat hal, yaitu: (a) kegunaan, (b) organisasi tinjauan pustaka, (c) kaitan tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, dan (d) cara pencarian bahan-bahan pustaka, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi.

 

Kegunaan Tinjauan Pustaka

Leedy (1997, hal. 71) menerangkan bahwa suatu tinjauan pustaka mempunyai kegunaan untuk: (1) mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yang (akan) kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan dan merancang metode penelitiannya; (2) membantu memberi gambaran tentang metoda dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yang kita hadapi; (3) mengungkapkan sumber-sumber data (atau judul-judul pustaka yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya; (4) mengenal peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang kita hadapi (yang mungkin dapat dijadikan nara sumber atau dapat ditelusuri karya -karya tulisnya yang lain—yang mungkin terkait);  (5) memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) kita lakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada; (6) menungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal sebelumya; (7) membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya); dan (8) mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihakpihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.

 

Dalam penjelasan yang hampir serupa, Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam kegunaan, yaitu: (1) mengkaji sejarah permasalahan; (2) membantu pemilihan prosedur penelitian; (3) mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; (4) mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; (5) menghindari duplikasi penelitian; dan (6) menunjang perumusan permasalahan. Karena penjelasan Castetter dan Heisler di atas lebih jelas, maka pembahasan lebih lanjut tentang kegunaan tinjauan pustaka dalam tulisan ini mengacu pada penjelasan mereka. Satu persatu kegunaan (yang saling kait mengkait) tersebut dibahas dalam bagian berikut ini.

 

Kegunaan 1: Mengkaji sejarah permasalahan

Sejarah permasalahan meliputi perkembangan permasalahan dan perkembangan penelitian atas permasalahan tersebut. Pengkajian terhadap perkembangan permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan (tinjauan dari waktu ke waktu: berkurang atau bertambah parah; apa penyebabnya). Mungkin saja, tinjauan seperti ini mirip dengan bagian “Latar belakang permasalahan” yang biasanya ditulis di bagian depan suatu usulan penelitian. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian selalu mengacu pada pustaka yang ada. Pengkajian kronologis atas penelitian–penelitian yang pernah dilakukan atas permasalahan akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut. Gambaran bermanfaat terutama tentang pendekatan yang dipakai dan hasil yang didapat.

 

Kegunaan 2: Membantu pemilihan prosedur penelitian

Dalam merancang prosedur penelitian (research design), banyak untungnya untuk mengkaji prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah dipakai oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Pengkajian meliputi kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur yang dipakai dalam menjawab permasalahan. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.

 

Kegunaan 3: Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan

Salah satu karakteristik penelitian adalah kegiatan yang dilakukan haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengkajian pustaka, dalam hal ini, akan berguna bagi pendalaman pengetahuan seutuhnya (unified explanation) tentang teori atau bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.

 

Kegunaan 4: Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu

Di bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa kegunaan tinjauan pustaka yang dikenal umum adalah untuk membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi. Dalam penelitian yang akan dihadapi sering diperlukan pengacuan terhadap prosedur dan hasil penelitian yang pernah ada (lihat kegunaan 2). Kehati-hatian perlu ada dalam pengacuan tersebut. Suatu penelitian mempunyai lingkup keterbatasan serta kelebihan dan kekurangan. Evaluasi yang tajam terhadap kelebihan dan kelemahan tersebut akan  berguna terutama dalam memahami tingkat kepercayaan (level of significance) hal-hal yang diacu. Perlu dikaji dalam penelitian yang dievaluasi apakah temuan dan kesimpulan berada di luar lingkup penelitian atau temuan tersebut mempunyai dasar yang sangat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok:  1. Kelompok Pustaka Utama (Significant literature); dan 2. Kelompok Pustaka Penunjang (Collateral Literature).

 

Kegunaan 5: Menghindari duplikasi penelitian

Kegunaan yang kelima ini, agar tidak terjadi duplikasi penelitian, sangat jelas maksudnya. Masalahanya, tidak semua hasil penelitian dilaporkan secara luas. Dengan demikian, publikasi atau seminar atau jaringan informasi tentang hasil-hasil penelitian sangat penting. Dalam hal ini, peneliti perlu mengetahui sumber-sumber informasi pustaka dan mempunyai hubungan (access) dengan sumber-sumber tersebut. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi (sehingga dapat menyakinkan bahwa tidak terjadi duplikasi).

 

Kegunaan 6: Menunjang perumusan permasalahan

Kegunaan yang keenam dan taktis ini berkaitan dengan perumusan permasalahan. Pengkajian pustaka yang meluas (tapi tajam), komprehe nsif dan bersistem, pada akhirnya harus diakhiri dengan suatu kesimpulan yang memuat permasalahan apa yang tersisa, yang memerlukan penelitian; yang membedakan penelitian yang diusulkan dengan penelitianpenelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam kesimpulan tersebut, rumusan permasalahan ditunjang kemantapannya (justified). Pada beberapa formulir usulan penelitian (seperti misalnya pada formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM), bagian kesimpulan ini sengaja dipisahkan tersendiri (agar lebih jelas menonjol) dan ditempatkan sesudah tinjauan pustaka serta diberi judul “Keaslian Penelitian”.

 

Organisasi Tinjauan Pustaka

Seperti telah dijelaskan di atas, banyak dijumpai kelemahan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara menyusun atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterkaitan) yang jelas ditampilkan dalam tinjauan pustaka tersebut. Berkaitan denga persyaratan untuk bersistem tersebut, dalam formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM telah ditulis dengan jelas, sebagai berikut:

 

 

“TINJAUAN PUSTAKA (Buatlah suatu uraian yang baik, luas dan bersistem mengenai penelitian-penelitian yang sudah pernah diadakan dan yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang diusulkan ini….)”.

 

Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dan Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1). pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Dalam bagian pendahuluan, biasanya ditunjukan peninjauan dan kriterian penetapan pustaka yang akan ditinjau (dapat diungkapkan dengan sederetann pertanyaan keinginan–tahu). Pada bagian pendahuluan ini pula dijelaskan tentang organisasi tinjauan pustaka, yaitu pengelompokan secara sistematis dengan menggunakan judul dan sub-judul pembahasan; umumnya, pengelompokan didasarkan pada topik; cara lain, berdasar perioda (waktu, kronologis). Contoh “bagian pendahuluan” dari suatu tinjauan pustaka sebagai berikut—

 

Contoh 1: Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi lima kelompok pembahasan. Pembahasan pertama merupakan tinjauan singkat tentang system permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan tentang penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan. Pembahasan kedua berkaitan dengan pengetahuan penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan (trip assignment) itu sendiri, dan pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program komputer untuk perhitungan sebaran beban lalulintas. Pembahasan keempat bersangkut–paut dengan kritik terhadap paket-paket komputer dalam bidang system permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan kelima memfokuskan pada interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai. (Sumber: Djunaedi, 1988)

 

Contoh 2:

….tinjauan pustaka ini dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1)      Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu?

2)      Bagian mana saja dari proses tersebut yang terstruktur dan bagian mana saja yang tidak terstruktur?

3)      Sejauh mana bagian-bagian proses tersebut sampai saat ini telah terkomputerkan?

4)      Siapa saja atau pihak mana yang terlibat dalam proses perencanaan tersebut?

5)      Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan tersebut?

(Sumber: Djunaedi, 1986: hal. 9)

 

Bagian kedua, pembahasan, disusun sesuai organisasi yang telah ditetapkan dalam bagian pendahuluan. Pembahasan pustaka perlu dipertimbangkan keterbatasan bahwa tidak mungkkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibahas dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting dan perlu dibahas lebih rinci daripada pustaka lainnya. Dalam hal ada kemiripan isi, perincian dapat diterapkan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka lainnya cukup disebutkan saja tapi tidak dirinci. Misal : Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), meliputi empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, dan pembuat model. Penjelasan serupa diberikan pula oleh Sprague dan Carlson (1982), dan Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, disamping menuruti organisasi yang telah ditetapkan, dalam pembahasan secara rinci perlu ditunjukkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka lainnya. Bukan hanya menyebut “Si A menjelaskan bahwa . . . . . . Si B menerangkan . . . .

. . Si Z memerinci . . . . . . “; tapi perlu dijelaskan keterkaitannya, misal “Si B menerangkan bahwa . . . . . . sebaliknya si G membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa . . . . . .

Bantahan serupa muncul dari berbagai pihak, misalnya diungkapkan oleh si W, si S dan si Y. Ketiga penulis terakhir ini bahkan menyatakan bahwa . . . . . .

 

Tinjauan Pustaka diakhiri dengan kesimpulan atau ringkasan yang menjelaskan tentang “apa arti semua tinjauan pustaka tersebut (what does it all mean?)”. Secara rinci, kesimpulan atau ringkasan tersebut hendaknya memuat jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan berikut ini, tentang:

(a)     status saat ini, mengenai pengetahuann yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti (apakah permasalahan sebenarnya telah tuntas terjawab?);

(b)     penelitian-penelitian terdahulu yang dengan permasalahan yang dihadapi (adakah sesuatu dan apakah yang dapat dimanfaatkan?);

(c)     kualitas penelitian-penelitian yang dikaji (mantap atau hanya dapat dipercayai sebagian saja?);

(d)     kedudukan dan peran penelitian yang diusulkan dalam konteks ilmu pengetahuan yang ada.

 

Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka:

Isi tinjauan pustaka di atas dapat diringkas sebagai berikut:

(1)   Telah tersedia pengetahuan tentang teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan.

(2)   Teknik tersebut telah diwujudkan dalam suatu bagian dari program komputer berskala besar sampai menengah, yang dijalankan denngan komputer besar (main–frame).

(3)   Dibutuhkan penerapan teknik tersebut pada komputer mikro mengingat komputer mikro telah tersebar luas di Indonesia.

(4)   Untuk pembuatan program simulator ini perlu dipertimbangkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan menyangkut interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai yang bukan pemrogram, terutama dalam bentuk dialog, keterlibatan pemakai, dan keterbatasan waktu dalam diri pemakai.

(Sumber: Djunaedi, 1988)

 

Kaitan Tinjauan Pustaka dengan Daftar Pustaka

Di bagian awal tulisan in telah disebutkan bahwa sering terdapat penulisan tinjauan pustaka yang mirip daftar pustaka. Misal: “Tentang hal A dibahas oleh si H dalam buku . . .

. . . , si B dalam buku . . . . . . ; sedangkan tentang hal J diterangkan oleh si P dalam buku . .

 

. . . . “. Peninjauan seperti ini biasanya tidak menyebutkan apa yang dijelaskan oleh masing masing pustaka secara rinci (hanya menyebutkan siapa dan dimana ditulis).

 

Penyebutan judul buku, yang seringkali tidak hanya sekali, tidak efisien dan menyaingi tugas daftar pustaka. Dalam tulisan ini, cara peninjauan seperti itu tidak disarankan. Pengacuan pustaka dalam tinjauan pustaka dapat dilakukan dengan cara yang bermacam-macam, antara lain: penulisan catatan kaki, dan penulisan nama pengarang dan tahun saja. Setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan; tapi peninjauan tentang kelebihan dan kekurangan tersebut di luar lingkup tulisan ini.

 

Dalam tulisan ini hanya akan dibahas pemakaian cara penulisan nama akhir pengarang dan tahun penerbitan (dan sering ditambah dengan nomor halaman). Misal: Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dah Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1) pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Pengacuan cara di atas mempunyai kaitan erat dengan cara penulisan daftar pustaka.

 

Penulisan daftar pustaka umumnya tersusun menurut abjad nama akhir penulis; dengan format: nama penulis, tahun penerbitan dan seterusnya. Susunan dan format daftar pustaka tersebut memudahkan untuk membaca informasi yang lengkap tentang yang diacu dalam tinjauan pustaka. Misal, dalam tinjauan pustaka:

“. . . . . . Mittra (1986) . . . . . .”

 

Dalam daftar pustaka, tertulis:

Mittra, S. S., 1996, Decision Support System: Tools and Techniques, John Wiley & Sons, New York, N. Y.

 

Sering terjadi, seorang penulis (usulan penelitian atau karya tulis) ingin menunjukan bahwa bahan bacaannya banyak; meskipun tidak dibahas dan tidak diacu dalam tulisannya, semuanya ditulis dalam daftar pustaka. Maksud yang baik ini sebaiknya ditunjukan dengan membahas dan mengemukakan secara jelas (menurut aturan pengacuan) apa yang diacu dari pustaka-pustaka tersebut dalam tulisannya. Tentunya hal yang sebaliknya, yaitu menyebut nama pengarang yang diacu dalam tinjauan pustaka tanpa menuliskannya dalam daftar pustaka (karena lupa) tidak perlu terjadi.

 

Berikut ini salah satu petunjuk tentang penulisan nama untuk pengacuan dalam tinjauan pustaka (dan daftar pustaka)—dikutip dari petunjuk yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 16-17):

 

F. Penulisan Nama

Penulisan nama mencakup narna penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dan satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.

 

1. Nama penulis yang diacu dalam uraian

Penulis yang tulisannya diacu daiam uraian hanya disebutkan narna akhimya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al:

a. Menurut Calvin (1978) ….

b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan..

c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) …

 

Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.

 

2. Nama penulis dalam daftar pustaka

Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.

 

Contoh:

Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976, ….

Tidak boleh hanya:

Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.

 

3. Nama ponulis lebih dari satu sutu kata

Jika nama penulis ierdiri dari 2 suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah narna akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir dilkuti dengan suku kata nama depan, tengah, dan eterusnya.

 

Contoh:

a. Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana S.T., atau Alisyahbana, Sutan Takdir.

b. Donald Fitzgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.

 

4. Nama dengan garis penghubung

Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku katanya, rraka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.

 

Contoh:

Sulastin-Sutrisno ditulis Sulastin-Sutrisno.

 

5. Nama yang diikuti dengan singkatan

Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada di depannya.

 

Contoh:

a. Mawardi A.l. ditulis: Mawardi A.l.

b. Williams D. Ross Jr. ditulis: Ross Jr., W.D.

 

6 . Derajat kosarjanaan

Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

 

 

Di bawah ini adalah salah satu contoh format daftar pustaka—dikutip dari petunjuk

yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 26):

 

Anderson, T.F. 1951. Techniques for the Preservation of Three Dimensional Structure in Preparing Specimens for the Electron Microscope. Trans. N.Y. Acad. Sci. 13: 130- 134.

 

Andrew, Jr., H.N. 1961. Studies in-Paleabotany. John Wiley & Sons, Inc., New York. Berlyn, G.P. and J.P. Miksche. 1976. Botanical Microtechnique and Cytochemistry. The lowa State University Press, Ames. Iowa.

 

Bhojwani, S.S. and S.P. Bhatnagar, 1981. The Embryology of Angiosperms. Vikas Publishing House PVT Ltd., New Delhi.

 

Cronquist, A. 1973. Basic Botany. Warper & Row Publisher,New York.

 

Cutler, D.F., 1978. Applied P/ant Anatomy. Longman, London.

 

Dawes. C.J. 1971. Bio/ogica/ Techniques in E/ectron Microscopy. Barnes & Nob/e, /nc., New York.

 

Dv Praw, E.J. 1972. The Bioscience: Cel/ and Mo/ecu/ar Bio/ogy. Cell and Molecular Biology Council, Standford, Califomia.

 

Bohlin, P. 1968. Use of the Scanning Reflection Electron Microscope in the Study of Plant and Microbial Material. J. Roy. Microscop. Soc. 88: 407 - 418.

 

Erdtman, G. 1952. Po/len Morpho/ogy and P/ant Taxonomy. Almquist & Wiksell, Stockholm – The Chronica Botanica Co., Waltham, Mass.

Esau, K. 1965. P/ant Anatomy. JohnWiley & Sons. Inc., New York.

 

Esau, K. 1977. Anatomy of Seed P/ants. John Wiley 8 Sons. New York.

 

Faegri, K. and J. Iversen.- 1975. Texbook of Po/len Ana/ysis. Hainer Press, New York.

 

 

 

Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line

Pada saat ini, banyak informasi ilmiah yang tersedia untuk diakses secara elektronis

atau on-line. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Leedy (1997: hal. 73) menjelaskan beberapa keuntungan mencari informasi ilmiah secara on-line, yaitu antara lain: tersedia jutaan informasi dalam bentuk elektronis yang dipasarkan mendunia, publikasi elektronis biasanya lebih baru karena prosesnya lebih cepat daripada publikasi cetak, dan pencarian informasi berkecepatan tinggi (karena menggunakan komputer). Masalah yang saat ini dihadapi adalah beberapa institusi pendidikan belum mempunyai standar pengacuan bagi informasi ilmiah yang didapat dari sumber elektronis.

 

Misal: seperti apa format sumber pustaka elektronis dari CD-ROM dan internet? Untuk mengisi kekosongan format tersebut, di bawah ini dikutipkan format yang disarankan oleh Kennedy (1998: hal. 175-176):

 

Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut).

 

Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):

Johnson, P. 1994. Tropical Indonesian Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).

 

Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):

Djunaedi, A. 2000. The History of Indonesian Urban Planning.. http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).

 

Contoh untuk informasi lewat e -mail:

Djunaedi, A. 22 Maret 2000. The urban pattern of some coastal cities in the northern Central Java.. research-news@ugm.ac.id (19 Apr. 2000).

 

 



Modul 6:

RUANG LINGKUP

PENELITIAN MANAJEMEN

 

A.      Ruang Lingkup Penelitian Manajemen

Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum,  manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis (Indriantoro  dan Supomo, 1999).Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian berikut ini (Indriantoro, dan Supomo, 1999; Sugiyono, 1999; Supranto, 1997; Rangkuti, 2001):

 

1.5.1. Bisnis Umum·     

  • Peramalan Bisnis·         
  • Trend Bisnis Dan Industri·          
  • Inflasi dan Penentuan Harga·
  • Akuisisi·           
  • Ekspor dan Perdagangan Internasional·  
  • Studi Kelayakan Bisnis·
  • Profil Pelaku Bisnis yang Sukses·          
  • Bisnis Pejabat· 
  • Nilai Budaya
  • Bisnis Antar Suku·        
  • Peranan Lembaga Konsumen·   
  • Dan lain-lain

 

1.5.2.        Manajemen Pemasaran·

·         Potensi Pasar·        

·         Karakteristik Pasar·

·         Penjualan·  

·         Strategi Pemasaran·           

·         Inovasi produk ·       

·         Pengaduan konsumen·        

·         Perilaku Konsumen·

·         Image Konsumen·   

·         Studi Kelayakan Pasar ·      

·         Profil & Dinamika Konsumen·           

·         Analisis Lokasi·      

·         Studi Kelayakan Pasar·       

·         Pengujian Pasar·    

·         Segmentasi Pasar· 

·         Produk Baru·          

·         Saluran Distribusi·    Promosi·          

·         Periklanan· 

·         Multilevel Marketing ·           

·         Franchising (Waralaba)·       

·         Kepemimpinan Pasar·         

·         Pelayanan· 

·         Tingkat Penjualan·  

·         Persaingan Pasar·  

·         Respon akibat perubahan harga·      

·         Elastisitas harga ·   

·         Biaya setiap lini produk·      

·         Angggaran promosi optimal· 

·         Pengujian iklan yang kreatif·

·         Intensitas Grosir dan retail·  

·         Dan lain-lain

 

1.5.3.        Manajemen Keuangan·  

·         Anggaran·  

·         Sumber-sumber Pembiayaan·          

·         Modal Kerja·           

·         Tingkat Bunga dan Resiko Kredit·     

·         Investasi ·    Biaya Modal·    

·         Portofolio·   

·         Penilaian Saham dan Obligasi·         

·         Analisis Biaya ·      

·         Hasil Resiko·          

·         Rasio-Rasio Keuangan·       

·         Lembaga Keuangan·           

·         Implikasi Pajak ·     

·         Merger dan Akuisisi,

·         dan lain-lain

 

1.5.4.        Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi·        

·         Manajemen Mutu Terpadu·   

·         Motivasi dan Kepuasan Kerja·          

·         Gaya Kepemimpinan·          

·         Produktivitas Tenaga Kerja·  

·         Efektivitas Organizational·    

·         Budaya & Komunikasi Organisasi·   

·         Studi Gerak dan Waktu·      

·         Serikat Pekerja·      

·         Perilaku Karyawan· 

·         Loyalitas Kerja·       

·         Kinerja Supervisor·  

·         Sistem Penilaian Kerja·       

·         Pengambilan Keputusan·     

·         Penilaian Kinerja·    

·         Stress Kerja ·         

·         Manajemen Konflik· 

·         Emotional Quetion· 

·         Spritual Quetion·     

·         Desain Organisasi·  

·         Perubahan & Pengembangan Org. ·  

·         Rekruitment·           

·         Seleksi dan Penempatan·     Sistem Kompensasi·     

·         Peng. Karir,

·         Promosi,

·         Mutasi·      

·         Kreativitas Manajemen ·      

·         Model-Model Pola Kerja·      

·         Manajemen Partisipasi·       

·         Perbedaan Gender ·

·         Polusi dan Kesehatan Kerja·

·         Pemberhentian ·     

·         Dan lain-lain

1.5.5.        Sistem Informasi Manajemen:·   

·         Sistem Informasi Eksekutif· 

·         Sistem Komunikasi Bisnis·  

·         Sistem Dukungan Keputusan·          

·         Aliansi fungsi Sistem Informasi·        

·         Personel Sistem Informasi·  

·         Pengembangan Sistem Informasi·    

·         Jaringan Efektif MIS·           

·         Penggunaan Konsultan dlm.

·         Pembuatan Keputusan ·      

·         Dan lain-lain

1.5.6.        Manajemen Operasi dan Produksi:·        

·         Sistem Produksi·    

·         Penentuan Lokasi·  

·         Plant layout·           

·         Prosedur Dan Metode Kerja·

·         Mesin Dan Peralatan Produksi·        

·         Material Handling·    Pemeliharaan (Maintenance) ·    

·         Sistem Pergudangan·          

·         Pengendalian Persediaan ·  

·         Pengendalian Material·        

·         Pengendalian Tenaga Kerja· 

·         Pengendalian Mutu·

·         Statistical Quality Control·   

·         Dan lain-lain           

 

Objek-objek di atas dapat dijadikan sebagai permasalah penelitian untuk kemudian disusun menjadi judul penelitian. Untuk memperkaya contoh-contoh objek penelitian dapat dilihat pada situs-situs internet, seperti jurnal on-line, perpustakaan on-line, situs-situs universitas, dan situs-situs lainnya. Cara penelusuran ke berbagai situs internet dapat dilihat dalam tulisan “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis (Juliandi, 2002)  atau mengakses ke situs jurnal versi On-line dengan alamat http://manbisnis.tripod.com. Situs ini adalah situs “Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis” Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

 



Modul 7:

PENULISAN SKRIPSI

 

 

Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:

*       Bab I : Pendahuluan

*       Bab II : Tinjauan Pustaka

*       Bab III : Metode Penelitian 

*       Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan 

*       Bab V : Simpulan dan Saran 

Untuk lebih lanjut: Lihat Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang berlaku di Institusi anda!

 

Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab.

 

Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut :

 

 

I. PENDAHULUAN

     a. Latar Belakang Permasalahan

     b. Rumusan Permasalahan

     c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

PENJELASAN

     a. Latar Belakang Permasalahan

 

1)       Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

 

2)       Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti [1]Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet

 

3)       Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.

 

4)       Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

 

 

      b. Rumusan Permasalahan

 

1)       Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.

 

2)       Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa

 

      c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

 

1)       Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.

 

2)       Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

 

2. TINJAUAN PUSTAKA

     a. Kerangka Teori

     b. Hipotesis Penelitian

 

PENJELASAN

 

     a. Kerangka Teori

 

1)       Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

 

2)       Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.

 

3)       Penulisan nama pengarang dalam [2]Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik.

 

4)       Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.

 

5)       Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.

 

6)       Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.

 

7)       Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.

 

8)       Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)

 

9)       Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

 

     b. Hipotesis Penelitian

     Jika penelitian bersifat korelasional maka:

 

1)       Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.

 

2)       Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.

 

3)       Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

 

3. METODE PENELITIAN

     a. Jenis Penelitian

     b. Peubah dan Pengukuran

     c. Populasi dan Sampel

     d. Metode Pengumpulan Data

     e. Metode Analisis

 

PENJELASAN

     a. Jenis Penelitian

     Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:

1)       Historis;

2)       Deskriptif;

3)       Perkembangan;

4)       Kasus dan penelitian lapangan;

5)       Korelasional;

6)       Kausal komparatif;

7)       Eksperimen murni;

8)       Eksperimen semu;

9)       Kaji tindak. 

 

1)       Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:

a)       Daya tarik permasalahan;

b)       Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;

c)       Tersedianya alat dan kondisi kerja;

d)       Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;

e)       Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;

f)         Resiko kegagalan.

 

2)       Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri.

 

b) Peubah dan Pengukuran

  • “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)

 

  • Peubah harus terukur

 

 

a)       Populasi dan Sampel

 

  • “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
  • “ Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)

 

b)       Metode Pengumpulan Data

         Metode pengumpulan data misalnya:

1)       “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.

2)       Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3)       Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

 

 

 e)  Metode Analisis

Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I

 

Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.

 

4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

     a. Penyajian Data

Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.

 

     b. Analisis Data dan Interpretasi

 

 

5. SIMPULAN DAN SARAN

     a. Simpulan

     b. Saran

 

PENJELASAN

 

1)       Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

 

2)       Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

 

 

Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.



Modul 8:

PROSES LAHIRNYA ILMU

 

 

 

1.1.      Manusia  Mencari  Kebenaran

               

Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common  sense)   dan dengan ilmu pengetahuan.

Letak  perbedaan  yang  mendasar  antara  keduanya  ialah  berkisar  pada  kata  “sistematik”  dan  “terkendali”.  Ada  lima  hal  pokok  yang  membedakan  antara  ilmu  dan  akal  sehat.  Yang  pertama,  ilmu  pengetahuan  dikembangkan  melalui  struktur-stuktur  teori,  dan  diuji  konsistensi  internalnya.  Dalam  mengembangkan  strukturnya,  hal  itu  dilakukan  dengan  tes  ataupun pengujian  secara  empiris/faktual.  Sedang  penggunaan  akal  sehat  biasanya  tidak.  Yang  kedua,  dalam  ilmu  pengetahuan,  teori  dan  hipotesis  selalu  diuji  secara  empiris/faktual.  Halnya  dengan  orang  yang  bukan  ilmuwan  dengan  cara  “selektif”.  Yang  ketiga,  adanya  pengertian  kendali  (kontrol)  yang  dalam  penelitian  ilmiah  dapat  mempunyai  pengertian  yang  bermacam-macam.  Yang  keempat,  ilmu  pengetahuan  menekankan  adanya  hubungan  antara  fenomena  secara  sadar  dan  sistematis.  Pola  penghubungnya tidak  dilakukan  secara  asal-asalan.  Yang  kelima,  perbedaan  terletak  pada  cara  memberi penjelasan  yang  berlainan  dalam  mengamati  suatu  fenomena.  Dalam  menerangkan  hubungan  antar  fenomena,  ilmuwan  melakukan  dengan  hati-hati  dan  menghindari  penafsiran  yang  bersifat  metafisis.  Proposisi  yang  dihasilkan  selalu  terbuka  untuk  pengamatan  dan  pengujian  secara  ilmiah.

 

 1.2 . Terjadinya  Proses  Sekularisasi  Alam          

Pada  mulanya  manusia  menganggap  alam  suatu  yang  sakral,  sehingga  antara  subyek  dan  obyek  tidak  ada  batasan.  Dalam  perkembangannya  sebagaimana  telah  disinggung  diatas  terjadi  pergeseran  konsep  hukum  (alam).  Hukum  didefinisikan  sebagai  kaitan-kaitan  yang  tetap  dan  harus  ada  diantara  gejala-gejala.  Kaitan-kaitan  yang  teratur  didalam  alam  sejak  dulu  diinterpretasikan  ke  dalam  hukum-hukum normative.  Disini  pengertian  tersebut  dikaitkan  dengan  Tuhan  atau  para  dewa  sebagai  pencipta  hukum  yang  harus  ditaati.  Menuju  abad  ke-16  manusia  mulai  meninggalkan  pengertian  hukum  normative  tersebut.  Sebagai  gantinya  muncullah  pengertian  hukum  sesuai  dengan  hukum  alam.  Pengertian  tersebut  berimplikasi  bahwa  terdapat  tatanan  di  alam  dan  tatanan  tersebut  dapat  disimpulkan  melalui  penelitian  empiris.  Para  ilmuwan  saat  itu  berpendapat  bahwa  Tuhan  sebagai  pencipta  hukum  alam  secara berangsur-angsur  memperoleh  sifat  abstrak  dan  impersonal.  Alam  telah  kehilangan  kesakralannya  sebagai  ganti  muncullah  gambaran  dunia  yang  sesuai  dengan  ilmu  pengetahuan  alam  bagi  manusia  modern  dengan  kemampuan  ilmiah  manusia  mulai  membuka  rahasia-rahasia alam.

 

 

 1.3.     Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran

Dalam  sejarah manusia,  usaha-usaha  untuk  mencari  kebenaran telah  dilakukan  dengan  berbagai  cara  seperti :

 

 1.3.1  Secara  kebetulan

Ada  cerita  yang  kebenarannya  sukar  dilacak  mengenai  kasus penemuan  obat  malaria  yang  terjadi  secara  kebetulan.  Ketika  seorang  Indian  yang  sakit  dan  minum  air  dikolam  dan  akhirnya  mendapatkan  kesembuhan.  Dan  itu  terjadi  berulang  kali  pada  beberapa  orang.  Akhirnya  diketahui  bahwa  disekitar  kolam  tersebut  tumbuh  sejenis  pohon  yang  kulitnya  bisa  dijadikan  sebagai  obat  malaria  yang  kemudian  berjatuhan  di  kolam  tersebut.  Penemuan  pohon  yang  kelak  dikemudian  hari  dikenal  sebagai  pohon  kina  tersebut  adalah  terjadi  secara  kebetulan  saja. 

 

 1.3.2. Trial  And  Error

 Cara  lain  untuk  mendapatkan  kebenaran  ialah  dengan  menggunakan  metode  “trial  and  error”  yang  artinya  coba-coba.  Metode  ini  bersifat  untung-untungan.  Salah  satu  contoh  ialah  model  percobaan  “problem  box”  oleh  Thorndike.  Percobaan  tersebut  adalah  seperti  berikut:  seekor  kucing  yang  kelaparan  dimasukkan  kedalam  “problem  box”—suatu  ruangan  yang  hanya  dapat  dibuka  apabila  kucing  berhasil  menarik  ujung tali  dengan  membuka  pintu.  Karena  rasa  lapar  dan  melihat  makanan  di  luar  maka  kucing  berusaha  keluar  dari  kotak  tersebut  dengan  berbagai  cara.  Akhirnya  dengan  tidak  sengaja  si  kucing  berhasil  menyentuh  simpul  tali  yang  membuat  pintu  jadi  terbuka  dan  dia  berhasil  keluar.  Percobaan tersebut  mendasarkan  pada  hal  yang  belum  pasti  yaitu  kemampuan  kucing  tersebut  untuk  membuka  pintu  kotak  masalah.

 

 1.3.3  Melalui  Otoritas

 Kebenaran  bisa  didapat  melalui  otoritas  seseorang  yang  memegang  kekuasaan,  seperti  seorang  raja  atau  pejabat  pemerintah  yang  setiap  keputusan  dan  kebijaksanaannya  dianggap  benar  oleh  bawahannya.  Dalam  filsafat  Jawa  dikenal  dengan  istilah  ‘Sabda  pendita ratu”  artinya  ucapan  raja  atau  pendeta  selalu  benar  dan  tidak  boleh  dibantah lagi.

 

 

 1.3.4.  Berpikir  Kritis/Berdasarkan  Pengalaman        

Metode  lain  ialah  berpikir  kritis  dan  berdasarkan  pengalaman. Contoh  dari  metode  ini  ialah  berpikir  secara  deduktif  dan  induktif.  Secara  deduktif  artinya  berpikir  dari  yang  umum  ke  khusus;  sedang  induktif  dari  yang  khusus  ke  yang  umum.  Metode  deduktif  sudah  dipakai  selama  ratusan  tahun  semenjak  jamannya  Aristoteles.

 

 1.3.5.  Melalui  Penyelidikan  Ilmiah

 Menurut  Francis  Bacon  Kebenaran  baru  bisa  didapat  dengan menggunakan  penyelidikan  ilmiah,  berpikir  kritis  dan  induktif.

Catatan  :

 Selanjutnya  Bacon  merumuskan  ilmu  adalah  kekuasaan.  Dalam  rangka  melaksanakan  kekuasaan,  manusia  selanjutnya  terlebih  dahulu  harus  memperoleh  pengetahuan  mengenai  alam  dengan  cara  menghubungkan  metoda  yang  khas,  sebab  pengamatan  dengan  indera  saja,  akan  menghasilkan  hal  yang  tidak  dapat  dipercaya.  Pengamatan  menurut  Bacon,  dicampuri  dengan  gambaran-gambaran  palsu  (idola):  Gambaran-gambaran  palsu  (idola)  harus  dihilangkan,  dan  dengan  cara  mengumpulkan  fakta-fakta  secara  telilti,  maka  didapat  pengetahuan  tentang  alam  yang  dapat  dipercaya.  Sekalipun  demikian  pengamatan  harus  dilakukan  secara  sistematis,  artinya  dilakukan  dalam  keadaan  yang  dapat  dikendalikan  dan  diuji  secara  eksperimantal  sehingga  tersusunlah  dalil-dalil  umum. Metode  berpikir  induktif  yang  dicetuskan  oleh  F. Bacon  selanjutnya  dilengkapi  dengan  pengertian  adanya  pentingnya  asumsi teoritis  dalam  melakukan  pengamatan  serta  dengan  menggabungkan  peranan  matematika  semakin  memacu  tumbuhnya  ilmu  pengetahuan  modern  yang  menghasilkan  penemuan-penemuan  baru,  seperti  pada  tahun  1609  Galileo  menemukan  hukum-hukum  tentang  planet,  tahun  1618  Snelius  menemukan  pemecahan  cahaya  dan  penemuan-penemuan  penting  lainnya  oleh  Boyle  dengan  hukum  gasnya,  Hygens  dengan  teori  gelombang  cahaya,  Harvey  dengan  penemuan  peredaran  darah,  Leuwenhock  menemukan  spermatozoide,  dan  lain-lain.

 

 

1.4.      Dasar-Dasar  Pengetahuan

Dalam  bagian  ini  akan  dibicarakan  dasar-dasar  pengetahuan yang  menjadi  ujung  tombak  berpikir  ilmiah.  Dasar-dasar  pengetahuan  itu  ialah  sebagai  berikut :

 

1.4.1. Penalaran

Yang  dimaksud  dengan  penalaran  ialah  Kegiatan  berpikir  menurut  pola  tertentu,  menurut  logika  tertentu  dengan tujuan  untuk  menghasilkan  penegtahuan.  Berpikir  logis  mempunyai  konotasi  jamak,  bersifat  analitis.  Aliran  yang  menggunakan  penalaran  sebagai  sumber  kebenaran  ini  disebut  aliran  rasionalisme  dan  yang  menganggap  fakta  dapat  tertangkap  melalui  pengalaman  sebagai  kebenaran  disebut  aliran  empirisme.

 

 

 

 1.4.2.  Logika  (Cara  Penarikan  Kesimpulan)

 Ciri  kedua  ialah  logika  atau  cara  penarikan  kesimpulan.  Yang  dimaksud  dengan  logika  sebagaimana  didefinisikan  oleh  William S.S  ialah  “pengkajian  untuk  berpikir  secara  sahih  (valid).

Dalam  logika  ada  dua  macam  yaitu  logika  induktif  dan  deduktif.  Contoh  menggunakan  logika  ini  ialah  model  berpikir  dengan  silogisma,  seperti  contoh  dibawah  ini :

Silogisma

§         Premis  mayor      :  semua  manusia  akhirnya  mati

§         Premis  minor       :  Amir  manusia

§         Kesimpulan           :  Amir  akhirnya  akan   mati

 

  1.5.    Sumber  Pengetahuan

Sumber  pengetahuan  dalam   dunia  ini  berawal  dari  sikap  manusia  yang  meragukan  setiap  gejala  yang  ada  di  alam  semesta  ini.  Manusia  tidak  mau  menerima  saja  hal-hal  yang  ada  termasuk  nasib  dirinya  sendiri.  Rene  Descarte  pernah  berkata “DE  OMNIBUS  DUBITANDUM”  yang  mempunyai  arti  bahwa  segala sesuatu  harus  diragukan.  Persoalan  mengenai  kriteria  untuk  menetapkan  kebenaran  itu  sulit  dipercaya.  Dari  berbagai  aliran  maka  muncullah  pula  berbagai  kriteria  kebenaran.

 

 1.6.  Kriteria  Kebenaran

 Salah  satu  kriteria  kebenaran  adalah  adanya  konsistensi  dengan  pernyataan  terdahulu  yang  dianggap  benar.  Sebagai  contoh  ialah  kasus  penjumlahan  angka-angka  tersebut  dibawah  ini

3      +  5  =  8

4      +  4  =  8

6      +  2  =  8

Semua  orang  akan  menganggap  benar  bahwa  3  +  5  =  8,  maka  pernyataan  berikutnya  bahwa  4  +  4  =  8  juga  benar,  karena  konsisten  dengan  pernyataan  sebelumnya.

Beberapa  kriteria  kebenaran  diantaranya  ialah

 

 1.6.1.  Teori  Koherensi   (Konsisten)

Yang  dimaksud  dengan  teori  koherensi  ialah  bahwa  suatu pernyataan  dianggap  benar  bila  pernyataan  itu  bersifat  koheren  dan  konsisten  dengan  pernyataan-pernyataan  sebelumnya  yang  dianggap  benar.  Contohnya  ialah  matematika  yang  bentuk  penyusunannya,  pembuktiannya  berdasarkan  teori  koheren.

 

 1.6.2.Teori  Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan)

Teori  korespondensi  dipelopori  oleh  Bertrand  Russel.  Dalam  teori  ini  suatu  pernyataan  dianggap  benar  apabila  materi  pengetahuan  yang  dikandung  berkorespondensi  dengan  objek  yang  dituju  oleh  pernyataan  tersebut.  Contohnya  ialah  apabila  ada  seorang  yang  mengatakan  bahwa  ibukota  Inggris  adalah  London,  maka  pernyataan  itu  benar.  Sedang  apabila  dia  mengatakan  bahwa  ibukota  Inggris  adalah  Jakarta,  maka  pernyataan  itu  salah;  karena  secara  kenyataan  ibukota  Inggris  adalah London  bukan  Jakarta.

 

 1.6.3. Teori  Pragmatis (Kegunaan di lapangan)

Tokoh  utama  dalam  teori  ini  ialah  Charles  S  Pierce.  Teori  pragmatis  mengatakan  bahwa  kebenaran  suatu  pernyataan  diukur  dengan  criteria  apakah  pernyataan  tersebut  bersifat  fungsional  dalam kehidupan  praktis. Kriteria  kebenaran  didasarkan  atas  kegunaan  teori  tersebut.  Disamping  itu  aliran  ini  percaya  bahwa  suatu  teori  tidak  akan  abadi,  dalam  jangka  waktu  tertentu  itu  dapat  diubah  dengan  mengadakan  revisi.

 

 1.7.  Ontologi (apa yang dikaji)

Ontologi  ialah  hakikat  apa  yang  dikaji  atau  ilmunya  itu  sendiri.  Seorang  filosof  yang  bernama  Democritus  menerangkan  prinsip-prinsip  materialisme  mengatakan  sebagai  berikut  :

Hanya  berdasarkan  kebiasaan  saja  maka  manis  itu  manis,  panas  itu  panas,  dingin  itu  dingin,  warna  itu  warna.  Artinya,  objek  penginderaan  sering  kita  anggap  nyata,  padahal  tidak  demikian.  Hanya  atom dan  kehampaan  itulah  yang  bersifat  nyata.  Jadi   istilah  “manis,  panas  dan  dingin”  itu  hanyalah  merupakan  terminology  yang  kita  berikan  kepada  gejala  yang  ditangkap  dengan  pancaindera.           

 

Ilmu  merupakan  pengetahuan  yang  mencoba  menafsirkan  alam  semesta  ini  seperti  adanya,  oleh  karena  itu  manusia  dalam  menggali  ilmu  tidak  dapat  terlepas  dari  gejala-gejala  yang  berada  didalamnya. Dan  sifat  ilmu  pengetahuan  yang  berfungsi  membantu  manusia  dalam  mememecahkan  masalah  tidak  perlu  memiliki  kemutlakan  seperti  agama  yang  memberikan  pedoman  terhadap  hal-hal  yang  paling  hakiki  dari  kehidupan  ini.  Sekalipun  demikian  sampai  tahap  tertentu  ilmu  perlu memiliki  keabsahan  dalam  melakukan generalisasi.  Sebagai  contoh,  bagaimana kita  mendefinisikan  manusia,  maka  berbagai  penegertianpun  akan  muncul pula.

Contoh  :  Siapakah  manusia  iu  ?  jawab  ilmu ekonomi  ialah  makhluk  ekonomi Sedang  ilmu  politik  akan  menjawab  bahwa  manusia  ialah  political  animal  dan  dunia  pendidikan  akan  mengatakan  manusia  ialah  homo  educandum.

 

 1.8  Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)

Yang  dimaksud  dengan  epistimologi  ialah  bagaimana  mendapatkan  pengetahuan  yang  benar.

Beberapa  hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam  mendapatkan  pengetahuan  ialah  :

1.      Batasan  kajian  ilmu  :  secara  ontologis  ilmu  membatasi  pada  Pengkajian   objek  yang  berada  dalam  lingkup  manusia.  tidak  dapat  mengkaji  daerah  yang  bersifat  transcendental (gaib/tidak nyata).

2.       Cara  menyusun   pengetahuan :  untuk  mendapatkan  pengetahuan  menjadi  ilmu  diperlukan  cara  untuk  menyusunnya  yaitu  dengan  cara  menggunakan  metode  ilmiah.

3.          Diperlukan  landasan  yang  sesuai  dengan  ontologis dan  aksiologis  ilmu  itu  sendiri

4.       Penjelasan  diarahkan  pada  deskripsi  mengenai  hubungan  berbagai  faktor  yang  terikat  dalam  suatu  konstelasi  penyebab timbulnya  suatu  gejala  dan  proses  terjadinya.

5.       Metode  ilmiah  harus  bersifat  sistematik  dan  eksplisit

6.       Metode  ilmiah  tidak  dapat  diterapkan  kepada  pengetahuan  yang  tidak  tergolong  pada  kelompok  ilmu   tersebut. (disiplin ilmu yang sama)

7.       Ilmu  mencoba  mencari  penjelasan  mengenai  alam  dan  menjadikan  kesimpulan  yang  bersifat  umum  dan  impersonal.

8.        Karakteristik  yang  menonjol  kerangka  pemikiran  teoritis :

a.      Ilmu  eksakta   :  deduktif,  rasio,  kuantitatif

b.      Ilmu  social     :  induktif,  empiris,  kualitatif 

 

 1.9.     Beberapa  Pengertian  Dasar

Konsep  :

Konsep  adalah  istilah  dan  definisi  yang  digunakan  untuk  menggambarkan  gejala  secara  abstrak,  contohnya  seperti  kejadian,  keadaan,  kelompok.  Diharapkan  peneliti  mampu  memformulasikan  pemikirannya  kedalam  konsep  secara  jelas  dalam  kaitannya  dengan  penyederhanaan  beberapa  masalah  yang  berkaitan  satu  dengan  yang  lainnya.

Dalam  dunia  penelitian  dikenal  dua  pengertian  mengenai  konsep,  yaitu  Pertama  konsep  yang  jelas  hubungannya  dengan  realita  yang  diwakili,  contoh :  meja,  mobil dll nya  Kedua  konsep  yang  abstrak hubungannya  dengan  realitas  yang  diwakili,  contoh :  kecerdasan,  kekerabatan,  dll nya.

 

Konstruk  :

Konstruk  (construct)  adalah  suatu  konsep  yang  diciptakan  dan  digunakan  dengan  kesengajaan  dan  kesadaran  untuk  tujuan-tujuan  ilmiah  tertentu.

 

Proposisi  :

Proposisi  adalah  hubungan  yang  logis  antara  dua  konsep.  Contoh :  dalam  penilitian  mengenai  mobilitas  penduduk,  proposisinya  berbunyi :  “proses  migrasi  tenaga  kerja  ditentukan  oleh  upah“  (Harris  dan  Todaro).

Dalam  penelitian  sosial  dikenal  ada  dua  jenis  proposisi;  yang  pertama  aksioma  atau  postulat,  yang  kedua  teorema.  Aksioma  ialah  proposisi  yang  kebenarannya  sudah  tidak  lagi  dalam  penelitian;  sedang  teorema  ialah  proposisi  yag  dideduksikan  dari  aksioma.

 

Teori  :

Salah  satu  definisi  mengenai  teori  ialah  serangkaian  asumsi,  konsep,  konstruk,  definisi  dan  proposisi  untuk  menerangkan  suatu  fenomena  secara  sisitematis  dengan  cara  merumuskan  hubungan  antar  konsep  (Kerlinger,  FN)

Definisi  lain  mengatakan  bahwa  teori  merupakan  pengetahuan  ilmiah  yang  mencakup  penjelasan  mengenai  suatu  faktor  tertentu  dari  satu  disiplin  ilmu.  Teori  mempunyai  beberapa  karakteristik  sebagai  berikut;

a.                 harus  konsisten  dengan  teori-teori  sebelumnya  yang        memungkinkan  tidak  terjadinya  kontraksi  dalam  teori  keilmuan     secara  keseluruhan.

b.                 harus  cocok  dengan  fakta-fakta  empiris,  sebab  teori  yang   bagaimanapun  konsistennya  apabila  tidak  didukung  oleh    pengujian  empiris  tidak  dapat  diterima  kebenarannya  secara  ilmiah.

c.                 Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :

1)         Model Based Theory,

Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.

 

2)                  Teori deduktif,

Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.

3)                  Teori induktif,

Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.

4)                  Teori fungsional

Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konspetualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori.

 

 

 

Logika  Ilmiah  :

            Gabungan  antara  logika  deduktif  dan  induktif  dimana  rasionalisme  dan  empirisme  bersama-sama  dalam  suatu  system  dengan  mekanisme  korektif.

 

Hipotesis  :

                 Hipotesis  adalah  jawaban  sementara  terhadap  permasalahan  yang  sedang  diteliti.  Hipotesis  merupakan  saran  penelitian  ilmiah  karena  hipotesis  adalah  instrumen  kerja  dari  suatu  teori  dan  bersifat  spesifik  yang  siap  diuji  secara  empiris.  Dalam  merumuskan  hipotesis  pernyataannya harus  merupakan  pencerminan  adanya  hubungan  antara  dua  variabel  atau  lebih.

            Hipotesis  yang  bersifat  relasional  ataupun  deskriptif  disebut  hipotesis  kerja  (Hk),  sedang  untuk  pengujian  statistik  dibutuhkan  hipotesis  pembanding  hipotesis  kerja  dan  biasanya  merupakan  formulasi  terbalik  dari  hipotesis  kerja.  Hipotesis  semacam  itu  disebut  hipotesis  nol  (Ho). 

 

Variabel  :

 

            Variabel  ialah  konstruk-konstruk  atau  sifat-sifat  yang  sedang  dipelajari.   Contoh :  jenis  kelamin,  kelas  sosial,  mobilitas  pekerjaan dll nya. Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (independent), variable tergantung (dependent), variable perantara (moderate), variable pengganggu (intervening) dan variable kontrol (control)

            Jika dipandang dari sisi  skala pengukurannya maka ada empat macam variabel:  nominal,  ordinal,  interval  dan  ratio.

 

Definisi  Operasional  :

            Yang  dimaksud  dengan  definisi  operasional  ialah  spesifikasi  kegiatan  peneliti  dalam  mengukur  atau  memanipulasi  suatu  variabel. 

Definisi  operasional  memberi  batasan  atau  arti  suatu  variabel  dengan  merinci  hal  yang  harus  dikerjakan  oleh  peneliti  untuk  mengukur  variabel  tersebut.

 

1.20.  Kerangka  Ilmiah

 

1)      Perumusan  masalah  :  pertanyaan  tentang  obyek  empiris     yang  jelas   batas-batasnya  serta  dapat  diidentifikasikan  faktor- faktor  yang  terkait  didalamnya.

2)      Penyusunan  kerangka  dalam  pengajuan  hipotesis:

a.                      Menjelaskan  hubungan  anatara  factor  yang  terkait

b.                      Disusun  secara  rasional

c.                      Didasarkan  pada  premis-premis  ilmiah

d.                      Memperhatikan  faktor-faktor  empiris  yang  cocok

3)      Pengujian  hipotesis  :

mencari  fakta-fakta  yang  mendukung  hipotesis

4)      Penarikan  kesimpulan

 

1.21.  Sarana  Berpikir  Ilmiah

bahasa

Yang  dimaksud  bahasa  disini  ialah bahasa  ilmiah  yang  merupakan  sarana  komunikasi  ilmiah  yang  ditujukan  untuk  menyampaikan  informasi  yang  berupa  pengetahuan,  syarat-syarat :

·         bebas  dari  unsur  emotif

·         reproduktif

·         obyektif

·         eksplisit

 

matematika 

Matematika  adalah  pengetahuan  sebagai  sarana  berpikir  deduktif  sifat

·         jelas,  spesifik  dan  informatif

·         tidak  menimbulkan  konotasi  emosional

·         kuantitatif

 

statistika

statistika  ialah  pengetahuan  sebagai  sarana  berpikir  induktif  sifat  : 

·                        dapat  digunakan  untuk  menguji  tingkat  ketelitian 

·                        untuk  menentukan  hubungan  kausalitas  antar  factor  terkait

 

1.22. Aksiologi (nilai Guna Ilmu)

 Aksiologi  ialah  menyangkut  masalah  nilai  kegunaan  ilmu.  Ilmu  tidak  bebas  nilai.  Artinya  pada tahap-tahap  tertentu  kadang  ilmu  harus  disesuaikan  dengan    nilai-nilai  budaya  dan  moral  suatu  masyarakat;  sehingga  nilai  kegunaan  ilmu  tersebut  dapat  dirasakan  oleh masyarakat  dalam  usahanya  meningkatkan  kesejahteraan  bersama,  bukan  sebaliknya  malahan  menimbulkan  bencana.

Contoh  kasus :  penelitian  di  Taiwan

Dampak   kemajuan  teknologi  moderen  telah  diteliti  dengan  model  penelitian  yang  terintegrasi,  khususnya  terhadap  masyarakat  dan  budaya.  Hasil  kemajuan  teknologi  di  Taiwan  telah  membawa  negara  itu  mengalami  “keajaiban  ekonomi”,  sekalipun  demikian  hasilnya  tidak  selalu  positif.  Kemajuan  tersebut  membawa  banyak  perubahan  kebiasaan,  tradisi  dan  budaya  di  Taiwan.  Berdasarkan  penelitian  tersebut  terdapat  lima  hal  yang  telah  berubah  selama  periode  perkembangan  teknologi  di  negara  tersebut  yaitu :

 

1.               Perubahan-perubahan  dalam  struktur  industri   berupa : meningkatnya  sektor  jasa  dan  peranan  teknologi  canggih  pada bidang  manufaktur.

2.               Perubahan-perubahan  dalam  sruktur  pasar  berupa :  pasar

3.               menjadi  semakin  terbatas,  sedang  pengelolaan  bisnis  menjadi  semakin  beragam.

4.               Perubahan-perubahan  dalam  struktur  kepegawaian  berupa :  tenaga  professional  yang  telah  terlatih  dalam  bidang  teknik menjadi  semakin  meningkat.

5.               Perubahan-perubahan  struktur  masyarakat  berupa :  Meningkatnya  jumlah  penduduk  usia  tua  dan  konsep  “keluarga  besar”  dalam proses  diganti  dengan  konsep  “keluarga  kecil”.

 

Perubahan-perubahan  dalam  nilai-nilai  sosial  berupa :  penghargaan  yang  lebih  tinggi  terhadap  keuntungan  secara  ekonomis  daripada  masalah-masalah  keadilan,  meningkatnya  kecenderungan  masyarakat  untuk  bersikap  individualistik.



Modul 9:

SKALA PENGUKURAN

 

Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal,

interval dan ratio.

 

9.1       Nominal

Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.

 

 9.2      Ordinal

Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,  tidak mengekspresikan jumlah.

 

9.3.      Interval

Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric.

 

 

 

Contoh:

Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.

 

 9.4.     Ratio

Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.

 

Contoh:

Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.

 

 9.5.     Validitas

Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. Ada 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu:

 

a.                  Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.

 

b.                    Validitas Kosntruk (Construct Validity)

Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik.

 

c.                    Validitas Kriteria (Criterion Validity)

Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variable yang dirancang sebagai kriteria.

 

 9.6. Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.

 

 

 



Referensi

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.

·                 Cahyono, Bambang Tri 1996. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: Badan Penerbit IPWI.

·                 Dane, F.C. 1990. Research Methods. Brooks/Cole Publishing Company. Belmont California.

Djunaedi, Achmad. 2000. “Pengantar: Apakah Penelitian Itu?”. http://intranet.ugm.ac.id/~adjunaedi/Support/Materi/METLITI/a01metlitpengantar.pdf

·                 Hempel, Carl Gustav. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Penerjemah Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

·                 Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogayakarta: BPFEE.

·                 Juliandi, Azuar. 2002. “Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis”. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol. 02 No. 02 Oktober. 

·                 Kerlinger, Fred N. 2000. AsasAsas Penelitian Behavioural. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.  

Miles, M.B. dan Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang MetodeMetode Baru. UIPress. Jakarta.

·                 Nazir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

·                 Rangkuti, Fredy. 2001. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia.

·                 Sarwono, J. 2003. “Perbedaan Dasar antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif“. http://www.w3.org/TR/REChtml40. Dikunjungi 13 Juli 2003.

·                 Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

———2004. “Pemilihan Topik dan Variabel Penelitian, serta Teknik Perumusan Masalah”. Kumpulan Materi Penataran dan Lokakarya Training of Traininer Metodologi Penelitian PTN dan PTS di Jakarta, 2630 April 2004.

·                 Supranto, J. 1997. Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Trochim, William M. 2002. “Philosophy of Research”. http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm. Dikunjungi 13 September 2003.

 

 



1 APAKAH PENELITIAN ITU

2 RAGAM PENELITIAN

3 UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN

4 PERUMUSAN PERMASALAHAN

5 PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA

[1] Biro Pusat Statistik = BPS

[2] Endnotes atau Footnotes ditulis jika pada pedoman penulisan diharuskan demikian.

May 8, 2009

Pariwisata

Filed under: Jurnal

Sejarah Pariwisata

  • Politik & Perdagangan
  • Perasaan ingin tahu
  • Misionary

Ciri-ciri Pariwisata

  • Bersifat Sementara (Temporery)
  • Sukarela (Voluntary)
  • Tidak untuk Bekerja

Jenis Pariwisata

  • Pleasure Tourism
  • Recreation Tourism
  • Cultural Tourism
  • Sports Tourism
  • Business Tourism
  • Covention Tourism

Download Buku Selengkapnya

March 12, 2009

LEISURE DAN PROSPEK BISNISNYA DI INDONESIA

Filed under: Jurnal

Kajian yang berhubungan dengan leisure semakin berkembang pesat dan diantara bagian-bagian daripada leisure semakin menunjukan bahwa kajian leisure semakin menarik untuk didalami. Tourism misalnya, merupakan bagian dari leisure telah membawa beberapa negara di dunia menjadikan sector ini sebagai pembangkit ekonomi yang cukup berarti. Sarana-sarana dan fasilitas pendukung leisure semakin banyak disediakan baik untuk orang asing maupun masyarakat lokal.

Kegiatan kegiatan leisure juga didorong lebih pesat lagi dengan semakin meningkatnya rasa konsumerisme terhadap jasa dalam usaha manusia mencapai gaya hidup modern.…………download materi selengkapnya

Kumpulan Animasi Powerpoint

Filed under: Jurnal

February 23, 2009

Buku Latihan Akuntansi

Filed under: Jurnal

Buku Latihan Akuntansi

Strategic Management English Version

Filed under: Jurnal

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13

January 30, 2009

Judul Penelitian Manajemen

Filed under: Jurnal

Judul Penelitian: Sistem Informasi Akuntansi

* Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Secara Komputerisasi Pada Mini Market Serayu (2000)
* Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada Matahari Departement Store (2000)
* Evaluasi Efektivitas Pengendalian Intern Sistem Penjualan Piutang Dan Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada PT. Karya Marbelindo Lestari (2002) - 9537
*

Sistem Pengendalian Intern Akuntansi Penjualan Berdasarkan Data Elektronik (1999) - 3001
* Evaluasi Pengendalian Intern Atas Pembelian, Penjualan Dan Persediaan Pada PT. X (2000)
* Analisa Sistem Komputerisasi Kepegawaian Dan Pembayaran Gaji Dalam Meningkatkan Pengendalian Internal Terkait Pada PT. Aplikanusa Lintasarta (2000)
* Evaluasi Efektivitas Atas Pengendalian Sistem Penjualan Berbasis Internet Pada wetmarket.com Pte. Ltd (2000)
* Analisis Sistem Informasi Penjualan Dengan Menggunakan Pengolahan Data Elektronik Pada Perusahaan Tekstil PT. Himalaya Tunas Texindo - Bandung (2000)
* Analisa Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terkomputerisasi Atas Sistem Dan Prosedur Pembayaran Pada PT. Sion Indonesia (2000)
* Anlisis Sistem Informasi Akuntansi Pelayanan Rawat Inap Pada Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (2000)
* Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Terhadap Pengendalian Intern Pada PT. Sharp Yasonta Antar Nusa (2000)
* Evaluasi Struktur Pengendalian Intern Atas Penjualan Kamar (Sewa) Pada Hotel Petamburan (2000)
* Analisis Sistim Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Penolong Pada PT. Krama Yudha Ratu Motor (2000)
* Analisis Sistem Pengendalian Intern Atas Akuntansi Penjualan Jasa Untuk Meningkatkan Pelayanan Di Mandarin Oriental Hotel (2000)
* Analisis Atas Efisiensi Dan Efektivitas Sistem Informasi Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada Biro Perjalanan Wisata PT. Altorino Wijaya) (2000)
* Analisa Sistem Penjualan Dan Penerimaan Kas Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Prosedur Penjualan Ekspor Pada PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk (2000)
* Analisis Sistem Penggajian Dalam Rangka Mengefektifkan Pengendalian Intern Pada Kantor Akuntan Publik X (2000)
* Analisis Sistem Informasi Penjualan Kredit Pada Penerimaaan Kas/ Bank Pada PT Indo luhur sejati (2001)
* Analisis Peranan Elektronik Data Interchange Dalam Pengendalian Pada Hero Supermarket Tbk (2000)
* Analisa Penerapan Sistem Informasi Persediaan Dalam Upaya Meminimalisasi Human Error Pada PT. X (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Karyawan Yang Terkomputerisasi Pada PT. Istana Kebon Jeruk (2000)
* Analisis Terhadap Sistem Informasi Pengadaan Barang Dagang Pada Pasar Raya (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi Pembeliaan Suku Cadang Pada PT. Indomobil Suzuki International (2000)
* Evaluasi Terhadap Pengendalian Intern Atas Sistem Pembelian Impor Yang Terkomputerisasi Pada PT. Otto Perkasa Indomulia (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi Pembelian Suku Cadang Pada PT. Indomobil Suzuki Internasional (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Yang Terkomputerisasi Pada PT. PLN Persero (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Pendapatan Pada PT. Primasia Securities (2000)
* Analisis Sistem Penggajian Dalam Rangka Mengefektifkan Pengendalian Intern Pada Kantor Akuntan Publik (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Karyawati Yang Terkomputerisasi Pada PT. Istana Kebon Jeruk (2000)
* Analisa Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT. Indo Mental Central Tama Industry (2000)
* Analisa Pengendalian Intern Pada Sistem Pembeliaan Suku Cadang PT. (Persero ) Djakarta Lloyd (2000)
* Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT. Setia Jaya (2000)
* Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Terkomputerisasi Pada PT. Toko Gunung Agung (2000)
* Analisis Sistem Informasi Penjualan Dengan Menggunakan Pengolahan Data Elektronika Pada Perusahaan Textil PT. Himalaya Tunas Texini Bandung (2000)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Pembelian Bahan Baku Di PT. Lingkar Matra (2000)
* Evaluasi Efisiensi Sistem Informasi Penggunaan Obat-Obatan (Studi Kasus RS Immanuel) (2000)
* Evaluasi Atas Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Informasi Persediaan (Studi Kasus PT. Adhika Global Kencana) (2001)
* Analisa Sistem Informasi Freight Dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Pada Perusahaan Hapag Lloyd Container Line (2001)
* Analisis Penerapan Sistem Informasi Berbasis Intranet Untuk Aplikasi Persediaan Pada PT. X (2001)
* Analisis Kemungkinan Penerapan Sistem Informasi Terpadu (Terkomputerisasi) Pada Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan (2001)
* Analisis Penerapan Sistem Informasi Terpadu (Terkomputerisasi) Pada Pelayanan Rawat Jalan (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Daerah Tarakan (2001)
* Analisa Sistem Informasi Akuntansi Pembelanjaan Kredit Usaha Kecil Pada PT. Bank X (2001)
* Analisa Sistem Informasi Penjualan Barang Melalui Internet PT. Elek Media Komputindo (2001)
* Analisa Sistem Informasi Akuntansi Atas Pelayanan Jasa Hotel (Studi Kasus Pada Hotel Banian Boulevar (2001)
* Analisis Sistem Informasi Atas Jasa Pelayanan Medical Check-Up Pada Rumah Sakit Pondok Indah (2001)
* Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Berbasis Komputer Pada PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno- Hatta (2001)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Pelayanan Penyewaan Di Apartemen Golf Pondok Indah (2001)
* Evaluasi Penerapan Sistem Pembelian Impor Pada PT. Indomobil Suzuki Internasional (2001)
* Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pelayanan Peti Kemas Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II (2001)
* Analisa Sistem Informasi Pelayanan Nasabah Ritail Pada Bank Universal Tbk (2001)
* Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Pelayanan Jasa Peti Kemas Di PT. Jakarta International Container Terminal (2001)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Sistem Akuntansi Penjualan , Piutang Dan Penerimaan Kas Di Pertamina (2001)
* Analisis Perencanaan Strategis Dalam Pengembangan Sistem Informasi Untuk Nasabah Pada Beberapa Retail Banking Yang Sudah Go Public (2001)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Terkomputerisasi Pada PT. Ayu Mas Agung (2001)
* Analisa Sistem Informasi Akutansi Terhadap Pembayaran Klaim Asuransi Manulife Financial Terhadap Nasabahnya (2001)
* Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Pendapatan Pada Hotel Cempaka Sari (2001)
* Usulan Rancangan SIA Pengelolaan Dana Kegiatan Mahasiswa Untuk Meningkatkan Pengendalian Internal (2001)
* Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT. X (2001)
* Sistem Analisis Dan Desain Prosedur Penjualan Pada PT. Mitra Sarana Purnama.(2002)
* Evaluasi Atas Sistem Informasi Perhotelan Untuk Mendukung Pengumpulan Dan Penentuan Cost Layanan (Study Kasus Pada Hotel Seruni Batam) (2002)
* Analisis Terhadap Sistem Pengendalian Penjualan Dengan Basis Tekhnologi Informasi Pada PT. Astra Graphia Tbk (2002)
* Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Penghimpunan Dana Deposito Mudharabah Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk (2002)
* Analisa Pengendalian Intern Pada Sistem Penagihan Jasa Internet PT. Widya Cakra Putra Pertiwi (2002)
* Analisis Sistem Informasi Pelayanan Nasabah Retail Pada Bank Internasional Indonesia (2002)
* Analisis Sistem Informasi Produk Layanan Gaji Dari Bank Internasional Indonesia Dengan Penggunaan Perangkat Lunak LG PC (2002)
* Analisis Sistem Informasi Penjualan Karcis Langganan Tol (KLT) Dalam Kota Jakarta Pada PT. Jasa Marga (2002)
* Analisis Sistem Informasi Penjualan Pada PT. Tiara Permata Sari (2002)
* Evaluasi Efektivitas Pengendalian Intern Sistem Penjualan Piutang Dan Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada PT. Karya Marbelindo Lestari (2002)
* Evaluasi Atas Sistem Informasi Untuk Pengumpulan Dan Penentuan Biaya Layanan Jasa Hotel Cempaka (2003)
* Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada PT. Graha Kemang Sentosa (2003)
* Analisis Pengendalian Internal Atas Sistem Informasi Persediaan Pada Hotel Quality Bandara (2003)
* Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Berbasis Komputer Pada PT. Elnusa Geosains (2003)
* Analisa sistem penagihan jasa ABSI (Assimetric Digital Subscriber Line ) pada PT X (2003)
* Analisis pengendalian internal pada prosedur pemberian kredit usaha di Bank Bni 46 (2004)
* Analisa sistem pengendalian intern terhadap sistem pelayanan nasabah melalui media ATM dan Tele Banking pada Bank BNI 46 (2004)
* Analisis pengendalian internal sistem pendapatan dalam perusahaaan jasa penyediaan layanan telekomunikasi akses internet (Telkomnet @ Instant) pada PT. Telkom (2004)
*
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA PT.PENJALINDO NUSANTARA (2000) 561
*
ANALISIS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM LEGIATAN OPERASIONAL ATM PADA BANK XYZ (2000) 562
*
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBAYARAN GAJI YANG BERBASIS KOMPUTER PADA PT.EP (2000) 563
*
EVALUASI ATAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PEMBELIAN KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (STUDI KASUS PADA BANK X) (2000) 564
*
ANALISIS SISTEM PENJUALAN,PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS SECARA KOMPUTERISASI PADA PT.DHARMA POLIMETAL (2000) 565
*
ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG YANG TERKOMPUTERISASI PADA PT.X (2000) 566
*
ANALISA PENANGANAN ORDER PENJUALAN PADA SISTEM PENJUALAN PT ERCO UTAMA MANDIRI PERSADA (2000) 567
*
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFESIENSI SISTEM PENJUALAN MELALUI MEDIA INTERNET (STUDI KASUS PADA PT INTEGRASI) (2000) 568
*
ANALISIS SISTEM KOMPUTERISASI TERHADAP PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT.HARDAYA ANEKA SHOES INDUSTRY (2000) 569
*
EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGGAJIAN YANG BERBASIS KOMPUTER PADA PT.INDOSAT (2000) 570
*
ANALISA PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI YANG TERKOMPUTERISASI PADA PENGOPERASIAN ATM (STUSDI KASUS ATAS BANK XYZ (2000) 571
*
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN SECARA KOMPUTERISASI YANG DI TETAPKAN PT INTRACO PENTA (2000) 572
*
Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Perusahaan Perbankan (2007) 235
*
Anaslisis dan Perancangan sistem Informasi Penjualan dan Piutang Dagang PT Mambruk energy International (2007) 236
*
Efektivitas sistem Pengadaan Barang yang Berbasis Komputer PT.Caltex Pacific Indonesia (2007) 259
*
Analisis Pengendalian Intern pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Expor di Krakatau Steel (2007) 281
*
ANALISIS SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT RIASIMA ABADI (2007) 367
*
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PERUM PERURI (2007) 529

Judul Penelitian: Akuntansi Manajemen

*

Analisa Penerapan Just In Time system Terhadap Persediaan Bahan Baku Untuk Mengevaluasi Efisiensi PT. Sanggar Sarana Baja (2000) - 4080
*

Analisa Kinerja Untuk Melakukan Benchmarking Pada PT. Garuda Indonesia (2000)
*
Analisa Varian Untuk Pengukuran Efisiensi Dan Peningkatan Pangsa Pasar (Studi Kasus Pada PT. Unilever Indonesia Di Jakarta) (2000)
*
Fungsi Dan Peran Sistem Biaya Standar Sebagai Pengendalian Biaya Pada PT. X (2000)
*
Peranan Biaya Pemasaran Terhadap Peningkatan Laba Pada PT. Metro Garment (2000)
*
Balance Score Card Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada Bank BNI) (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Activity Based Management Sebagai Alternatif Sistem Manajemen Biaya Dalam Biaya Meningkatkan Efisiensi Pada PT. Prisirma Prima Makmur (2000)
*
Analisa Peranan Target Costing Guna Membantu Manajemen PT. Sari Surya Lestari Dalam Usahanya Untuk Mengendalikan Biaya Produksi (2000)
*
Analisa Peranan Target Costing Relevan Dalam Pengambilan Keputusan Penerimaan Pesanan Khusus Pada PT. Graphos Prima (2000)
*
Analisa Kualitas Pelayanan Berdasarkan Kinerja Operasional Pada Hotel Ancol Parkroyal (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Sistem ABC Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi (Studi Kasus Pada PT. X) (2000)
*
Analisa Perlakuan Produk Rusak Dalam Penentuan Harga Produk Pada PT. Surya Pratama Alami Electrics (2000)
*
Analisa Biaya Pemasaran Dan Pengukuran Kinerja Pada Departemen Pemasaran PT. Jakarta Komputer Supplies (2000)
*
Analisis Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Pada PT. Sandy Putra Makmur Jakarta (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan ABC Dalam Rangka Mengurangi Distorsi Penghitungan Harga Pokok Produksi Pada PT. Forta Larese (2000)
*
Analisis Target Costing Dalam Penentuan Tarif Iklan Di Media Pertelevisian (Studi Kasus Pada PT. RCTI) (2000)
*
Analisa Terhadap Kualitas Jasa Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelanggan Kamar Di Hotel Atlet Century Park (2000)
*
Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Berdasarkan Metode Tradisional Dan Balanced Score Card Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000)
*
Analisa Penerapan Target Costing Dalam Melakukan Efisiensi Biaya Pada PT. Sedja Industrial Dan Trading Co. Ltd. (2000)
*
Analisa Pengendalian Mutu Produk Pada PT. Ardiyanto Wijaya Kusuma Batik (2000)
*
Analisa Service Quality Berdasarkan Kinerja Operasional Pada Hotel Sentral Menteng (2000)
*
Perhitungan Beban Pokok Produksi Dalam Penentuan Harga Jual Kayu Industri Pada PT. Segara Timber (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada RSAB Harapan Kita Bagian Bersalin Di Jakarta (2000)
*
Analisa Strategi Bersaing PT. Prisma Pratama Dalam Menghadapi Persaingan Yang Semakin Ketat (2000)
*
Peranan Target Costing Dalam Penekanan Biaya Pada PT. Sri Adi Luhur (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Activity Based Costing Dalam Meningkatkan Akuntansi Biaya Perhitungaan Harga Pokok Produksi PT. Sunrise Bumi Textiles (2000)
*
Evaluasi Penerapan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Hotel President Berdasarkan Balanced Scorecard (2000)
*
Analisis Atas Strategi Perusahaan Dalam Upaya Menghadapi Persaingan Usaha Pada PT. Sumber Harapan Sarana (2000)
*
Analisa Penerapan JIT Terhadap Persediaan Bahan Baku Untuk Mengevaluasi Efisiensi PT. Sanggar Sarana Baja (2000)
*
Analisis Peranan Biaya Relevan Terhadap Penerimaan Pesanan Khusus Pada PT. Dhanu Tama (2000)
*
Pembahasan Tentang Analisa Break Even Point Dalam Hubungananya Dengan Biaya , Laba Dan Volume Kegiatan Pada Perusahaan Hanger (2000)
*
Penerapan Sistem Activity Based Costing Pada PT. Tasuma Jaya Industries (2000)
*
Analisa Biaya Volume Laba Sebagai Alat Untuk Perencanaan Laba Jangka Pendek Pada PT. Dharma Pratama Sejati (Studi Kasus Pada Proyek Chandra Asri Petrochemical Center) (2000)
*
Analisa Kualitas Pelayanan Pada Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta (2000)
*
Pengukuran Kinerja Dengan Sistem Balanced Scorecard Pada PT. Lion Metal Work Tbk (2000)
*
Analisis Peningkatan Mutu Produk Melalui Total Quality Control Dan Sistem Manajemen Mutu ISO 9002 Pada PT. Astra Daihatsu Motor Engineering Plant (2000)
*
Peranan Anggaran Operasi Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengendalian Dalam Meningkatkan Profitabilitas Pada PT. XYZ (2000)
*
Analisa Penerapan Balanced Scorecard Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Usaha (Studi Kasus PT. Southern Cross Textile Industry) (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Indosat (2000)
*
Analisa Strategi Manajemen PT. Sigma Nusa Mandiri Dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup (2000)
*
Evaluasi Kelayakan Corporate Plan Untuk Penambahan Jumlah Kamar Dan Fasilitas Di Hotel Sol Elit Marbela (2000)
*
Perbandingan Kinerja Dengan Metode Bench Marking Laporan Keuangan Pada Bank NISP Sebagai Standar Pembanding Dengan Sepuluh (10) Bank Nasional Yang Telah Go Public (2000)
*
Analisa Kualitas Pelayanan Dan Biaya Mutu Pada Hotel Indonesia (2000)
*
Kemungkinan Penerapan Sistem ABC Dalam Usaha Untuk Mendapatkan Informasi Keuangan Yang Akurat Pada PT. X (2000)
*
Analisa Biaya Volume Laba Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PT. X (2000)
*
Analisis Perbandingan Pengukuran Kinerja Pada PT. Mustika Ratu Antara Metode Tradisional Dengan Metode Balanced Scorecard (2000)
*
Analisis Kemungkinan Penerapan Sistem JIT Dalam Penekanan Biaya Produksi (Studi Kasus Pada PT. Buana Indah) (2000)
*
Penerapan ISO 14000 Sebagai Alat Manajemen Lingkungan (2000)
*
Analisa Strategi Bisnis Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Perusahaan PT. Eri Guna (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada Hotel Indonesia (2000)
*
Dampak Efisiensi Siklus Pemanufakturan Terhadap Biaya Produksi Pada PT. Semen Cibinong Tbk Unit Norogong III, Jawa Barat (2000)
*
Analisa Penerapan Target Costing Dalam Sistem Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Tritama Trexindo Raya (2000)
*
Analisa Penerapan Activity Based Management Dalam Usaha Mencapai Enterprise Extendence Pada Hotel Borobudur Intercontinental (2000)
*
Analisa Varians Pendapatan Untuk Memulai Efektifitas Pada PT. Inti Cocoa Abadi Industri (2000)
*
Analisa Peranan Total Quality Management Dalam Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9002 Pada PT. Pancirub (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Metode ABC Pada PT. Sarasada Yerown Industry (2000)
*
Analisis Penerapan ISO 9002 Dalam Meningkatkan Efisiensi Perusahaan Melalui Analisa Biaya Mutu Pada PT. Mustika Ratu (2000)
*
Transparansi Informasi Akuntansi PT. Tempo Scan Pasific Guna Meningkatkan Kinerja Perusahaan (2000)
*
Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Dalam Mengefisienkan Biaya Mutu Di Departemen Makanan Dan Minuman Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta (2000)
*
Kemungkinan Penerapan Target Costing Dalam Sistem Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Sinar Sosro (2000)
*
Analisa Penerapan ISO 9002 Dan Pengaruhnya Terhadap Perbaikan Mutu Pada PT. ADM (2000)
*
Optimalisasi Kapasitas Promosi PT.Yamaha Indonesia Motor Manufacture Dan Kaitannya Dengan Perluasan AFTA (2000)
*
Analisa Penerapan ISO 9002 Guna Meningkatkan Efisiensi PT. Lati Nusa Melalui Pengendalian Mutu Terpadu (2000)
*
Analisa Sistem Pencatatan Persediaan Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Pokok Pada PT. Tira Raya Mina (Persero) (2000)
*
Peranan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Mengefisienkan Biaya Persediaan Pada PT. National Gobel (2000)
*
Analisa Biaya Volume Laba Sebagai Alat Untuk Menentukan Komposisi Penjualan Yang Memberikan Laba Optimal Pada PT. Sinar Agung Adi Perkasa (2000)
*
Alokasi Biaya Overhead Pabrik Dari Departemen Jasa Ke Departemen Produksi Dalam Penentuan Harga Pokok Produksi Pada PT. Intirub (2000)
*
Evaluasi Penentuan Harga Pokok Perumahan Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Jual Pada Proyek Perumahan Pesona Anggrek Harapan Bekasi (2000)
*
Analisis Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Produk PT. Daya Sakti Unggul (2000)
*
Analisa Penerapan ABC Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Pada PT. Kimia Farma (2000)
*
Fungsi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengendalian Laba Pada PT. XYZ (2000)
*
Penerapan ISO 9002 Dalam Meningkatkan Efisiensi Melalui Analisis Biaya Mutu Pada PT. Dharmala Intiland (Property Management Division) (2000)
*
Peranan Analisa Biaya Diferensial Sebagai Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan Penggantian Mesin Pada PT. Branca Paloma (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Penilaian Prestasi Kerja Pada Hotel Indonesia, Jakarta (2000)
*
Analisis Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (TQM) Pada PT. Pindo Deli Yang Bersertifikat ISO 9002 (2000)
*
Analisis Terhadap Penerapan Metode Direct Costing Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Dalam Menerima Atau Menolak Pesanan Khusus Pada PT. Kanda Kawana Sakti (2000)
*
Analisis Peranan TQM Dalam Meningkatkan Produktivitas Pada PT. Pindodel Yang Bersertifikat ISO 9002 (2000)
*
Analisa Penerapan ISO 9002 Guna Meningkatkan Efisiensi PT. Lati Nusa Melalui Pengendalian Mutu Terpadu (2000)
*
Analisa Penerapan Total Quality Management Dan ISO 9001 Guna Meningkatkan Kinerja Pada PT. Inti Rub (2000)
*
Evaluasi Pengawasan Mutu Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Produk Pada PT. Argo Pantes Di Tanggerang (2000)
*
Aplikasi ISO 9002 Dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Kualitas Pada PT. Jaya Beton Indonesia (2000)
*
Pilihan Mengganti Mesin Atau Menambah Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Pada PT. Friendly Prima Abadi (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada Hotel Patra Jasa Di Jakarta (2000)
*
Pilihan Mengganti Mesin Atau Menambah Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kapasitas Produk Pada PT. Denso (2000)
*
Analisa Restrukturisasi Organisasi Pegawai Pada BUMN Guna Meningkatkan Efisiensi Dan Produktifitas (Studi Kasus Pada Pertamina Karang ampel) (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Century Textile Industry (2000)
*
Analisis Penerapan TQC Pada Departemen Hot Press Dan Stock Fit Guna Meningkatkan Mutu Pada Produk PT. Nasa (2000)
*
Kemungkinan Penerapan Target Costing Dalam Sistem Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Fajar Kumara Manggola (2000)
*
Analisis Biaya Pemasaran Untuk Pengukuran Kinerja Pada Departemen Pemasaran PT. Tjahja Sakti Motor (2000)
*
Hubungan Antara Komersialisasi Dengan Etika Dalam Kerangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Islam Jakarta (2000)
*
Perhitungan Harga Pokok Produksi Dalam Rangka Menentukan Harga Jual Pada CV. Hentech (2000)
*
Dampak Penerapan ISO 9002 Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Efektifitas Melalui Analisa Biaya Mutu Pada PT. Budi Dharma Di Jakarta (2000)
*
Analisis Biaya Mutu Pada PT. Berdikari Sari Utama Flour Mills (2000)
*
Evaluasi Penentuan Tarif Sewa Kamar Pada Hotel X Dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas Perusahaan (2000)
*
Analisa Biaya Mutu Untuk Mengetahui Keberhasilan Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (TQM) Pada PT. Sanyo Compressor Indonesia (2000)
*
Analisa Perhitungan Harga Pokok Produksi Dalam Rangka Menentukan Harga Jual Pada CV. Darmex Oil & Fat (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Veneer Products Indonesia (2000)
*
Analisis Biaya Pemasaran Dalam Usaha Meningkatkan Profitabilitas Bagi Pihak Manajemen ( PT. Heinz ABC Indonesia) (2000)
*
Analisis Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Glove Perdana Garment (2000)
*
Analisis Strategi Usaha PT. Express Transindo Utama Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Usaha Taksi (2000)
*
Analisa Penerapan Prinsip-Prinsip Total Quality Management Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Kamar Pada Hotel Indonesia (2000)
*
Analisa Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Dengan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
*
Analisis Biaya Mutu Pada PT. Pusri Sebelum Dan Sesudah ISO 9002 (2000)
*
Analisa Perbandingan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Secara Traditional System Dengan Penerapan Just In Time System Dan Dampaknya Terhadap Efisiensi Biaya Pada PT. PLN , PJB I Unit Pembangkitan Priok (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Value Engineering Sebagai Upaya Perusahaan Dalam Mencapai Target Costing Pada PT. Tyrolit Vincent (2000)
*
Dampak Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah PT. Bank Negara Indonesia (Persero )Tbk. Kantor Cabang Rawamangun (2000)
*
Analisa Pengelolaan Perswediaan Bahan Baku Dengan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
*
Peranan Target Costing Sebagai Alat Bantu Manajer Dalam Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Surya Laras Makmur (2000)
*
Penerapan Balance Scorecard Sebagai Suatu Sistem Penilaian Kinerja Pada PT. Inter Delta, Tbk (2000)
*
Analisis Strategi Perusahaan Dalam Rangka Mempertahankan Kelangsungan Hidup Dan Memenangkan Persaingan (Studi Kasus Pada Toko Gunung Agung Tbk) (2000)
*
Evaluasi Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Klasifikasi Biaya Sebagai Dasar Kebijakan Dalam Penetapan Harga Jual Pada PT. Prima Inreksa Industries (2000)
*
Penerapan ISO 9002 Guna Meningkatkan Efisiensi Perusahaan Melalui Analisa Biaya Mutu Pada PT. Nagasakti Paramahoes Industri (2000)
*
Evaluasi Kebijakan Transfer Pricing Pada PT. Continental PH Metal (2000)
*
Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Kelayakan Investasi Untuk Perluasan Usaha Pada PT. .X (2000)
*
Analisis Peranan Biaya Relevan Terhadap Penerimaan Pesanan Khusus Pada PT. Dhanutama (2000)
*
Analisa Dampak Pengukuran Kinerja Berdasarkan Metode Tradisional Dan Metode Balance Scorecard Terhadap Kinerja Perusahaan PT. Virma Karya (Persero) (2000)
*
Analisa Penerapan Just In Time Untuk Meningkatkan Produktifitas Pada PT. Pembina Galindra Electric, Co (2000)
*
Analisis Penerapan Sistem Just In Time Production Dalam Usaha Meningkatkan Efisiensi Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
*
Analisis Penentuan Harga Transfer Antar Divisi Pada PT. Fajar Cakramala Sumbindo (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada PT. Kemialu Suryamulia (2000)
*
Penerapan Total Quality Control Dalam Meningkatkan Efisiensi PT. X (2000)
*
Evaluasi Penentuan Harga Pokok Perumahan Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Jual Pada Proyek Perumahan Pesona Anggrek Harapan , Bekasi (2000)
*
Perbedaan Akuntansi Biaya Eksplorasi Antara Metode Full Cost Dengan Successfull Effort Dan Production Sharing Contract Pada Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. X) (2000)
*
Analisis Kemungkinan Dampak Penerapan Target Costing Terhadap Profitabilitas PT. X (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Alternatif Pengukuran Kinerja Pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Asuransi Dimayana Tbk (2000)
*
Dampak Penerapan Process Value Analysis Sebagai Salah Satu Bagian Dari Filosofi Kaizen Terhadap Produktifitas Dan Biaya Produksi Di PT. PPS (2000)
*
Analisis Penentuan Harga Transfer Antar Divisi Pada PT. Fajar Cakramala Sumbido (2000)
*
Analisis Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (TQM) Dalam Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mustika Ratu Tbk (2000)
*
Analisis Kemungkinan Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Tabungan Negara (2000)
*
Pengukuran Kinerja Berdasarkan Balanced Scorecard Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Fatmawati (2000)
*
Analisa Departementalisasi FOH Dengan Menggunakan Metode Aljabar Pada Pabrik Kopi Surya Mas Jaya, Jakarta (2000)
*
Analisis Penerapan Target Costing Dan Pengaruhnya terhadap Laba PT. Pabrik Cat Dan Tinta Pacific (2000)
*
Analisa Perbandingan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Secara Traditional System Dengan Penerapan JIT System Dan Dampaknya Terhadap Efisiensi Biaya Pada PT. PLN PSB I Unit Pembangkit Priok (2000)
*
Pengukuran Kinerja Berdasarkan Balaced Scorecard Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Th. 97-98 (2000)
*
Analisa Perbandingan Pengukuran Kinerja Dengan Metode Tradisonal Dan Metode Balanced Scorecard Pada PT. X (2000)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada Rumah Sakit PGI Cikini (2000)
*
Analisa Penerapan Just In Time system Terhadap Persediaan Bahan Baku Untuk Mengevaluasi Efisiensi PT. Sanggar Sarana Baja (2000)
*
Pengaruh Biaya Pemasaran Dalam Membantu Manajemen Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Perusahaan Farmasi PT. Glaxo Welcome Indonesia (2000)
*
Kemungkinan Penerapan Activity Based Costing Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Dan Dampaknya Terhadap Profitabilitas Pada Dwi Daya Selaras (2000)
*
Analisis Perbedaan Target Costing Dalam Upaya Pengurangan Biaya Produk Untuk Peningkatan Laba Pada PT. Tancho Indoonesia (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Perusahaan Pada PT. Argo Beni Manunggal (2000)
*
Analisa Dampak Klasifikasi Biaya Terhadap Perhitungan Harga Pokok Produksi Dan Penentuan Harga Jual Pada PT. XYZ (2000)
*
Pengaruh Peningkatan Kapasitas Produksi Terhadap Unit Cost Pada PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo (2000)
*
Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Pengendalian Biaya Produksi Pada CV. Haima Sulindo (2000)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Pada CV. X (2001)
*
Analisa Dampak Penerapan ISO 9002 Terhadap Kualitas, Efisiensi Dan Produktifitas Perusahaan (2001)
*
Analisa Penialaian Kinerja Untuk Meniali Tingkat Kesehatan Keuangan PT. Cerenti Subur (2001)
*
Analisa Penerapan ISO 9002 Dan Dampaknya Terhadap Efisiensi, Produktivitas Dan Kinerja Keuangan Pada PT. Uniair Indotama Cargo (2001)
*
Analisa Terhadap Penerapan Metode Benchmarking Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Pada Perusahaan Baja PT. Bina Baja Potensi Pratama (2001)
*
Analisa Penerapan ISO 9002 Terhadap Efisiensi Biaya Dan Laba Pada PT. Sindangwangi KPH Bandung Utara Unit III (2001)
*
Evaluasi Penetapan Total Quality Service Untuk Memenuhi Kepuasan Konsumen Dalam Rangka Meningkatkan Penjualan Pada Pasar Swalayan Hero (2001)
*
Pengaruh Penerapan Manajemen Mutu ISO 9002 Terhadap Biaya Mutu Pada PT. Aica Indonesia (2001)
*
Analisa Dampak Biaya Mutu Terhadap Kualitas Pelayanan Ruang Rawat Inap Dirumah Sakit Ibu Dan Anak Hermina Jatinegara (2001)
*
Analisa Kualita Pelayanan Dan Kinerja Keuangan Rumah Sakit Islam Jakarta (2001)
*
Analisa Perbandingan Pengukur Kinerja Dengan Metode Tradisional Dan Metode Balanced Scorecard Pada PT. Asuransi Jiwa Central Asiaraya (2001)
*
Analisis Pencerahan Total Quality Control Pengurangan Produk Cacat Efisiensi Biaya Produksi Dan Peningkatan Laba PT. Schering Indonesia (2001)
*
Analisa Penerapan Balanced Scorecard Pada PT. Anugrah General Insurance (2001)
*
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada CV. Titipan Kilat (2001)
*
Analisis Metode Penerapan Harga Transfer Dan Pengukuran Kerja Direktorat Pembekalan Dan Pemasaran Dalam Negri Di Pertamina Pada Tahun 1999-2000 (2001)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Activity Based Costing System Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT. X (2001)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Balanceed Scorecard Sebagai Usaha Sistem Pengukuran Kinerja Alternatif Pada PT. Jasamina Prakasa (2001)
*
Pengaruh Penerapan Sistem Just InTime Terhadap Peningkatan Kualitas Produk Dan Efisiensi Biaya Pada PT. Mustika Ratu Tbk (2001)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Target Costing Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT. Jen Fajar (2001)
*
Analisis Atas Pemakaian Pendekatan Biaya Daur Hidup Terhadap Penentuan Harga Pokok Produksi Pada PT. Daya Guna Samudra Tbk (2001)
*
Analisa Penerapan Metode Target Costing Sebagai Suatu Sistem Pengendalian Biaya Untuk Meningkatkan Kontribusi Laba Pada PT. Hanson Industri Utama Tbk (2001)
*
Pengukuran Kinerja Berdasarkan Balanced Scorecard Pada Pertamina Tahun 1997 Dan 1998 (2001)
*
Analisa Kelayakan Investasi Dengan Capital Budgeting Pada PT. Denso Indonesia Corporation (2001)
*
Alternatif Menambah Mesin Atau Tenaga Kerja Dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi Pada PT. Mitsubishi (2001)
*
Penerapan Sistem ABC Pada PT. Mitsubishi Krama Yudha Motorand Manufacturing (2001)
*
Penerapan Target Costing Dalam Rangka Meningkatkan Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Dunkindo Lestari) (2001)
*
Peranan Just In Time System Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada PT. Indonesia Toray Synthetics (ITS) (2001)
*
Analisa Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pelanggan Pada CV. Titipan Kilat (2001)
*
Analisa Penerapan TQM (Total Quality Management) Terhadap Efesiensi Biaya Dan Efektifitas Pelayanan Pada Departemen Kamar Di Hotel Indonesia (2001)
*
Analisa Penerapan Just In Time System Dalam Kaitannya Dengan Efisiensi Produksi Pada Departemen Assembling PT. Federal Motor (2001)
*
Dampak Mutu Pelayanan Jasa Perbaikan Terhadap Pendapatan Di PT. National Panasonic Gobel (2001)
*
Analisis Pengaruh Penerapan ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan PT. Pupuk Kujang (Persero) (2001)
*
Analisis Atas Pemakaian Pendekatan Biaya Daur Hidup Terhadap Penentuan Harga Pokok Produksi Pada PT. Daya Guna Samudera (2001)
*
Analisis Atas Efisiensi Biaya Mutu Pada Departemen Dress Material Sebelum Dan Sesudah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 Di PT. Texmaco Jaya (2002)
*
Analisa Penerapan Target Costing Dalam Sistem Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. X (2002)
*
Corporate Plan Kaitannya Dengan Analisa Kelayakan Pembelian Mesin Weaving Pada PT. Texmaco Jaya (2002)
*
Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Dalam Menetapkan Harga Jual Pada PT. Martina Berto (2002)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Target Costing Pada PT. Jersey Indonesia (2002)
*
Evaluasi Penerapan Total Quality Management Serta Dampaknya Terhadap Efisiensi Produktivitas Dan Laba Peruasahaan (2002)
*
Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Jasamina Prakarsa (2002)
*
Analisa Kelayakan Pengembangan Toko Cabang Pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk (2002)
*
Analisis Terhadap Alternatif Metode Penetapan Harga Transfer Dalam Mengukur Dan Meningkatkan Kinerja Divisi Pada PT. Jabatex (2002)
*
Dampak Penentuan Harga Jual Produk Ukiran Kayu CV. Shalom Terhadap Pendapatan Perusahaan (2002)
*
Dampak Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu Terhadap Biaya Produksi Dan Mutu Produk PT. X (2002)
*
Analisa Penerapan Balanced Scorecard Untuk Mengukur Kinerja Pada PT. Wijaya Karya Beton (2002)
*
Dampak Klasifikasi Terhadap Harga Pokok Penjualan Dan Harga Jual Produk Pada PT. Tirta Wahana Asri (2002)
*
Analisis Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja PT. X (2002)
*
Analisa Penerapan Sistem Just In Time Production Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Divisi Plastic Injection PT. X (2002)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Total Quality Control (TQC) Untuk Meningkatkan Mutu Produk Pada Departemen Produksi Di PT. Sepatu Bata, Tbk Jakarta (2001)
*
Pengaruh Peningkatan Kapasitas Produksi Urea Terhadap Unit Cost Pada PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (2002)
*
Analisis Kualitas Pelayanan Dan Struktur Biaya Mutu Pada PT. Hero Supermarket (2002)
*
Analisa Kemungkinan Penerapan Sistem ABC Dalam Perhitungan Biaya Produksi Pada PT. Grace Inas, Industri Garmen (2002)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Pada PT. Pelni (Persero) (2002)
*
Analisis Penerapan Just In Time Purchasing Untuk Mengevaluasi Efisiensi Pada PT. Indomilk (2003)
*
Analisis Biaya Iklan Pada Produk Star Mild Dengan Pendekatan Sales Life Cycle (Studi Kasus Pada PT. Lestari Putra Wira Sejati) (2002)
*

Analisa kemungkinan penerapan sistem Activiting Based Costing (ABC) dalam perhitungan biaya produksi pada PT Grace Inas Industri Garmen (2002)
*

Analisa biaya iklan pada produk Star Mild dengan pendekatan Sales Life Enele (studi kasus pada PT Lestari Putra Wirasejati (2002)
*

Penerapan Balanced Scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja pada PT PELNI (Persero)(2002)
*

Kemungkinan penerapan balanced scorecard sebagai suatu sistem pengukuran kinerja alternative pada SBU Garuda Aviation Training (2002)
*

Analisis penerapan Just In Time Purchasing untuk mengevaluasi efesiensi pada PT Indo Milk (2003)
*

Evaluasi pengaruh sistem pengukuran kinerja terhadap keefektifan penerapan tehnik Total Quality Management di PT Dunia Saptindo (2003)
*

Penerapan Balanced Scorecard sebagai suatu sistem pengukuran kinerja alternative pada PT X (2003)
*

Analisa penerapan sistem Activity Based Costing dalam perhitungan harga pokok produksi pada PT Industri Sandang Nusantara (2003)
*

Analisa penerapan target costing dalam upaya mengendalikan biaya untuk pencapaian target laba pada PT Buana Air Segar (2003)
*

Analisa perbandingan sistem konvensional dengan sistem activity based costing dalam perhitungan biaya produksi pada PT SIMEX (2003)
*
Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Alternatif Pada PT. X (2003)
*
Evaluasi Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja Terhadap Keefektifan Penerapan Tehnik Total Quality Management Di PT. Dunia Saftindo (2003)
*
Analisa Penerapan Sistem Activity Based Costing Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada PT. Industri Sandang Nusantara (2003)
*
Analisa Penerapan Target Costing Dalam Upaya Mengendalikan Biaya Untuk Pencapaian Target Laba Pada PT. Buana Air Segar (2003)
*

Analisa perbedaan departement ausasi FOH dengan menggunakan metode langsung dan metode bertahap dan dampaknya terhadap biaya produksi pada PT Krama Yudha Tiga Berlian (2004)
*

Evaluasi penerapan pengukuran kinerja berdasarkan metode konvensional dibandingkan dengan metode Balanced Scorecard pada PT Bank BNI (2004)
* Analisa Penerapan Balanced Scorecard dalam rangka penukuran kinerja pada PT. Global Fiberindo (2004)
* Evaluasi dampak penerapan balanced scorecard terhadap kinerja R.S Pertamina (2004)

*
ANALISA KEMUGKINAN PENERAPAN BALANCE SCORE CARD SEBAGAI SUATU SISTEM PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN ( STUDI KASUS PT CENTRAL MUSTIKA (2000) 00

*
Analisa Strategi Manajemen PT. Sigma Nusa Mandiri Dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup (2000) 01
*
PERANAN ANGGARAN TERHADAP PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PD PT KRAMA YUDHA TIGA BERLIAN (2004) 306
*
ANALISIS VALUE CHAIN SEBAGAI ALAT FORMULASI STRATEGI PADA PT X (2001) 324
*
ANALISIS PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PT POS INDONESIA EXPRESS MAIL SERVICE YANG BERSERTIFIKAT ISO 9002 (2001) 406
*
TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN PENGARUHNYA TERHADAP RELIABILITAS LAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS PT TOSANDA DWI SAPURA (2001) 407
*
EVALUASI PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGELAHAN DATA BIAYA PEMASARAN UNTUK MENUNJANG PROSES PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PEMASARAN PADA PT INDOMOBIL NIAGA (2001) 408
*
ANALISIS PENERAPAN TARGET COSTING DALAM UPAYA MENGENDALIKAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN LABA PADA PT INDOMOBIL (2001)
*
Kemungkinan penerapan target Costing dalam meningkatkan Efesiensi biaya Produksi pada PT PURINDO (2001) 411
*
Peranan Analisa Biaya Diferensial Sebagai Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan Penggantian Mesin Pada PT. Branca Paloma (2000) 558
*
ANALISIS KEBIJAKAN HARGA TRANSFER PADA PT X (2003) 615
*
ANALISA PERBEDAAN DEPARTEMENTALISASI FOH DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DAN METODE BERHARAP DAN DAMPAKNYA TERHADAP BIAYA PRODUKSI PD PT JABATEX (2003) 9710 AW
*
ANALISIS BENCH MARKING DALAM PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN INDUSTRI JASA PERHOTELAN BERDASARKAN BALANCED CORE CARD (STUDI KASUS PADA HOTEL SAHID JAYA) (2007) 488
*
PENGARUH FREE CASH FLOW TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 527
*
ANALISIS BIAYA MUTU TERHADAP KEBERHASILAN PERUSAHAAN PERUSAHAAN DALAM PENERAPAN MANAJEMEN MUTU (TQM) PADA PDAM BEKASI (2007) 02
*
PELAPORAN BIAYA KUALITAS UNTUK MENGUKUR TINGKAT EFISIENSI PT X (2003) G
*
Analisi Pengaruh Economic Value Added residual Income dan EARNING Terhadap RETURN saham (2007) 207
*
Analisi Pengaruh Beban-Beban Terhadap Penjualan Produk- produk Farmasi pada Kantor PT Pfizer Indonesia (2007) 237
*
Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran :Sistem Pengendalian Akuntansi dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja manajerial dengan Motivasi dan Komitmen Organisasi Sebagai variabel Moderating (2007) 260
*
Pengaruh Total Quality ManagEment (TQM) Manajerial dengan Sistem Pengukuran Kinerja,Sistem penghargaan dan Motivasi Kerja sebagai Variabel Moderating (2007) 261
*
Analisis Pengaruh sistem pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan dengan Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Manajerial PT Graha Kerindo Utama (2007) 262
*
ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY TERHADAP AKUNTANSI SOSIAL PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA (200 8) 409
*
PENERAPAN BALANCE SCORE CARD DALAM RANGKA PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PD PT INDONESIA PRINTER PERIODE 2005 DAN 2006 (200 8) 613

 

Judul Penelitian: Akuntansi Keuangan

*
Evaluasi Kebijakan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Pada PT. Eveready Battery Company Indonesia (2000)
*
Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Dan Pengaruhnya Pada Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. Taiho Nusantara (2004) - 9130
*
analisis pengaruh stock spilt terhadap harga saham dan volume perdagangan pd beberapa saham di BEJ 2002- 70111
* Analisa Atas Rencana Keputusan Investasi Aktiva Tetap Pada PT. Sinar Bogor (2000)
* Tinjauan Atas Bentuk Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Koperasi Pada Koperasi Serba Usaha Tunas Jaya (2000)
* Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Ibu Dan Anak Eva Sari (2000)
* Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Dan Pengungkapannya Pada Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Perusahaan Go Public Di Jakarta) (2000)
* Analisa Laporan Arus Kas Dalam Menilai Likuiditas Pada PT. X (2000)
* Evaluasi Terhadap Perlakuan Akuntansi Atas Perolehan Dan Penyusunan Aktiva Tetap Berwujud Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Laba Rugi PT. X (2000)
* Laporan Arus Kas Sebagai Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Investasi.(2000)
* Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X (2000)
* Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X (2000)
* Analisis Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Sesuai Dengan PSAK No. 36 Pada PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan (2000)
* Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (2000)
* Analisa Kebijakan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. X Serta Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Laba Perusahaan (2000)
* Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Dynaplast (2000)
* Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada watmarket.com (2000)
* Perbandingan Laba Perusahaan Go Publik Di BEJ Yang Melakukan Revaluasi Aktiva Tetap Dan Yang Tidak Melakukan Revaluasi Aktiva Tetap (Studi Kasus Pada PT. X Dan PT. Y) (2000)
* Evaluasi Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2000)
* Perlakuan Akuntansi Atas Aktiva Tetap Dan Penyusutannya Pada PT. X (2000)
* Evaluasi Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Sesuai Pasal No. 16 & 17 Serta Hubungannya Dengan Efisiensi Pada PT. X (2000)
* Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) (2000)
* Evaluasi Perlakuan Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Serta Dampaknya Pada Kredibilitas Informasi Keuangan (2000)
* Evaluasi Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2000)
* Analisa Perlakuan Akuntansi Perminyakan Terhadap Biaya Eksplorasi Dengan Succes Full Effort Method , Full Cost Method Dan Production Sharing Contract Accounting Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X Tbk) (2000)
* Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Keuangan Dengan Pertumbuhan Laba Untuk Periode Satu Tahun Ke Depan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ (2000)
* Analisis Laporan Arus Kas Untuk Mengukur Kinerja PT. Hero (2000)
* Perlakuan Akuntansi Untuk Swap Dan Option Sebagai Alternatif Guna Mengurangi Risiko Kerugian Fluktuasi Nilai Tukar (Studi Kasus Pada PT. K) (2000)
* Evaluasi Akuntansi Atas Penjabaran Laporan Keuangan Anak Dan Laporan Keuangan Konsolidasi Pada PT. Metro Data Electronic Tbk (2000)
* Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (2000)
* Evaluasi Penyajian Laporan Arus Kas Dan Manfaatnya Pada Perusahaan (2000)
* Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kesehatan Keuangan PT. X (2000)
* Perlakuan Akuntansi Untuk Forward Purchase, Swap Option Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Dan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Inti Keramik Alam Sari Dan PT. Kabelindo Murni) (2000)
* Analisa Laporan Arus Kas PT. X Sebagai Bahan Informasi Bagi Lessor Dalam Pemberian Kredit Asing (2000)
* Anjak Piutang Sebagai Pengganti Alternatif Pembiayaan Letter Of Credit Dalam Bidang Ekspor PT. KM (2000)
* Penggunaan Informasi Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Di Masa Yang Akan Datang (2000)
* Analisis Perlakuan Akuntansi Atas Akusisi Internal Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000)
* Peranan Laporan Keuangan Dalam Pengambilan Keputusan Kredit Oleh Beberapa Bank DKI Jakarta (2000)
* Analisis Perlakuan Akuntansi Untuk Hedging Dalam Transaksi Valuta Asing (Studi Kasus PT. Truba Jurong Engineering (2000)
* Analisa Pengaruh Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X) (2000)
* Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Dasar Akuntansi Inflasi Konsep Tingkat Harga Umum (Study Kasus Pada PT. X (2000)
* Kinerja Bank-Bank Bermasalah Yang Telah Go Public (2000)
* Analisis Pengaruh Informasi Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Serta Pengujian Reaksi Pasar Dengan Menggunakan Indikator TVA Pada Perusahaan-Perusahaan Go Public Di BEJ (2000)
* Brand Equity Produk Isolatip Sumitape Pada PT. Sumilindo Tape Industry (2000)
* Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2000)
* Analisis Kinerja PT. X Dengan Menggunakan Analisis Rasio Dan Garis Trend (2000)
* Peranan Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Alat Untuk Menganalisa Dan Mengevaluasi Kontinuitas Operasi Perusahaan (2000)
* Analisa Terhadap Penerapan PSAK No. 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun Pada Dana Pensiun Bank Mandiri (Kelanjutan Dari Dana Pensiun Bank Bumi Daya ) (2000)
* Pengaruh Analisa Laporan Arus Kas Terhadap Volume Lembar Saham Yang Di Perdagangkan Di Bursa Efek Jakarta (2000)
* Alternatif Penilaian Persediaan Dalam Masa Inflasi Dan Pengaruhnya Terhadap Laba PT. M Auto Part Indonesia (2000)
* Evaluasi Akuntansi Dana Pensiun Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
* Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap Dan Pemilihan Metode Pemilihan Metode Penyusutan Yang Tetap Pada PT. X (2000)
* Pengukuran Komprehesif Atas Strategi Modal Kerja Melalui Rasio Perdagangan (2000)
* Analisa Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT. X (2000)
* Perbandingan Metode Penilaian Persediaan Pada Perusahaan Retail (Studi Kasus Pada Hero Supermarket Tbk Dan Tops Supermarket) (2000)
* Analisa Laporan Keuangan Dalam Kinerja Keuangan Pada PT. Iki Indah Kabel Indonesia Tbk Dan PT. Voksel Electric Tbk (2000)
* Analisa Hubungan Antara Laporan Arus Kas Dengan Price-Earnings Ratio (2000)
* Akuntansi Aktiva Biologikal Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Pengusahaan Hutan (2000)
* Perlakuan Akuntasi Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Pengukurannya Sebagai Aktiva (2000)
* Evaluasi Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan Dan Pengaruhnya Terhadap Laba (2000)
* Perbandingan Kinerja Berdasarkan Laporan Keuangan Konvensional Dengan Laporan Keuangan Yang Disesuaikan Dengan Tingkat Harga Umum Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000)
* Analisa Perbandingan Akuntansi Konvensional Dengan Akuntansi Tingkat Harga Umum Pada Lapangan Keuangan PT. (Persero) Kimia Farma (1998-1999) (2000)
* Dampak Penjabaran Laporan Keuangan Ke Dalam Mata Uang Asing Terhadap Rasio Laporan Keuangan Pada PT. Indah Kiat Pulp Dan Paper Tbk (2000)
* Dampak Akuisisi Holding Company Terhadap Laporan Keuangan Subsidiaries (Studi Kasus PT. Indocement Tunggal Prakarsa Dan PT. Indofood Sukses Makmur Dan PT. Boga Sari Flour Mills (2000)
* Penilaian Kinerja PT. Van Der Horst Indonesia ,Tbk Dengan Menggunakan Tehnik Analisa Laporan Keuangan (2000)
* Hubungan Laba Bersih Dan Arus Kas Operasi Dengan Dividend Pada Perusahaan Industri Manufaktur Di Indonesia (2000)
* Peranan Hedging Melalui Transaksi Forward Purchase Dan Swap Dalam Rangka Mengurangi Resiko Kerugian Kurs Valuta Aasing Di PT. Yasa Patria Perkasa (2000)
* Biaya Operasional Dana Pensiun (2000)
* Evaluasi Pengaruh Krisis Ekonomi Terhadap Kualitas Pendanaan Program Pensiun Dengan Analisis Gains Looses (2000)
* Prospek Penerbitan Obligasi Pemerintah Daerah Sebagai Upaya Peningkatan Dana Pembangunan Daerah Di Indonesia (2000)
* Kepentingan Relatif Sumber-Sumber Resiko Pada Sistem Asuransi Dan Pembentukan Modelnya (2001)
* Hubungan Kandungan Informasi Laba Akuntansi Total Arus Kas Dan Komponen Arus kas Dengan Harga Saham Pada Perusahaan Industri Manufaktur Yang Go Publik Di BEJ (2001)
* Manfaat Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Go Publik Di BEJ (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Terhadap Profil Struktur Hutang Dan Kinerja Perusahaan Real Estate Dan Property Di Indonesia Sebelum Krisis Dan Pada Saat Krisis (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. Agoda Rimba Irian (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Bila Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri Tekstil Yang Go Public di BEJ (2001)
* Analisis Kemampuan Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Satu Tahun Kedepan (2001)
* Analisis Metode Penilaian Dan Sistem Pencatatan Persediaan Pada PT. Budi British Bahan Pangan (2001)
* Analisa Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada PT. X (2001)
* Akuntansi Untuk Foreign Exchange Dan Hedging (2001)
* Evaluasi Pencatatan Dan Pelaporan Portofolio Pada Perusahaan Reksa Dana Terbuka (2001)
* Analisa Penerapan Akuntansi SDM Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada PT. X (2001)
* Perbandingan Penyajian Laporan Keuangan Antara Metode Tingkat Harga Umum Dengan Metode Konvensional Pada Kondisi Inflasi (Studi Kasus Pada PT. X) (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan (2001)
* Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Laporan Keuangan Dengan Prediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan - Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Di BEJ (2001)
* Penggunaan Informasi Keuangan Untuk Memprediksi Keuntungan Investasi Bagi Investor Di Pasar Modal (2001)
* Evaluasi Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Beban Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Sesuai Dengan PSAK No. 35 (2001)
* Analisa Kemungkinan Penerapan Akuntansi SDM Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan (2001)
* Analisis Pengakuan Pendapatan Beban Pada Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta (2001)
* Analisis Laporan Keuangan Dikaitkan Dengan Akuntansi Inflasi Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Yang Lebih Akurat Pada PT. X ( 2001)
* Penerapan Perlakuan Akuntansi Inflasi Atas Penyajian Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT X. (2001)
* Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Peternakan PT. A (2001)
* Penerapan Prinsip Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Pada PT. Konstruksi Dirgantara Berdasarkan PSAK No. 32 (2001)
* Analisisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Pada PT. X (2001)
* Penerapan PSAK No. 18 Meningkatkan Kredibilitas Informasi Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Dana Pensiun X) (2001)
* Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada PT. Pulomas Jaya (2001)
* Analisis Tingkat Ketaatan Perusahaan Publik Mengungkapkan Faktor Keuangan Sesuai Dengan Regulasi Pasar Modal (2001)
* The Way Of Treating The Accounting On Assets And The Effect On Financial Report At PT. Super Vulkanin Aditaya (2001)
* Pengaruh Penurunan Mata Uang Rupiah Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada Hotel X) (2001)
* Analisis Muatan Informasi Pada Laba Akuntansi Modal Kerja Dari Operasi Dan Arus Kas Dari Operasi Bagi Investor Di BEJ (2001)
* Analisa Kemungkinan Penerapan Tingkat Harga Umum Pada Laporan Keuangan Dan Dampaknya Terhadap Kinerja PT. X (2001)
* Penerapan Perlakuan Akuntansi Inflasi Atas Penyajian Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. X) (2001)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia (Periode Jan 1997-Sept 2000) (2001)
* Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. Duta Permata Murni.(2001)
* Analisis Perlakuan Akuntansi Dan Pengakuan Pendapatan Pembiayaan Murabahah Di PT. Bank Syariah Mandiri (2001)
* Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Dan Penerapan Metode Depresiasi Pada PT. Yodya Karya (2001)
* Perlakuan Akuntansi Persediaan Obat-Obatan Dan Alat-Alat Kesehatan Serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Dan Laporan Laba Rugi Pada Rumah Sakit Pusat Pertamina (2001)
* Analisa Laporan Arus Kas Dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Lion Metal Works Tbk (2001)
* Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Analisa CAMEL (Studi Kasus Pada PT. Bank Yudha Bhakti) (2001)
* Analisis Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham Perusahaan Go-Public Di Bursa Efek Jakarta (2001)
* Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. X Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri (2001)
* Penyajian Laporan Keuangan Akibat Perubahan Kebijakan Akuntansi PT. X (2001)
* Perbedaan Pengaruh Tingkat Profitabilitas Atau Arus Kas Terhadap Volume Penjualan Saham Pada Perusahaan Go Public Di BEJ (2001)
* Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Atas Pembelian Aktiva Tetap Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2001)
* Perbandingan Antara Akuntansi Sumber Daya Manusia Dengan Akuntansi Konvensional Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Pada PT. X (2001)
* Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan Real Estate PT. Mega Mustika Gemilang (2001)
* Penerapan PSAK No. 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun Terhadap Laporan Keuangan Dana Pensiun (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) (2001)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Memproyeksikan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Angsa Daya) (2001)
* Kemampuan Laba Dan Arus Kas Dalam Memprediksi Laba Dan Arus Kas Masa Depan (2001)
* Analisis Penetapan Akuntansi SDM Dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Dan Kinerja Perusahaan (2001)
* Analisa Cashflow Sebagai Dasar Pemilihan Program Pensiun Pada Dana Pensiun Bank Mandiri (2001)
* Analisa Kecukupan Pendanaan Dana Pensiun Menggunakan Metode Multi Diskriminan (2001)
* Analisa Kemampuan PT. Astra Agro Lestari Tbk Relatif Terhadap Industri Agro Dalam Memenuhi Kewajiban Pendanaannya (2001)
* Besaran Initial Abnormal Return Dan Perilaku Saham Perdana Pada Emisi Saham Perdana Periode 1998-2000 (2001)
* Kinerja Market Timing Reksadana Di Indonesia (2001)
* Penerapan Risk Based Capital (RBC) Pada Program Pensiun (Study Kasus Pada Dana Pensiun XYZ) (2001)
* Evaluasi Kinerja Financial Citibank Di Indonesia (2001)
* Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Penentuan Peringkat Tingkat Kesehatan Perusahaan (Studi Kasus Pada Bumn X) (2002)
* Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Property (Studi Kasus Pada PT. Jaya Real Property Tbk ) (2002)
* Analisis Perlakuan Akuntansi Leasing Dan Penarikan Objek Lease Oleh PT. Swadharma Indotama Finance Sebagai Pihak Lessor (2002)
* Analisa Pengakuan Pendapatan Terhadap Jasa Konsultasi Pada PT. Sucofindo Prima International Komsultan Dari Sudut PSAK No. 23 (2002)
* Analisis Pengaruh Employee Stock Option Plan (ESOP) Terhadap Earning Per Share (EPS) Pada PT. Astra Graphia Tbk (2002)
* Penilaian Kinerja Keuangan Bank Untuk Mengindikasi Gejala Financial Distress (2002)
* The Competitive Analysis Of Revenue And Expenses Recognition And Income Statement Reporting Between Syariah Bank And Conventional Bank (Case Study At Syariah Mandiri Bank And Universal Bank) (2002)
* Analisa Model Z-Score Altman Untuk Mengindikasi Gejala Financial Distress (Studi Kasus Pada PT. Sumarecon Agung Tbk) (2002)
* Hubungan Antara Kinerja Keuangan Dengan Harga Saham (Studi Kasus Pada PT. Unilever Indonesia Tbk) (2002 )
* Tinjauan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Terhadap Penerapan Successfull Effort Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2002)
* Analisis Laporan Keuangan Dengan Menggunakan Rasio Camel Dan Metode Altman Sebagai Alat Tukar Untuk Memprediksi Tingkat Kegagalan Usaha Pada Bank Niaga , Bank Universal Dan Bank Mega (2002)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk Periode 1997-2000 Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri Semen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (2002)
* Analisis Efektivitas Penggunaan Modal Kerja Dalam Menghasilkan Laba Usaha Pada PT. PBM Andhini Nugraha (2002)
* Analisa Laporan Keuangan Guna Menilai Kinerja Hotel X (2002 )
* Hubungan Laporan Arus Kas Dengan Kinerja Keuangan PT. Andhi Chandra Automotive Products Tbk (2002)
* Analisa Pengaruh Kebijakan Perlakuan Selisih Kurs Dalam Laporan Keuangan Terhadap Laba Pada Perusahaan PT. Nippress Tbk (2002)
* Pengaruh Akuntasi Inflasi Terhadap Analisa Laporan Keuangan Dalam Rangka Pemberian Kredit Bank (Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero ) Tbk) (2002)
* Analisa Pengaruh Rasio Laporan Arus Kas Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Perusahaan Industri Semen Yang Sudah Go Public (2002)
* Penerapan Akuntansi Perbankan Syariah Dalam Produk Pembiayaan Bagi Hasil Sebagai Upaya Mengatasi Masalah Pada Pembiayaan Bank-Bank Konvensional (Kredit) (2002)
* Perlakuan Akuntasi Selisih Kurs Pada Laporan Keuangan PT. XYZ (2002)
* Analisis Pengaruh Pemecahan Saham Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus : Perusahaan Yang Go Public Di BEJ) (2002)
* Analisis Hubungan Antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Dengan Struktur Modal Dan Tipe Kepemilikan (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Publik Di BEJ) (2002)
* Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Alat Ukur Efektivitas Kinerja Keuangan PT. X (2002)
* Evaluasi Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan Barang Dagangan Sesuai Dengan Permintaan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK ) No. 14 Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Pada PT. X (2002)
* Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Alat Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2002)
* Analisa Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. Timah Dibandingkan Dengan Rasio Keuangan Rata-Rata Industri Pertambangan (2002)
* Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Pengaruhnya Terhadap Laporan Laba-Rugi Perusahaan Asuransi Kerugian (Studi Pada PT. X) (2002)
* Analisis Implementasi Pajak Tangguhan Pada PT. X (2002)
* Analisa Dampak Penerapan Beberapa Metode Penyusutan Terhadap Nilai Buku Aktiva Tetap Berwujud Dan Laba Perusahaan (2002)
* Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Untuk keputusan Pemberian Kredit (Studi Kasus Pemberian Kredit Oleh Bank X Kepada PT. A) (2002)
* Analisis Laporan Arus Kas Untuk Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2002)
* Akuntansi Penyusutan Terhadap Aktiva Tetap Berwujud (Studi Kasus PT. Beton Perkasa Wijak Sana) (2002)
* Analisa Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. X Tbk Dibandingkan Dengan Kinerja Industri Tekstil (2002)
* Pengaruh Informasi Laporan Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go Public Yang Sahamnya Aktif Di BEJ (2002)
* Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas Dan Rentabilitas (Studi Kasus Pada PT. AW Faber Castell ) (2002)
* Analisis Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Telah Terdaftar Di BEJ (2002)
* Analisa Hubungan Antara Laba Akuntansi Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (Studi Kasus 10 Perusahaan Makanan Dan Minuman Di BEJ) (2002)
* Analisa Hubungan Antara Laba Bersih Dan Arus Kas Koperasi Terhadap Dividend Kas Pada 10 Perusahaan Yang Tercatat Di BEJ (1998 1999) (2002)
* Peranan Rasio Keuangan Sebagai Suatu Alat Untuk Menilai Kondisi Keuangan Dan Kinerja Perusahaan Pada PT. Varuna Tirta Prakasya (2002)
* Analisa Hubungan Antara Laba Bersih Dan Arus Kas Koperasi Terhadap Dividend Kas Terhadap 10 Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta 1998-2000 (2002)
* Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Laporan Keuangan Dengan Prediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan-Perusahaan Go Publik Yang Terdapat Di BEJ (2002)
* Analisa Hubungan Antara Laba Akuntansi Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (2002)
* Perlakuan Akuntasi Pengakuan Pendapatan Atas Pembiayaan Masyarakat Dan Dampaknya Atas Laba Di Bank Syariah Mandiri (2002)
* Evaluasi Perlakuan Akutansi Aktiva Tetap Pada PT. Indosat Tbk Jkt (2002)
* Analisa Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Dan Dampaknya Terhadap Pelaporan Laba Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2002)
* Pengaruh Analisa Fundamental Dan Ratio Solvabilitas Terhadap Harga Saham Sektor Asuransi Kerugian Di Bursa Efek Jakarta (2002)
* Analisis Camel Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Bank (2002)
* Analisis Pengaruh Pemecahan Saham Terhadap Harga Saham Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Public Yang Terdaftar Di BEJ ) (2002)
* Pengaruh Krisis Moneter Terhadap Efisiensi Perusahaan Publik Di BEJ Pada Sektor Industri Makanan Dan Minuman , Indutri Tekstil Dan Garmen Dan Industri Besi Dan Baja (2002)
* Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Dan Pengungkapanya Pada Laporan Keuangan (Studi Pada PT. Astra International Tbk) (2002)
* Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan Asuransi Kerugian (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Berdikari) (2002)
* Pengaruh Pengumuman Dividend Terhadap Return Dan Volume Perdagangan Saham Di BEJ (2002)
* Analisa Perlakuan Akuntansi Perminyakan (Studi Kasus Pada KPS Di PT. X ) (2002)
* Kemungkinan Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Alternatif Pada SBU Garuda Auratic Training (2002)
* Pengaruh Arus Kas Pada Volume Perdagangan Saham Di BEJ Dengan Studi Kasus Pada Lima Perusahaan (2002)
* Hubungan Kandungan Informasi Total Arus Kas, Komponen Arus Kas Dan Laba Akuntansi Dengan Harga Dan Return Saham (2002) 9356
* Penerapan Akuntansi Sosial Ekonomi Pada PT. X (2002) 9413
* Penentuan Eksposur Dan Pengukuran Kinerja Reksadana Berdasarkan Style Analysis (2002)
* Perlakuan Akuntansi Persediaan PT. XYZ (2003)
* Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perataan Laba Pada Perusahaan Industri Manufaktur Di Indonesia (2003)
* Analisis Perlakuan Akutansi Penilaian Persediaan Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Serta Kesesuaiannya Dengan PSAK No. 14 Pada PT. Panarub Industry (2003)
* Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Bank-Bank Pemerintah (2003)
* Hubungan Kandungan Informasi Laba Akuntansi , Total Arus Kas Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham Pada Perusahaan Industri Manufaktur Yang Go Publik Di BEJ (2003)
* Analisis Perlakuan Akuntansi Investasi Jangka Panjang Recap Bonds Pada Bank X Dan Kesesuaianya Dalam PSAK No. 13 ,PSAK No. 31 Dan PSAK No. 50 (2003 )
* Analisa Pengaruh Informasi Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham (2003)
* Analisa Reaksi Pengumuman Saham Bonus Terhadap Harga Serta Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus Di BEJ 1997-2001) (2003) Penerapan Perlakuan Akuntansi Tingkat Harga Umum Terhadap Laporan Dan Rasio Keuangan (2003)
* Analisis Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas Dan Profitabilitas Pada PT. Permorin (2003)
* Hubungan Laba Bersih Dan Arus Kas Operan Dengan Dividend Kas Pada Perusahaan Industri Manufaktur Th. 1998 - 2000 (2003 )
* Pengaruh Efektivitas Penggunaan Dana Terhadap Profitabilitas PT. Telkom (2003)
* Analisa Kebijaksanaan Penjualan Dan Kebijaksanaan Kredit Dalam Kaitanya Dengan Piutang Dagang (Studi Kasus PT. X) (2003)
* Pemanfaatan Leasing Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Non Modal Sendiri (2003)
* Analisis Kinerja Operasi Sebuah Perusahaan Kontraktor Production Sharing (KPS) “X” (2003)
* Analisis Kinerja Keuangan PT. Gudang Garam Tbk. Dibandingkan Dengan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Dan PT. Bentoel Internasional Investama Tbk. (2003)
* Penerapan perlakuan akuntansi tingkat harga umum terhadap laporan dan rasio
keuangan (studi kasus pada PT X) (2003)
* Hubungan laba bersih dan arus kas operasi dengan dividen kas pada
perusahaan industri manufaktur tahun 1998- 2001(2003)
* Analisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio Camel dan Metode Altman
untuk memprediksi tingkat kebangkrutan pada Bank Negara Indonesia, Bank Central
Indonesia, bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, dan Bank niaga (2003)
* Analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada Bank- Bank
Pemerintah (2003
* Analisis pengaruh pengumuman bond rating terhadap harga saham perusahaan di
bursa efek Jakarta (2003)
* Analisa akuntansi persediaan dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan
sesuai dengan PSAK no 14 (2003)
* Pengaruh efektivitas pembangunan dana terhadap profitabilitas PT Telkom
(2003)
* Metode pengawasan Bank Inndonesia terhadap bank Syariah (2003)
* Analisis pemilihan metode akuntansi persediaan berdasarkan persediaan
Hipotesis (2003)
* Penerapan akuntansi perminyakan untuk biaya eksplorasi pengembangan dan
produksi pada industri minyak dan gas bumi (studi kasus pada KPS X) (2003)
* Metode penilaian persediaan untuk mencapai laba optimal bagi perusahaan
LEVI’S(2003)
* Analisa Faktor - fFaktor yang mempengaruhi pendapatan laba pada perusahaan
Industri di Indonesia (2003)
* Hubungan stress kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Radio
Trijaya Shakti di Jakarta (2003)
* Analisis laporan kas sebagai alat untuk ukur kinerja keuangan perusahaan
(studi kasus Pt (persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (2003)
* Hubungan laba bersih dari arus kas opersi dengan pada perusahaan industri
manufaktur yang go publk di Bursa Efek Jakarta (2004)
* Pengaruh perubahan laba akuntansi terhadap perubahan harga saham pada
perusahaan perdagangan (who sale dan retail) di Bursa Efek Jakarta (2004)
* Analisis perlakuan akuntansi pemerintahan dibandingkan dengan PSAK no 29
dan Kontribusinya terhadap penerimaan Negara (studi kasus pada PT X) (2004)
* Pengaruh perubahan dividen kas terhadap future earnings (analisis pada
perusahaan di Bursa Efek Jakarta)-(2004)
* Pengaruh rasio pengambilan investasi (ROI) rasio hutang dan margin laba
operasi terhadap peningkatan obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta (2004)
* Analisa penerapan konsep EVA sebagai ADDED APPROACH di samping rasio
keuangan untuk menilai kinerja PT Jembo Cable Company, Tbk (2004).
* Dampak pengumuman Bond Rating terhadap perubahan harga saham pada
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta (2004)
* Menilai tingkat kesehatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk periode
2001-2003 penerapan analisis Camel (2004)
* Analisis pengaruh laba akuntansi dan laba tunai terhadap dividen kas (pada
perusahaan industri barang konsumen di BEJ ) (2004)
* Analisis pengaruh laba akuntansi dan komponen arus kas terhadap harga saham
pada industri property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta
(2001-2002) (2004)
* Penggunaan informasi keuangan untuk memprediksi laba dan arus kas bagi
investor di pasar modal (analisis terhadap emiten dalam kelompok industri barang
konsumsi di BEJ ) (2004)
* Sistem pelaporan akuntansi (Aziz( studi kasus pada yayasan dompet Dhuafa
Republika, pos keadilan peduli umat dan baitul maal muamalat ) (2004)
* Analisis pengaruh pengumuman Bond Rating terhadap harga dan volume
perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Jakarta (2004)
* Hubungan antara tingkat solvabilitas dan struktur modal dengan
profitabilitas pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Jakarta (periode 2000- 2002) (2004)
* Analisis pemilihan metode akuntansi untuk merger PAN akusisi terhadap
volume perdagangan saham perusahaan Publik Indonesia(2004)
* Penggunaan Basic Akrual dalam laporan keuangan pemerintah daerah kota
Semarang (2004)
* Analisis hubungan antara laba akuntansi dan laba tunai terhadap deviden kas
(studi kasus : Perusahaan Properti yang go publik di Jakarta) (2004)
* Analisis pengaruh pengumuman saham bonus terhadap volume perdagangan saham
tahun 1999- 2002 suatu event studi kasus pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta
(2004)
* Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja pada koperasi pelita
depnaker (2005)
* Penerapan PSAK no 12 mengenai akuntansi dana pensiun pada laporan keuangan
dana pensiun Astra tahun 2003 (2005)
* Analisis pengaruh kebijakan piutang dagang terhadap tingkat likuiditas dan
profitabilitas pada PT Permorin (2005)
* Mekanisme Transaksi Anjak pitang dan perlakuan Akuntansi nya pada Perusahaan Anjak Piutang(1993)
* Pengaruh undang-Undang dana Pensiun Terhadap Optimalisasi Keputusan Investasi Potofolio Suatu Dana Pensiun Serta Perlakuan Akuntansi Atas Investasi jangka Panjang Yang dilakukan dana Pensiun(Studi Kasus dana Pensiun Krakatau Steel) (1993)
* Analisa Akuntansi Persediaan dan Pengaruhnya terhadap Laba Perusahaan Sesuai dengan PSAK No 14 (2003)
* Metode Pengawasan Bank Indonesia Terhadap bank Syaiah(2003)
* Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berdasar kan Ricardian Hipotesis (2003)
* Penerapan Akuntansi Permintaan Untuk Biaya Emplurasi Pengembangan Produksi Pada Industri Minyak dan Gas Bumi (Studi kasus Pada KPS X) (2003)
* Metode Penilaian Persediaan Untuk Mencapai Laba Optimal Bagi Perusahaan (2003)
* Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba Pada Perusahaan Industri Jaya Indonesia (2003)
* Analisis Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas dan Profitabilitas Pada Pt Permorin(2003)
* Analisis Manfaat Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ (2003)
* Analisis Pemilihan Metode Akuntansi untuk Merger dan Akusisi Terhadap Volume Pedagangan Saham Perusahaan Publik Indonesia (2004)
* Pengaruh Keputusan Merger dan Akusisi Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Publik Di Indonesia (2004)
* Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengukur kinerja keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampurna, Tbk (2004)
* Pengaruh Financial LeverageOperating Leverage dan firm Size Terhadap resiko Sistemetik (2004)
* Analisis Perbedaan EAS dan EPS Per Serta PBV pada Perusahaan Yang Melakukan Pemecahan saham dan Yang Tidak Melakukan Pemecahan saham pada Industri Keuangan (2004)
* Analisa Lapoan Arus Kas untuk Menilai Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Kedaung Indah (2004)
* Studi Empiris Terhadap Kecepatan reaksi pasar Atas Pengmuman Laba (2004)
* Kemampuan rasio Keuangan Dalam Memprediksi Laba (Penetapan Rasio Keuangan Sebagai Administrator) (2004)
* Penggunaan Basic Akrual dalam Laporan keungan Pemerintah daerah Kota Semarang (2004)
* Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Perataan laba pada Perusahaan Propety Yang Terdafta Di BEHJ (2005)
* Analisa Pengaruh Keputusan Merger Dan Akusisi (MGA) Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Manufaktur Di BEJ Peiode 1997-2002 (2005)
* Hubungan Antara rasio Profitabilitas dengan Nilai Tambah Ekonomis Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Makanan Dan Minuman yang terdapat Di BEJ (2005)
* Pengaruh Pengumuman Merger Terhadap Return saham Perusahaan Akuisitor Dan Non Akuisitor dalam Industri Perbankan (2005)
* Analisa Pengaruh Keputusan Merger Dan Akusisi (MGA) Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Manufaktur Di BEJ Peiode 1997-2002 (2005)
* Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Perataan laba pada Perusahaan Propety Yang Terdafta Di BEHJ (2005)
*
Hubungan Antara Laba Bersih dan Arus Kas Operasi dengan Deviden Kas pada Perusahan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 03
* Aplikasi Accrual Basis dan Cash Basis Akutansi Piutang Murahbahah di BPR Syariah Risallah Ummat (2007) 04
* Analisa Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Delisting Perusahaan (2007) 05
* Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan- Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar Di BEJ (2007) 06
* Analisis Hubungan Antara Financial Leverage Intensitas Modal dan Skala Perusahaan dgn Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang GO PUBLIC tahun 2000-2003 (2007) 07
* Analisa Pengumuman Saham Bonus Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan yang Tercatat di BEJ (2007) 08
* Pengakuan Pendapatan Dan Beban pada Hotel Horison (Studi kasus Hotel Horison Bekasi (2007) 09
* Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan waktu Pelaporan Keuangan dan Earnings Response Coeeficient (ERC) pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ tahun 2002-2005 (200 8) 10
* Analisa Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Manajemen aba dan Kualitas laba pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar Di BEJ (2007)11
* ANALISIS PENDEKATAN INTEGRASI DENGAN BIAYA ELEMENTER SEBAGAI ALTERNATIF PENGAKUAN PENDAPATAN KONSTRUKSI JANGKA PANJANG (2006) 173
* PENGARUH KLASIFIKASI KOMPONEN LABA TERHADAP KEMAMPUAN PREDIKSI LABA DAN ARUS KAS OPERASI PADA PERUSAHAAN PERDAGANGAN DAN JASA DI BEJ (2004) 171
* Penerapan PSAK no 18 Mengenai Akuntansi dana Pensiun terhadap Laporan Keuangan Dana Pensiun (2007) 175
* Dampak Pengumuman Bond Rating Terhadap Perubahan Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di BEJ (2006) 176
* Analisis Perlakuan Akuntansi Transaksi Sewa Guna Usaha dan Pelaporanya di Tinjau dari Sisi Lessor (2007) 177
* Penilaian Kinerja pada Industri Elektronik dan Perlengkapan Kantor dengan Menggunakan Sistem Dupont di Bandingkan Dengan Metode EVA (2007)
* Analisis Pengaruh Rasio Laporan Arus Kas dengan profitabilitas Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman di BEJ (2006)
* Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan (pada Perusahaan Consumer Goods Industry yang terdaftar di BEJ (200 8) 180
* Analisis Pengaruh Rasio Leverage Likuiditas rasio Profitabilitas dan porsi saham Publik terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ (2007) 181
* Analisis Kebangkrutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Menggunakan Metode 2 Score Altman Pada Perusahaan Consumer Good yang Terdaftar di BEJ (2007) 182
* Hubungan Informasi Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Return Saham (2007) 183
* Analisis Penerapan Murabahah (Jual-Beli) dan Perlakuan Akuntansi Murabahah Untuk pembiayaan Konsumtif (Studi Kasus pada bank Syariah Mandiri) (2007) 184
* Analisis Free Cash Flow dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan manufaktur yang Terdaftar di BEJ (2007) 192
* Perlakuan Akuntansi Letter of Credit pada Bank Syariah (studi kasus pada Bank Syariah Mandiri) (2007) 193
* Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dalam Pemilihan Metode Depresiasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ (2007) 194
* Analisis Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur di BEJ (2007) 195
* Pengaruh Perubahan Informasi Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Return Saham Pada Industri Perbankan yang terdaftar di BEJ (2007) 196
* Analisis Pengaruh Penerapan Metode Akuntansi Persediaan Terhadap Earning Price Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ 2001-2005 (2007) 197
* Sistem Banding Atas Pelaksanaan Pencatatan dan Pengakuan Premi Serta Pelaporan asuransi Jiwa Pada Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah (2007) 198
* Pengaruh Modal Kerja Pada Profitabilitas Pereusahaan (2007) 199
* Analisa Pengaruh Antara Laba Akuntansi Dan Laporan Arus Kas Terhadap Harga Saham Di BEJ pada Perusahaan Metal Products Yang Terdaftar di BEJ (2007)
* Analisa Pengaruh Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga saham periode 2002-2004 (2005) 200
* Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil simpana Murabahah Bank Syariah pada Bank Muamallat (2007) 202
* Studi Tentang Indikasi Manajemen Laba pada Perusahaan Perdana Saham Perusahaan Publik di Indonesia (2007) 203
* Hubungan Antara Rasio Profitabilitas Dengan Nilai Tambah Ekonomis dalam Kinerja Keuangan Perusahaan (2007) 204
* Analisa Kinerja Bank Devisa dan bank Non Devisa di Indonesia (2007) 205
* Analisa Hubungan Informasi Laba akuntansi Total Arus Kas dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (2007) 206
* Analisis Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan (2007) 211
* Analisa manfaat Rasio Keuangan dalam memprediksi Pertumbuhan Laba (studi EMPIRIS pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEJ ) (2007) 213
* Analisa Perbandingan Kinerja antara bank Syariah mandiri dengan Bank Muamalat dengan rasio Camel (2007) 214
* Analisa Pengaruh Pemecahan saham terhadap Harga saham dan Volume Perdagangan (2007) 243
* Analisis terhadap Penerapan PSAK no 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun pada PT.X (2003) 244
* Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Penentuan Peringkat Kesehatan Parusahaan (studi kasus pada BUMN ) ( 2004) 245
* Analisi Kondisi Keuangan Perusahaan manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ pada masa Krisis dan Masa Sesudah Krisis (2007) 246
* Profil Kinerja Berdasarkan Analisa Rasio Keuangan Perusahaan Industri Roko yang Terdaftar di BEJ (2007) 247
* Analisis Pengaruh Metode Akuntansi Persediaan Leverage dan Company size Terhadap Price Earning Ratio (2007) 248
* Analisa Pengakuan Pendapatan dan Beban Perusahaan re asuransi dibandingkan Dengan PSAK no 18 tentang asuransi Kerugian (Studi Kasus pada PT.RE.Asuransi Nasional Indonesia (200 8) 249
* Analisis Pengaruh Return on assets Return On Equity dan Earning Per Share terhadap Return Saham Perusahaan Industri KImia dan Konsumsi yang terdapat di BEJ (2007) 250
* Perbandingan Kinerja Perbankan Pemerintah dan Swasta nasional Indonesia (2007) 251
* Manajemen dan Akuntansi Dana Bank (studi kasus pada Bank Negara Indonesia) (2007) 252
* Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Pendanaan dan Pengaruh Bersama Beban Bunga Return on Assets (ROA) terhadap Rentabilitas Modal Sendiri (2007) 253
* Analisis Pengaruh Arus Kas Akrual dan Perataan Laba Terhadap Pemerataan Obligasi pada Perusahaan yang Terdaftar Di BEJ (2007) 254
* Faktor- Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Studi Empiris di Bej (2007) 255
* Analisis total akrual pada Kecepatan Earning Adjustment selama dan Setelah Krisis Moneter (2007) 265IE
* Analisa perbedaan Earning Earning per Share, Present Book Value dan price earning ratio Sebelum dan sesudah Stock Split (2007) 266IE
* Analisis Pengaruh Economic ValuE Added,Residual Income earning dan Arus Operasi Terhadap return yang Di Terima Oleh Pemegang saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ (2007) 267
* Analisis PEmilihan metode Akuntansi Persediaan Berdasarkan Ricardian Hipotesis (2007) 268IE
* Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Kecendrungan Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh Mode Akuntansi Persediaan Terhadap Earning Price Ratio (2007) 269IE
* Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi terhadap Pemilihan Metode depresiasi untuk Aktiva Tetap Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 286
* ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN DEVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ (2007) 311
* PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP TINGKAT BAGI HASIL SIMPANAN MUDHARABAH BANK SYARIAH PD BANK MUAMALAT INDONESIA (2007) 312
* ANALISIS PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN SOSIAL DLM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN TERHADAP REAKSI INVESTOR PD PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI BEJ (2007) 313
* ANALISA LAPORAN KEUANGAN UTK MRNGUKUR KINERJA FINANCIAL PD PT RUBY PRIVATINDO (2005) 314
* PENGARUH PERUBAHAN LABA AKUNTANSI TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PD PERUSAHAAN SEKTOR PERDAGANGAN JASA DAN INEVSTASI DI BEJ (2007) 315
* Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Deviden Payout Ratio pada Industri manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 316

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Deviden Payout Ratio pada Industri manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 316
* Analisis Pengaruh Pengumuman Laba Akuntansi Terhadap Perubahan Harga Saham Perbankan yang Terdaftar Di BEJ (2007) 317
* Analisis Laporan Keuangan dengan Menggunakan rasio Camel untuk Menilai Tingkat Kesehatan Bank (Studi kasus PT BANK X (Perseo), Tbk (2007) 318
*
Analisis Pengaruh profitabilitas Industri, rasio Leverage Keuangan tertimbang Intensitas Modal Tertimbang dan Pangsa Pasar Terhadap ROA dan ROE Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ (2007) 319
*
*
ANALISIS ARUS KAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PD PT XYZ (2007) 320
*
*
*
* Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan laporan Keuangan pada Perusahaan Industri yang Terdaftar Di BEJ (2007) 321
* Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar Di BEJ (2007) 322
* Pengaruh Hedging Terhadap Posisi Hutang Perusahaan akibat Fluktuasi Nilai Tukar Pada PT BIRU AND SONS (2003) 323
* Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh nya terhadap Earning Price Ratio (2007) 360
* Analisis Hubungan Antara Rasio Profitabilitas dengan EVA dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan (suatu Kajian Terhadap emiten Wholesale dan Retail Pada PT BEJ (2007) 361
* Pengaruh Free Cash Flow Terhadap Hutang (2007) 362
* Pengaruh Kepemilikan Manajemen dan Kepemilikan Instutioanal terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan (studi Kasus Pada Perusahaan Manufakur yang Terdaftar di BEJ (2007) 363
* Analisi Rasio Keuangan Sebagai Alat untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Makanan dan Minuman periode 2002-2004 (2007) 364
* Analisis Laporan Keuangan Dengan Menggunakan rasio Camel dan Metode Altman sebagai Alat untuk Memprediksi financial Distress Pada Sektor Perbankan yang Melakukan Penggabungan Usaha (2007) 365
* Analisis faktor- faktor yang Berpengaruh Pada Tingkat Underpriced pada Penawaran Perdana (2006) 366
* Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 437
* Mekanisme Good Corporate Governance Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan Manufaktur di BEJ periode 2002-2006 (207) 438
* Analisi Kinerja keuangan dan kemahalan Harga Saham Pada Perusahaan yang Melakukan Pemecahan Saham (2007) 439
* Analisis Perbandingan Relevansi Nilai Antara Net Income dan Cash Flow Terhadap Siklus Hidup Perusahaan (2007) 440
* Pengaruh Kinerja keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Di BEJ (2007) 441
* Analisa Hubungan Laba Akuntansi dan Laba Tunai Terhadap deviden Kas (2007) 442
* ANALISA TINGKAT KESEHATAN BANK DAN LUAS PENGUNGKAPAN PERISSTIWA SETELAH TANGGAL NERACA PADA LAPORAN TAHUNAN DI BEJ (2007) 443
* Analisis penerapan metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh nya Terhadap market Value pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar DI BEJ (2007) 444
* STUDI TERHADAP PENGUKURAN KINERJA AKUNTANSI PERUSAHAAN PROSFEKTOR DAN DEFENDER DAN HUBUNGANYA DENGAN HARGA SAHAM (ANALYSIS DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE THEORY (2007) 446
* ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 445
* Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan Profitabilitas Debt To Equity Opini Audit dan Reputasi Auditor Terhadap Ketidaktepatan waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar DI BEJ (2007) 447
* Analisis Hubungan Antara Laba Akuntansi dan Laba Tunai Dengan Deviden Kas (perusahaan perbankan Yang telah Go Publik Di Bej 2002-2003 (2007) 448
* Analisa Laporan Keuangan Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Sumber Daya Manusia (studi Kasus Pada PT Pupuk Kujang (2007) 449
* Analisis Penerapan Metode Akuntansi persediaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007) 450
* Analisis Faktor-fakktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan waktu Pelaporan Keuangan (2007) 451
* Pengaruh informasi arus kas operasi dan penyesuaian akrual terhadap Unexpected Trading ,volume Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ (2007) 4552
* ANALISIS EFEKTIVITAS PERANAN KOMITE AUDIT DALAM PENGELOLAAN PERUSAHAAN (2007) 453
* ANALISIS PENGARUH ARUS KAS AKRUAL DAN PERATAAN LABA TERHADAP PENINGKATAN OBLIGASI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 455
* PENGARUH STRUKTUR CORPORATE TERHADAP NILAI DAN KINERJA PERUSAHAAN (2007) 456
* ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE AGENCY COST DAN NILAI PERUSAHAAN (2007) 457
* PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN FREE CASH FLOW TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 458
* ANASLISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPPREDIKSI DELISTING PERUSAHAAN , PADA PERUSAHAAN LISTING DAN DELISTING YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 459
* PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ (2007) 460
* ANALISA PREDIKSI LABA MASA MENDATANG LABA DAN ARUS KAS PADA KONDISI PEREKONOMIAN NORMAL DAN TIDAK NORMAL (2003) 432
* ANALISA HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DENGAN TINGKAT LIKUIDITAS SOLVABILITAS UKURAN PERUSAHAAN DAN JENIS INDUSTRI PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BEJ (2006) 433
* ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM DEVIDEN PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 435
* PENGARUH KINERJA PERUSAHAAN DAN KINERJA PASAR TERHADAP HARGA SAHAM (200 8) 518
* PENGARUH MANAJEMEN LABA PADA NILAI DAN KINERJA PERUSAHAAN IPO YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 519
* PREDIKSI KONDISI FINANCIAL OKTRES PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN MODEL Z SCORE ALTMAN (2007) 520
* PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA INDUSTRI TEXTIL YANG TERDAFTAR DI BEJ PASCA PUNCAK KRISIS EKONOMI (2007) 521
* ANALISIS PENGARUH PENERAPAN METODE FIFO DAN WEIGHTED AVERAGE DALAM AKUNTANSI PERSEDIAAN TERHADAP PRICE EARNING RATIO (2007) 522
* ANALISA KINERJA KEUANGAN BANK SEBELUM DAN SESUADAH MERGER DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN (2007) 539
* ANALISIS KETAATAN EMITEN TERHADAP ATURAN BOARD GOVERNANCE DAN PENGARUH NYA DENGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BEJ (2007) 540
* ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN POTENSI KEGAGALAN USAHA PADA PT.INDOSAT Tbk PERIODE 2002-2005(DIBANDINGKAN DENGAN RASIO KEUANGAN RATA-RATA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 541
* PENGARUH RASIO KEUANGAN MODEL ALTMAN DAN UKURAN PERUSAHAAN DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007) 542
* ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ TERHADAP KELENGKAPAN LAPORAN KEUANGAN (2007) 543
* ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE DEPRESIASI (2007) 544
* ANALISIS FAKTOR-FAKKTOR YANG MEMPENGARUHIO RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ DENGAN PERATAAN LABA (INCOME SMOTHING) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (2007) 545
* AKUNTANSI PENJUALAN CICILAN DAN PENGARUHNYA THD PENDAPATAN PT ASTRA INTERNATIONAL ISUZU SALES OPERATIONAL CAB PRAMUKA (2000) 546
* ANALISIS PENGARUH INTERAKSI LABA DENGAN LAPORAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM (2007) 548
* REVALUASI AKTIVA TETAP PERLAKUAN AKUNTANSI DAN PENGARUHNYA THD KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIK (2000) 607
* ANALISIS RASIO-RASIO KEUANGAN DLM RANGKA UNTUK MENILAI KESULITAN KEUANGAN PD PERUSHAAN INDUSTRI TEXTIL (2007) 609T
* ANALISIS RASIO KEUANGAN SBG SALAH SATU ALAT UKUR DLM MENILAI KESEHATAN PERUSAHAAN (STD KASUS PD PT DYNAPLAST TBK ) (2003) 610T
* ANALISA PENERAPAN BAGI HASIL PIHAK KE TIGA DAN PENERAPAN AKUNTANSI UNTUK PEMBIAYAAN MUDHARABAH (STD KASUS PT BANK SYARIAH MANDIRI) (2007) 612
* PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK PERIODE 2005-2006 (200 8) 523
* Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan sosial perusahaan (pada perusahaan yang terdaftar di BEJ (200 8) 538



window.google_render_ad();
Judul Penelitian: Manajemen Pemasaran

* Kualitas Produk Bedak Ratu Mas Pada PT. Mustika Ratu (2000)
* Peranan Kepercayaan Terhadap Pemasok Dalam Menentukan Keputusan Pembelian Pada PT. Alfa Retailindo Tbk (2000)
* Tanggapan Konsumen Terhadap Slogan Produk Fruit Tea Pada PT. Sasana Caraka Mekar Jaya (2000)
* Kebijakan Penempatan Posisi Produk Yang Dilaksanakan Oleh PT. Lippo Land Tbk Terhadap Lippo Karawaci (199 8) - 3020
*

Evaluasi Hubungan komitmen dengan kerja sama dalam hubungan kemitraan pada PT Argo Kencana Pakuan (2000)-3021
*

Efektifitas Kebijakan Multi Level Marketing Pada PT.Immunotec Profarmasia (2000) 8073

*

Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Produk Pada PT. AJ Sewu New York Life (199 8) - 701

*

Evaluasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Yang Dilakukan Hero Supermarket Karawang Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen (199 8) - 9021
* Keterlibatan Konsumen Dalam Memilih Rumah Sakit Untuk General Check-Up (2000) - 3076
*

Hubungan Orientasi Pasar PT. General Electric Lighting Indonesia Dengan Tingkat Kepercayaan Para Pedagang Perantara (2000) - 3020
*

Pelaksanaan Rancangan Media Komunikasi Eksternal Pada Mal Ciputra Jakarta (2001) - 4076

Strategi Pemimpin Pasar Tabloid Olahraga Bola (2000) - 4020
*

Pelaksanaan Relationship Marketing Yang Dilakukan Oleh PT. ASDP (Persero) Kepada Pelanggan Jasa Angkutan Laut (2000) - 5023
*

Hubungan Antar Pembelian Produk Promosi Dengan Pembelian Produk Harga Biasa Pada Tingkat Individu Di Matahari Department Store Cabang Arion Plaza (2000) - 402037

*

Pelaksanaan Promosi Melalui Internet Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Hewlett Packard (2000) - 402023
*

Kebijakan Kualitas Produk Rumah Pada PT. Bumi Serpong Damai (2000) - 40200
*

Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Shampoo Pantene Pro-V (2000) - 5062
*

Persepsi Konsumen Terhadap Merek Perintis Dibandingkan Dengan Merek Pengikut (2001) - 5063

*

Perilaku Konsumen Dalam Berbelanja Pada Harga Khusus Dan Harga Biasa Di Pasar Swalayan (2000) - 5065

*

Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada Ramayana Department Store (2000) - 5083

*

Strategi Pemimpin Pasar Coca-Cola Pada PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (2001) - 6057

*

Analisa Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Inap Terhadap Tingkat pelayanan Dan Tingkat Kepuasan Pada RSUD Koja (2000) - 50201
*

Pelaksanaan Trust Based Relationship Pada Cafe Auto Mobil Lamborghini, Jakarta (2000) - 8071

*

Analisis Hubungan Antara Kepercayaan Terhadap Wiraniaga Dengan Keputusan Pembelian Konsumen Pada PT. Seri Jaya Maju gemilang (2000) - 8075

*

Kebijakan Pengemasan Minyak Pelumas Mesran Super Di Pertamina (2000) - 9002

*

Pelaksanaan Keputusan Utama Pemasaran Internasional Pada PT. Adetex Dalam Memasarkan Produk Tekstil Ke Jepang (2000) - 9003

*

Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam kemasan (2001) - 8076

*

Analisis Faktor-Faktor Yang Menggerakkan Konsumen Untuk Mengunjungi Situs Web Indosatnet Pada PT. Indosat Di jakarta (2000) - 8021

*

Pelaksanaan Pengembangan Jasa Homecare Pada Rumah Sakit Islam Jakarta Timur (2001) - 8024
*

Faktor-Faktor Yang Membangun Relationship Marketing Melalui Complain Handling Pada Auto 2000 Cabang Pluit (2000) - 8022

*

Pelaksanaan Public Relation Di Bank BNI (2000) - 6090

*

Pelaksanaan Program Public Relation Pada Restoran Front Row Jakarta (2000) - 6091

*

Pelaksanaan Program Hubungan Masyarakat Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000) - 6093

*

Analisis Tingkat Loyalitas Pelanggan Pada Bengkel Reparasi Dan Perawatan Mobil Impreza Di Jakarta (2000) - 6094

*

Analisis Hubungan Antara Kualitas Jasa Dengan Kecenderungan Perilaku Konsumen Pada Salon Yenny (2000) - 6095

*

Kebijakan Penetapan Harga Mebel Pada PT. Cepu Surya Indah Mandiri (2000) - 6019
*

Respon Konsumen Terhadap Iklan Jamu Adem Sari Di Media televisi (2000) - 7035

*

Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Sampoerna A Mild Sebagai Merek Perintis Dan Star Mild Sebagai Merek Pengikut (2000) - 7036

*

Faktor-Faktor Yang Menunjang Kepuasan Konsumen terhadap Produk Motorola V Series 3688 PT. Tel Pressindo Nusantara Di Jakarta (2002) - 7068

*

Langkah-Langkah Pelaksanaan Program Public Relations Pada Hotel Ambhara Di Jakarta (2002) - 9190
*

Evaluasi Langkah-Langkah Prospecting Pada PT. Sumi Indokabel Tbk Di Tanggerang (2002) - 9226

*

Upaya PT. Mabua Harley Davidson Tunggal Sentosa Dalam Manjalin Ikatan dengan Pelanggan (2000) - 9248

*

Pelaksanaan Pelayanan Pada Cathay Pasific Airways (2000) - 9269

*

Kebijakan Periklanan Produk Air Mineral Pada PT. Aqua Golden Mississippi (2000) - 9349

*

Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Produk Ponsel Nokia 5110 Pada PT. Nokia Mobile Phones Indonesia Di Jakarta (2001) - 9310
*

Kebijakan Penetapan Tarif Pada PT. PLN (Persero) (2001) - 9333
*

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Trust Dan Commitment Pada Hubungan Pelanggan-Pelanggan Perusahaan Pada bengkel Mobil Peugeot PT Astra Jakarta (2000) - 9404
*

Kualitas Produk Splash Cologne Pucelle Pada PT. Mandom IndonesiaTbk (2000) - 9416
*

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen Terhadap Perusahaan Dan Wiraniaga Pada PT. Telkomsel Cabang Bogor (2000) - 9450
*

Penanganan Keluhan Terhadap Pelayanan Klaim Di PT. Jasa Raharja Jakarta (2002) - 9457
*

Kebijakan House Brand Pada Supermarket “X” (2002) - 9459
*

Karakteristik Produk Baru Yang Mendorong Tingkat Adopsi Konsumen Pada Telpon Genggam Terbaru Motorola (2000) - 9461
*

Konsekuensi Perilaku Klien Atas Kualitas Jasa Pada PT. Bhakti Investama Tbk (2001) - 9505
*

Efektifitas Penjualan Pada PT. Unibindo Pertiwi (2000) - 9516
*

Analisis Kepuasan Konsumen Di Hotel Menteng Group Jakarta (2001) - 9531
*

Analisa Bentuk-Bentuk Pelayanan Purna Jual Utama Sebagai Kunci Sukses Usaha PT. Wira Andrawina Megah (2001) - 9532
*

Pengaruh Pemberian Merek Berbahasa Asing Terhadap Persepsi Konsumen Pada Produk Minuman Kesehatan Bee Jelly (2001) - 9588
*

Pelaksanaan Langkah-Langkah Utama Pemasaran Internasional PT. Stand Jaya Putra Dalam memasarkan Produk Kulit Lembaran Ke Hongkong (2000) - 9005
*

Pelaksanaan Strategi Pemimpin Pasar Industri Jasa Titipan Kilat PT. Birotika Semesta (DHL) Di Jakarta (199 8) - 9019
*

Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Pada Perusahaan Jasa Pengiriman Barang PT. Ramada Express (2000) - 9261
*

Pelaksanaan Pemasaran Melalui Internet Pada PT. Usaha Mediantara Intranet (2000) - 9236
*

Pelaksanaan Pemasaran Langsung Melalui Internet Pada PT. Astra Internasional (2000) - 9064
*

Pelaksanaan Periklanan Perumahan Taman Harapan Baru Pada PT. Kharisma Propertindo (2001) - 9028
*

Pelaksanaan Periklanan Produk TV Di Media Cetak Oleh PT. National Panasonic Gobel (2000) 9067
*

Kecenderungan Perilaku Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan PO. Warga Baru (2000) - 9072
*

Peranan Kepercayaan Terhadap Pemasok Dalam Menentukan Keputusan Pembelian Pada PT. Alfa retailindo Tbk (2000) - 9082
*

Peranan Kualitas Jasa, Pelayanan Dan Harga Dalam Menentukan kepuasan Pelanggan Restoran Kentucky Fried Chicken (2000) - 9083
*

Pelaksanaan Pengembangan Produk Udang Beku Pada PT. Gureka Putra Mandiri, Jakarta (2000) - 9084
*

Strategi Penetapan Harga Jual Pada Jalur Internasional Di PT. Garuda Indonesia (2000) - 9085
*

Langkah-Langkah Pemasaran Langsung Melalui telepon Pada PT. Garuda Indonesia Jakarta (2001) - 9086
*

Pengaruh Pesan Iklan Terhadap Daya Ingat Dan Tindakan Konsumen (2000) - 9091
*

Pelaksanaan Promosi Penjualan Kartu Halo Keluarga Pada PT. Telkomsel (2002) - 9135
*

Analisis Perbandingan Elemen-Elemen Brand Equity Pada Produk televisi Merek Sony, Toshiba Dan Sharp Di Jakarta Pada Tahun 2000 (2000) - 9155
* Efektivitas Kemasan Produk Minuman Jamu Segar Gula Asem Pada PT. Mustika Ratu (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Sepatu Aero Sole Pada PT. Sepatu Bata Tbk Indonesia (2000)
* Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam kemasan Pada Produk Nivea And Body Lotion Di Jakarta (2000)
* Penerapan Strategi Penentang Pasar Yang Dilakukan PT. HM Sampoerna (2000)
* Strategi Pemimpin Pasar Pada Garuda Food Group (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Sirup Golden Valley Pada PT. Semesta Ampuh Jakarta (2000)
* Kualitas Produk Bedak Ratu Mas Pada PT. Mustika Ratu (2000)
* penjualan pada PT unibindo Pertiwi (2000)-
* Pengaruh penanganan complain terhadap trust dan commitment pada PT Rutan machinery company (2000)
* Kebijakan Kemasan Gatsby Water Gloss Pada PT. Tancho Indonesia Tbk (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Mie Instant Pop Mie Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Minuman Teh Dalam Kemasan Merek Fruit Tea Pada PT. Sinar Sosro (2000)
* Efektivitas Kemasan Produk Minuman Jamu Gula Asem Pada PT. Mustika Ratu (2000)
* Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Untuk Produk Jamu Celup Lokal Tea Pada PT. Mustika Ratu (2000)
* Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada PT. Etona Abadi (2000)
* Strategi Pemimpin Pasar Pada Garuda Food Group (2000)
* Pelaksanaan Strategi pelayanan Pada Restoran Sari Kuring Batu Ceper (2000)
* Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada PT. Pusri PPD Lampung (2000)
* Kebijakan Distribusi Fisik Produk Emas Pada PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk Unit Pengolahan Dan Pemurnian Logam Mulia Di Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Distribusi Fisik Minyak Goreng Dan Margarin Di PT. Inti Boga Sejahtera (2000)
* Pelaksanaan Saluran Distribusi Lem Dextone Pada PT. Karya Lestari (2000)
* Pelaksanaan Strategi Diferensiasi Pada Delika Tirta Prima Jakarta (2000)
* Evaluasi Pelaksanaan Strategi Diferensiasi Pada Rumah Sakit St. Carolus (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Minuman Teh Dalam Kemasan Merek Fruit Tea Pada PT. Sinar Sosro (2000)
* Pelaksanaan Strategi Kaizen Pada PT. Alfa Retailindo (2000)
* Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada PT. Tancho Indonesia Tbk (2000)
* Efektivitas Pelaksanaan Saluran Distribusi Beras Oleh Bulog (2000)
* Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada Perusahaan Percetakan PT. Pajar Inter Pratama Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Distribusi Fisik Pada PT. Bhineka Karya Manunggal Jakarta (2000)
* Pengaruh Nama Merek Favorable (Brand Favorable) Terhadap Persepsi Produk Oleh Konsumen (2000)
* Pelaksanaan pemasaran Langsung Melalui Telepon Pada Citibank Di Jakarta (2000)
* Desain Strategi Pensponsoran Dalam Meningkatkan Citra Produk Kosmetika Sari Ayu Pada PT. X Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Harga Dalam Penilaian Konsumen Terhadap Kualitas Mobil Mitsubishi (2000)
* Strategi Kemasan PO Powder Mbk Pada CV. Bahagia Jakarta (2001)
* Strategi Nama Merek Pada Perusahaan Jasa Transportasi Kereta Api PT. Kereta Api (Persero) Dalam Rangka Membangun Kekuatan Merek (2001)
* Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada Perusahaan Baso Sapi Sari Murni (2001)
* Pelaksanaan Penetapan Posisi Produk Pada PT. X Di Bekasi (2001)
* Kualitas Pelayanan Pada Restoran Akung Baso Sapi Asli Di Jakarta (2001)
* Devaluasi Pelaksanaan Promosi Penjualan Permen Kopiko Pada PT. Mayora Indah Di Jakarta (2001)
* Kemitraan asing sebagai strategi usaha dalam industri komponen otomotif (kasus PT Astra Otoparts, Tbk) (2001)
* Kualitas Produk, Kepuasan Dan Kecenderungan Berprilaku Pada Mobil Toyota Kijang Di Jakarta (2001)
* Le projet pineapple concentrate PT. JAU etude de cas Thyssen Krupp (Indonesie) (2001)
* Pelaksanaan promosi penjualan pada PT Bumi Serpong Damai di Tanggerang (2001)
* Pengaruh pemberian merek berbahasa asing terhadap persepsi konsumen pada produk minuman kesehatan BGS Jelly (2001)
* Analisis kepuasan konsumen di Hotel Menteng Group Jakarta (2001)
* bentuk- bentuk pelayanan purna jual utama sebagai kunci sukses usaha PT Wira Andra Wina , Medan (2001)
* Brand Quality Produk obat sakit maag” PROMAG” pada PT Kalbe Farma (2002
* Pelaksanaan Periklanan Produk Miyako Pada PT. Bangun Indo Tbk Di Jakarta (2002)
* Pelaksanaan Program Perikalanan Produk Gaga Mie 100 Pada PT. Jakarana Taiya (2002)
* Faktor-Faktor Yang Menunjang Kualitas Merek Fruit tea Pada PT. Sinar Sosro Bekasi Ja-Bar (2002)
* Kebijakan Saluran Distribusi Hot Roller Coil (HRC) Pada PT. Krakatau Steel Di Jakarta (2002)
* Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Tabloid Olahraga (Dalam Kasus Tabloid BOLA) (2003)
* Outsourcing Sebagai Alternatif Aktivitas Distribusi Pada PT. Pupuk Kaltim (2003)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Multinasional Dalam Mengambil Keputusan Untuk Melakukan Joint Venture (2003)
* Pengaruh sumber pesan terhadap persepsi konsumen dalam iklan rokok (2003)
* Pengaruh karateristik franchise terhadap tingkat kepuasan franchise (2003)
* Membangun ekuitas merek Sim Card Mentari pada PT Satelindo di Jakarta (2003)
* Pelaksanaan customer relationship pada Hero Supermarket cabang Gatot Subroto (2003)
* Pelaksanaan kualitas pelayana pada PT Bank X TBK di Jakarta Selatan (2003)
* Kualitas pelayanan pada rumah makan ayam goring Toh Jonodi Jakarta selatan (2004)
* Membangun komunitas merek pada mentari club (2004)
* Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda di Jakarta (2004)
* mutu buah Tbs plasma sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan petani pada PT Sumber Indah Perkasa, Lampung (2004)
* Faktor- faktor yang membentuk kepercayaan dan komitmen dalam upaya menjalin hubungan antara pelanggan dengan perusahan bengkel mobil korea , jepang dan eropa di Jakarta (2004)
* Pelaksanaan diferensasi kelayakan produk televisi Panasonic pada PT National Panasonic Gobel di Jakarta (2004)
* Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas produk baru- (2004)
* Loyalitas konsumen terhadap merek putrid pada PT Mustika Ratu,Tbk (2004)
* Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan provider hand phone simpati (2004)
* Pengaruh kepercayaan merek terhadap kesetiaan konsumen pada kendaraan merk Toyota (2004)
* Faktor - faktor yang mendorong loyalitas merk telefon seluler Nokia (2004)
* Pelaksanaan diferensiasi pelayanan produk televise Panasonic pada PT National Gobel di Jakarta (2004)
*

Kualitas Pelayanan Ritel Pada PT. Supermarket (2004)
*

Kualitas Produk Kertas Kadio SINAR DUNIA pada PT. Cakrawala Mega Indah (2004)
*

Pelaksanaan Service Recovery pada PT Perdana Maxx International di Jakarta (2004)
*

Pengaruh Tingkat Keinovativan Produk Terhadap Kualitas Produk Baru pada Mobil Toyota Kijang inova (2005)
*

Hubungan Antara Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan pada Bank Niaga (2005)
*

Penaruh Citra dan Kepuasan TerhadapLoyalitas Pelanggan Pada Hotel IBIS Thamrin, Jakarta (2005)
* Hubungan antara karateristik pribadi dengan evaluasi konsumen pada merek imitasi (2005)
*

Hubungan antara karateristik pribadi dengan evaluasi konsumen pada merek imitasi (2005)
* Pengaruh service Fancore terhadap Customer Satisfaction Trust Commitment, Negative word of mounth interaction Justice and Distribution Justice (2005)
* Pengaruh lingkungan belanja terhadap perilaku belanja pada Factory Outlet di Kota Bogor (2005)
* Pengaruh Generalized Personal Antecedent terhadap Attitude Toward Complaining (2006)
* Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan emosional dan hubungan kepuasan emosional dengan loyalitas konsumen dan kualitas hubungan (2006)
*
PERBEDAAN BRAND BENEFIT ANTARA SEGMEN GAYA HIDUP KONSUMEN UNROMANTIC THRILL DAN UNEXUNTED ROMANTIC (2007) 307
o
PERBEDAAN PERSEPSI KONSUMEN ATAS PENGORBANAN KUALITAS DAN NILAI SAAT HARGA NORMAL DAN DISKON (2007) 308
o
Pengaruh Percieved Service Quality, Corporate Image trust dan Percieved Switching cost Terhadap Customer Loyality dalam Industri Telekomunikasi CDMA (2007) 120

Pengaruh Percieved Service Quality, Corporate Image trust dan Percieved Switching cost Terhadap Customer Loyality dalam Industri Telekomunikasi CDMA (2007) 120
o
PENGARUH SERVICE ATMOSPHIRE DAN CUSTOMER RO CUSTOMER INTERACTION TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION (2007) 121
o
Peran Service Recovery Satisfaction Sebagai Mediator Antara Perceived Fairness dan Post, ComPlaint Behavior Respond (2007)
o
122
o
Pengaruh Percieved Risk dan satisfaction With Then New Provide terhadap Word Of Mouth With Dropped Provider(2007)123
o
Pengaruh Service Recovery Terhadap Complain dan Service Failure dalam Rangka Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (2007)124
o
Pengaruh Kelas Sosial Tingkat Pendapatan dan Jenis Kelamin Terhadap Keputusan Pembelian Furniture di Jakarta Selatan (2007)125
o
Pengaruh satisfaction Delight Terhadap repurchase Intention Melalui Produk Knowledge Pada Produk Nokia N.70 (2007)126
o
Pengaruh Overall satisfaction Brand Trust dan Brand Loyality Terhadap Brand Equity (2007) 127
o
Hubungan Antara Customer Orientation Dengan service Quality Expectation Pada layanan call Center Bank Mandiri (2007)128
o
Pengaruh Service failure yang Di rasakan Konsumen Terhadap satisfaction Trust Commitment dan Negative Word Of Mouth (2007) 129
o
Pengaruh Organizational Commitment dan Job satisfaction Terhadap Service Quality (2007)130
o
Pengaruh Brand Experience Terhadap Brand Trust dan Cusomers Satisfaction (2007) 131
o
Hubungan antara Nilai- Nilai Kemanusiaan Pada ETno Sentrisme Konsumen (2007)132
o
Pengaruh sacrifice Service Quality Service Value Dan satisfaction Terhadap Behavioral Intentions Pada konsumen Bank BNI 46 Jakarta (2007) 133
o
Pengaruh Market Orientation Terhadap marketing Competency (2007)134
o
Pengaruh Prior Complaint Experience Terhadap Complaint Intention Melalui Atitude Toward Complaining (2007)135
o
PELAKSANAAN DISTRIBUSI FISIK PD PT DAVOMAS ABADI TBK DI TANGERANG (2007)149
o
Peranan Service Recovery satisfaction sebagai Mediator Antara Perceived Fairness dan Post Complaine Behavior Response (2007)156
o
Pengaruh Aktivitas Kerjasama Pemasaran Dengan Penelitian dan pengembangan Terhadap Kinerja Produk Baru Exspor (2003) 155
o
Pelaksanaan Bauran Pemasaran Event pada Facto Cover, LTD Jakarta (2007) 154
o
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Mobil Toyota Kijang di Indonesia (2007) 152
o
Kualitas Layanan Pada Restoran Steak Sizzler(2007) 151
o
Hubungan antara Kualitas Jasa Dengan Perilaku Nasabah pada PT Prudential Life Insurance,Jakarta (2004) 269
o
Pengaruh OveRal satisfaction Brand Trust dan Brand Loyality Terhadap Brand Equity (2007) 242
o
Langkah-Langkah Efektivitas Pameran Pada PT.Pertani (Persero) dalam BUMN Expo di Jakarta (2003) 241
o
Analisis Hubungan Antara Kepuasan Konsumen Dengan Kinerja Bank dan Kecendrungan Perilaku Konsumen pada bank Mandiri cabang Intercom,Kebun Jeruk Jakarta (2007) 232
o
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harapan Penumpang Penerbangan (2007)231
o
Pengaruh Information Quality Terhadap Information Satisfaction pada Pengguna on Line Shopping (2007) 230
o
Pelaksanaan Kegiatan Bentuk Pelayanan Purna jual pada PT. Setia Tunggal Kymco (2003) 229
o
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kecendrungan Perilaku Konsumen pada Hotel Sol Elit Marbella, Anyer Banten (2003) 210
o
Pelaksanaan Strategi Retensi Untuk Membangun Hubungan Pelanggan Pada Hotel Preanger ,Bandung (2003) 172
o
Pengaruh Orientasi Pasar PT.Asia Karya Duta Dunia Terhadap Kepercayaan Distributornya Tinjauan dari Perspektif Distributor (2002) 157
o
Evaluasi Relationship Marketing dan Tingkat Affective Continuance dan Normative Commitment anggota Ikatan arsitek Indonesia (2007)271
o
Hubungan Antara Conjoint Task dengan Partisipasi Retailer dalam Program Promosi Produk Biskuit Interbis pada PT. Eshaki Dima,Jakarta (2007)274
o
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan dan Komitmen dalam Upaya Menjalin hubungan Antara Pelanggan Dengan Perusahaan Bengkel Mobil Korea-Jepang dan Eropa di Jakarta (2004) 273
o
Kualitas Jasa Pada Kursus Bahasa Inggris International Language Program (ILP)(Kalimalang,Jakarta)(2007)272
o
Pelaksanaan Distribusi Fisik Susu cair segar Indomilk pada PT Australia Indonesia Milk Industries di Jakarta (2004) 277
o
Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam Kemasan produk Cussons baby Powder (2004) 276
o
Tahap-Tahap Pengembangan Produk Susu Kental Manis Cap Enak “Cokelat” pada Australia Indonesia milk Industries (2007) 277
o
Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Konsumen Pada Restoran Cepat Saji (2007)278
o
Kualitas Layanan pada Restoran Steak Sizzler (2007) 279
o
Hubungan Anatara Market Orientation Produsen dengan Trust distributor (2004) 280
o
PERLUASAN MERK PADA PT TANCHO INDONESIA TBK (2000) 369
o
Pengaruh Respon Konsumen Tentang Website Terhadap Efektivitas Iklan (2007)480
o
Perbedaan Kepuasan Antara Stayers dan Switches pada Bank (2007)481
o
Pengaruh Market Orientation Terhadap Marketing Competency (2007) 482
o
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Customers Satisfaction dalam Pertunjukan Live MUsic pada La Piazza Kelapa Gading (2007)483
o
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanngan Pada Toko dan Karyawan (2007)86
o
Hubungan Antara Citra Perusahaan dan kepuasan Konsumen dengan Kesetiaan Konsumen Pada Hotel Crowne Plaza Jakarta(2007)461
o
Pengaruh Sosialisasi Iklan yang Menimbulkan Sikap Skeptis Pada Remaja di Indonesia (2004) 462
o
Pengaruh Customers Influence Quality Orientation Produce Inovativeness, Dan Time Pressure terhadap Product Quality (2007)463
o
Kemasan Produk Enkasari pada PT Kimia Farma (Persero) di Jakarta (2007)464
o
Pengaruh Fungsi Merk terhadap Respon Konsumen (2007) 465
o
Pengaruh Anti Smoking Beliefs Terhadap terhadap intent to smoke pada remaja (2007)466
o
Analisa Kriteria Kemasan Ades Royal (2002) 467
o
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan dalam Pertunjukan LIve Music dan dampak nya terhadap World of Mouth (2007)468
o
Pengaruh Penetapan Harga Paket Campuran Gabungan Mc Donald’S Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Secara Paket (2003) 469
o
Pelaksanaan Kampanye Periklanan Melalui Brosur pada PT Mustika Hadiasari (2003) 470
o
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Brand Equity kacang Garuda pada PT Garuda FOOD (2003) 490
o
Hubungan Antara Manufakturer Brand Strategy dengan Distribution Intensity yang di Pengaruhi Oleh Contractual Restrictiveness (2007)493
o
Hubungan Antara Buying Inpulsiveness Trait dengan Consumers Impulsive buying Behavior (2004) 491
o
Pengaruh iklan Kosmetik REVLON yang Menggunakan Selebritis Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (2003) 492
o
Pengaruh Karakteristik Kepribadian Terhadap Orientasi Pelanggan dan Kinerja Karyawan pada PT TOKO GUNUNG AGUNG,Tbk (2004) 494
o
Hubungan Antara Karakteristik Wiraniaga Dan Karakteristik Hubungan Wiraniaga dengan Kepercayaan Konsumen kepada Wiraniaga pada Perusahaan Asuransi Jiwa (2004) 502
o
Pengaruh Shopping Motives Dan Store Attributes Terhadap Shopping Excitment pada Hypermarket Giant Plaza SEMANGGI (2007)503
o
Pengaruh Service Experience Terhadap Satisfaction Attitude to Service (post Consumption Evaluation) Pada Nasabah Bank Mandiri (2007)504
o
Pengaruh Attitude Towards Behavior,Subjecttive Norms dan Perceived Behavioral Control Terhadap Behavioral Intention Konsumen Pengguna Jasa Kereta Api Eksekutif (2004) 505
o
Pengaruh Price Perception Perceived Quality Terhadap Customer Valuie,Customer Satisfaction dan Behavioral Intentions (2007)506
o
Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan jasa Retail Store pada Ranch Market Pondok Indah Jakarta (2001) 507
o
Pelaksanaan Customer Bonding pada PT Bank Negara Indonesia (persero),Tbk Cabang Utama Tanggerang (2007) 508
o
Pengaruh Catharis dan Model Kepribadian Konsumen dalam Menyampaikan Komplain terhadap Perilaku Pembelian pada KALTIM ADVENTURE TOUR AND TRAVEL SERVICE cabang Jakarta (2004) 510
o
Efektivitas Pelaksanaan Display pada Produk Buah di Hero Plaza Senayan (2000) 509
o
Pengaruh Penanganan keluhan Dengan Pendekatan mekanistik terhadap Keadilan Pelanggan (2007)511
o
Pengaruh Kelas sosial, Tingkat Pendapatan dan Jenis Kelamin terhadap Keputusan Pembelian Furniture melalui Kriteria Utilitarian dan Hedonik (2007)512
o
Pengaruh Biaya yang Di keluarkan Perusahaan Pembeli terhadap Hubungan yang terjalin Antara Perusahaan Perusahaan Pembeli dan Perusahaan Pemasok (2007)513
o
Pengaruh Perbedaan Harga terhadap Persepsi Konsumen tentang Kualitas Mobil Toyota (2004) 514
o
Perbedaan Brand Equity Antara Hotel Bintang 5 dan Hotel Bintang 3 (2007)515
o
Evaluasi Hubungan Orientasi Pasar dengan Tingkat Kepercayaan para Pedagang Perantara pada PT Alam Rimba Tanggerang (2001) 516
o
Hubungan Antara Persepsi Pemasok Terhadap Orientasi Pasar Perantara dengan Kepercayaan Komitmen (2004) 517
o
Analisa Keputusan Utama Program Periklanan Produk Pembersih SARI AYU Indonesia (2003) 582
o
Pengaruh Service Recovery Fairness pada Sony Ericson Certifield Service Center Roxy Mas lantai 3 Jakarta (2003) 583
o
Evaluasi Strategi Penelitian Periklanan Untuk Iklan Program D3 Akuntansi Perpajakan (2003) 584
o
Hubungan Antara Karakteristik Konsumen dan Sikap Berbelanja Secara On Line (2007)495
o
Pengaruh Antecedent Beliefs dan Attitude Terhadap Intention atas Self Service Technology Pada Bank BNI 46 Jakarta (2007)496
o
Pengaruh Information Use Terhadap Perceived Control Appraisal dan Magnitude Of (2007)497
o
Pengaruh Actor Satisfaction,Actor Familarity,Play attitudes,Theather Facility Attitudes Terhadap Trust Penonton (2007)498
o
Pengaruh Sosial Terhadap Minat Pembelian Kembali Pada Cafe Starbucks Plaza Senayan (2007) 499
o
Perencanaan Pameran Photo Kamera Digital Fuji Film pada PT MODERN PHOTO,Tbk (2007) 500
o
Pengaruh Role MOdel Influence Terhadap Purchase Intention dan Purchase Behavior (2007) 501

*
PERBEDAAN PERSEPSI KONSUMEN ATAS PENGORBANAN KUALITAS DAN NILAI SAAT HARGA NORMAL DAN DISKON (2007) 308
*
Pengaruh Percieved Service Quality, Corporate Image trust dan Percieved Switching cost Terhadap Customer Loyality dalam Industri Telekomunikasi CDMA (2007) 120

Pengaruh Percieved Service Quality, Corporate Image trust dan Percieved Switching cost Terhadap Customer Loyality dalam Industri Telekomunikasi CDMA (2007) 120
*
PENGARUH SERVICE ATMOSPHIRE DAN CUSTOMER RO CUSTOMER INTERACTION TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION (2007) 121
*
Peran Service Recovery Satisfaction Sebagai Mediator Antara Perceived Fairness dan Post, ComPlaint Behavior Respond (2007)
*
122
*
Pengaruh Percieved Risk dan satisfaction With Then New Provide terhadap Word Of Mouth With Dropped Provider(2007)123
*
Pengaruh Service Recovery Terhadap Complain dan Service Failure dalam Rangka Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (2007)124
*
Pengaruh Kelas Sosial Tingkat Pendapatan dan Jenis Kelamin Terhadap Keputusan Pembelian Furniture di Jakarta Selatan (2007)125
*
Pengaruh satisfaction Delight Terhadap repurchase Intention Melalui Produk Knowledge Pada Produk Nokia N.70 (2007)126
*
Pengaruh Overall satisfaction Brand Trust dan Brand Loyality Terhadap Brand Equity (2007) 127
*
Hubungan Antara Customer Orientation Dengan service Quality Expectation Pada layanan call Center Bank Mandiri (2007)128
*
Pengaruh Service failure yang Di rasakan Konsumen Terhadap satisfaction Trust Commitment dan Negative Word Of Mouth (2007) 129
*
Pengaruh Organizational Commitment dan Job satisfaction Terhadap Service Quality (2007)130
*
Pengaruh Brand Experience Terhadap Brand Trust dan Cusomers Satisfaction (2007) 131
*
Hubungan antara Nilai- Nilai Kemanusiaan Pada ETno Sentrisme Konsumen (2007)132
*
Pengaruh sacrifice Service Quality Service Value Dan satisfaction Terhadap Behavioral Intentions Pada konsumen Bank BNI 46 Jakarta (2007) 133
*
Pengaruh Market Orientation Terhadap marketing Competency (2007)134
*
Pengaruh Prior Complaint Experience Terhadap Complaint Intention Melalui Atitude Toward Complaining (2007)135
*
PELAKSANAAN DISTRIBUSI FISIK PD PT DAVOMAS ABADI TBK DI TANGERANG (2007)149
*
Peranan Service Recovery satisfaction sebagai Mediator Antara Perceived Fairness dan Post Complaine Behavior Response (2007)156
*
Pengaruh Aktivitas Kerjasama Pemasaran Dengan Penelitian dan pengembangan Terhadap Kinerja Produk Baru Exspor (2003) 155
*
Pelaksanaan Bauran Pemasaran Event pada Facto Cover, LTD Jakarta (2007) 154
*
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Mobil Toyota Kijang di Indonesia (2007) 152
*
Kualitas Layanan Pada Restoran Steak Sizzler(2007) 151
*
Hubungan antara Kualitas Jasa Dengan Perilaku Nasabah pada PT Prudential Life Insurance,Jakarta (2004) 269
*
Pengaruh OveRal satisfaction Brand Trust dan Brand Loyality Terhadap Brand Equity (2007) 242
*
Langkah-Langkah Efektivitas Pameran Pada PT.Pertani (Persero) dalam BUMN Expo di Jakarta (2003) 241
*
Analisis Hubungan Antara Kepuasan Konsumen Dengan Kinerja Bank dan Kecendrungan Perilaku Konsumen pada bank Mandiri cabang Intercom,Kebun Jeruk Jakarta (2007) 232
*
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harapan Penumpang Penerbangan (2007)231
*
Pengaruh Information Quality Terhadap Information Satisfaction pada Pengguna on Line Shopping (2007) 230
*
Pelaksanaan Kegiatan Bentuk Pelayanan Purna jual pada PT. Setia Tunggal Kymco (2003) 229
*
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kecendrungan Perilaku Konsumen pada Hotel Sol Elit Marbella, Anyer Banten (2003) 210
*
Pelaksanaan Strategi Retensi Untuk Membangun Hubungan Pelanggan Pada Hotel Preanger ,Bandung (2003) 172
*
Pengaruh Orientasi Pasar PT.Asia Karya Duta Dunia Terhadap Kepercayaan Distributornya Tinjauan dari Perspektif Distributor (2002) 157
*
Evaluasi Relationship Marketing dan Tingkat Affective Continuance dan Normative Commitment anggota Ikatan arsitek Indonesia (2007)271
*
Hubungan Antara Conjoint Task dengan Partisipasi Retailer dalam Program Promosi Produk Biskuit Interbis pada PT. Eshaki Dima,Jakarta (2007)274
*
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan dan Komitmen dalam Upaya Menjalin hubungan Antara Pelanggan Dengan Perusahaan Bengkel Mobil Korea-Jepang dan Eropa di Jakarta (2004) 273
*
Kualitas Jasa Pada Kursus Bahasa Inggris International Language Program (ILP)(Kalimalang,Jakarta)(2007)272
*
Pelaksanaan Distribusi Fisik Susu cair segar Indomilk pada PT Australia Indonesia Milk Industries di Jakarta (2004) 277
*
Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam Kemasan produk Cussons baby Powder (2004) 276
*
Tahap-Tahap Pengembangan Produk Susu Kental Manis Cap Enak “Cokelat” pada Australia Indonesia milk Industries (2007) 277
*
Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Konsumen Pada Restoran Cepat Saji (2007)278
*
Kualitas Layanan pada Restoran Steak Sizzler (2007) 279
*
Hubungan Anatara Market Orientation Produsen dengan Trust distributor (2004) 280
*
PERLUASAN MERK PADA PT TANCHO INDONESIA TBK (2000) 369
*
Pengaruh Respon Konsumen Tentang Website Terhadap Efektivitas Iklan (2007)480
*
Perbedaan Kepuasan Antara Stayers dan Switches pada Bank (2007)481
*
Pengaruh Market Orientation Terhadap Marketing Competency (2007) 482
*
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Customers Satisfaction dalam Pertunjukan Live MUsic pada La Piazza Kelapa Gading (2007)483
*
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanngan Pada Toko dan Karyawan (2007)86
*
Hubungan Antara Citra Perusahaan dan kepuasan Konsumen dengan Kesetiaan Konsumen Pada Hotel Crowne Plaza Jakarta(2007)461
*
Pengaruh Sosialisasi Iklan yang Menimbulkan Sikap Skeptis Pada Remaja di Indonesia (2004) 462
*
Pengaruh Customers Influence Quality Orientation Produce Inovativeness, Dan Time Pressure terhadap Product Quality (2007)463
*
Kemasan Produk Enkasari pada PT Kimia Farma (Persero) di Jakarta (2007)464
*
Pengaruh Fungsi Merk terhadap Respon Konsumen (2007) 465
*
Pengaruh Anti Smoking Beliefs Terhadap terhadap intent to smoke pada remaja (2007)466
*
Analisa Kriteria Kemasan Ades Royal (2002) 467
*
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan dalam Pertunjukan LIve Music dan dampak nya terhadap World of Mouth (2007)468
*
Pengaruh Penetapan Harga Paket Campuran Gabungan Mc Donald’S Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Secara Paket (2003) 469
*
Pelaksanaan Kampanye Periklanan Melalui Brosur pada PT Mustika Hadiasari (2003) 470
*
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Brand Equity kacang Garuda pada PT Garuda FOOD (2003) 490
*
Hubungan Antara Manufakturer Brand Strategy dengan Distribution Intensity yang di Pengaruhi Oleh Contractual Restrictiveness (2007)493
*
Hubungan Antara Buying Inpulsiveness Trait dengan Consumers Impulsive buying Behavior (2004) 491
*
Pengaruh iklan Kosmetik REVLON yang Menggunakan Selebritis Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (2003) 492
*
Pengaruh Karakteristik Kepribadian Terhadap Orientasi Pelanggan dan Kinerja Karyawan pada PT TOKO GUNUNG AGUNG,Tbk (2004) 494
*
Hubungan Antara Karakteristik Wiraniaga Dan Karakteristik Hubungan Wiraniaga dengan Kepercayaan Konsumen kepada Wiraniaga pada Perusahaan Asuransi Jiwa (2004) 502
*
Pengaruh Shopping Motives Dan Store Attributes Terhadap Shopping Excitment pada Hypermarket Giant Plaza SEMANGGI (2007)503
*
Pengaruh Service Experience Terhadap Satisfaction Attitude to Service (post Consumption Evaluation) Pada Nasabah Bank Mandiri (2007)504
*
Pengaruh Attitude Towards Behavior,Subjecttive Norms dan Perceived Behavioral Control Terhadap Behavioral Intention Konsumen Pengguna Jasa Kereta Api Eksekutif (2004) 505
*
Pengaruh Price Perception Perceived Quality Terhadap Customer Valuie,Customer Satisfaction dan Behavioral Intentions (2007)506
*
Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan jasa Retail Store pada Ranch Market Pondok Indah Jakarta (2001) 507
*
Pelaksanaan Customer Bonding pada PT Bank Negara Indonesia (persero),Tbk Cabang Utama Tanggerang (2007) 508
*
Pengaruh Catharis dan Model Kepribadian Konsumen dalam Menyampaikan Komplain terhadap Perilaku Pembelian pada KALTIM ADVENTURE TOUR AND TRAVEL SERVICE cabang Jakarta (2004) 510
*
Efektivitas Pelaksanaan Display pada Produk Buah di Hero Plaza Senayan (2000) 509
*
Pengaruh Penanganan keluhan Dengan Pendekatan mekanistik terhadap Keadilan Pelanggan (2007)511
*
Pengaruh Kelas sosial, Tingkat Pendapatan dan Jenis Kelamin terhadap Keputusan Pembelian Furniture melalui Kriteria Utilitarian dan Hedonik (2007)512
*
Pengaruh Biaya yang Di keluarkan Perusahaan Pembeli terhadap Hubungan yang terjalin Antara Perusahaan Perusahaan Pembeli dan Perusahaan Pemasok (2007)513
*
Pengaruh Perbedaan Harga terhadap Persepsi Konsumen tentang Kualitas Mobil Toyota (2004) 514
*
Perbedaan Brand Equity Antara Hotel Bintang 5 dan Hotel Bintang 3 (2007)515
*
Evaluasi Hubungan Orientasi Pasar dengan Tingkat Kepercayaan para Pedagang Perantara pada PT Alam Rimba Tanggerang (2001) 516
*
Hubungan Antara Persepsi Pemasok Terhadap Orientasi Pasar Perantara dengan Kepercayaan Komitmen (2004) 517
*
Analisa Keputusan Utama Program Periklanan Produk Pembersih SARI AYU Indonesia (2003) 582
*
Pengaruh Service Recovery Fairness pada Sony Ericson Certifield Service Center Roxy Mas lantai 3 Jakarta (2003) 583
*
Evaluasi Strategi Penelitian Periklanan Untuk Iklan Program D3 Akuntansi Perpajakan (2003) 584
*
Hubungan Antara Karakteristik Konsumen dan Sikap Berbelanja Secara On Line (2007)495
*
Pengaruh Antecedent Beliefs dan Attitude Terhadap Intention atas Self Service Technology Pada Bank BNI 46 Jakarta (2007)496
*
Pengaruh Information Use Terhadap Perceived Control Appraisal dan Magnitude Of (2007)497
*
Pengaruh Actor Satisfaction,Actor Familarity,Play attitudes,Theather Facility Attitudes Terhadap Trust Penonton (2007)498
*
Pengaruh Sosial Terhadap Minat Pembelian Kembali Pada Cafe Starbucks Plaza Senayan (2007) 499
*
Perencanaan Pameran Photo Kamera Digital Fuji Film pada PT MODERN PHOTO,Tbk (2007) 500
*
Pengaruh Role MOdel Influence Terhadap Purchase Intention dan Purchase Behavior (2007)



window.google_render_ad();
Judul Penelitian: Manajemen SDM

* Pengaruh Pelaksanaan Program Pensiun Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. PLN (Persero) Cabang Gambir , Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. Titra Investama (2002) - 9202
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Operasional PT. Mohairson Group (2001) - 7061 / 8060
*

Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. PLN Cabang Gambir Di Jakarta (2000) - 3054
*

Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Promosi Karyawan Divisi Covac Pada PT. Honoris Industry (2000) - 4046/6029
* Pengaruh Stress Terhadap Prestasi Kerja Karyawan CV. Wiras Kuta Bali (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Produktivitas Karyawan Departemen Produksi Pada PT. Pearland Di Tanggerang (2000)
* Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. PLN Cabang Gambir Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Peningkatan Prestasi Kerja Karyawan Bagian Operasional Bidang Produksi Pada PT. Sumi Rubber Indonesia (2000)
* Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Tri Wahana Jaya (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Customer Service PT. Bank Negara Indonesia (Persero) , TBK Cabang Jakarta Pusat (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Karyawan Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Ramako Gerbang Tunas Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Karyawan Produksi Pada PT. Sepatu Bata Tbk, Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Peningkatan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Dharmala Intiutama Di Jakarta (2000)
* The Influence Of Job Stress To Employeees Work Performance At PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Seleksi Terhadap Produktivitas Petugas Lapangan Pada Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Kantor Cabang Jakarta Pusat (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. Dwi Perkasa Mobil Tama Di Bogor (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan CV. Almes Di Bandung (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Customer Sevice Pada PT. Telkomsel Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Seleksi Terhadap Penempatan Karyawan Pada PT. Progress Toyo (Indonesia) (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Kurir Pada PT. Skypak International (TNT) Di Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Penilaian Prestasi Terhadap Promosi Jabatan Karyawan PT. Leos Grafindo Raya (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Divisi Pre-Treatment Pada PT. Texmaco Jaya , Karawang (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Karyawan Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Ramako Gerbang Mas Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Promosi Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. Garda Motor (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Adhi Karya (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Produksi Departement House Lamp Pada PT. Osram (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Bagi Karyawan Bidang Pemasaran Pada PT. Sepatu Bata (Persero) Tbk Jakarta (2000)
* Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Promosi Karyawan Divisi Pada PT. Honoris Industry (2000)
* Pelaksanaan Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Redaksi PT. Genta Singgalang Press Di Padang (2000)
* Hubungan Antara Stress Dan Ketidakpuasan Kerja Karyawan Pada Pabrik PT. LG Electronic Indonesia Di Tanggerang (2000)
* Pengaruh Kebijaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Karyawan Pada Depertement Produksi PT. Java Persada Elektrindo (2000)
* Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Hotel Puri Melati Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Promosi Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. Garda Motor Cakti (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Bagi Karyawan Bidang Pemasaran Pada PT. Sepatu Bata (Persero) Tbk. Jakarta (2000)
* Analisa Pelaksanaan Program Keselamatan Kerja (K2) Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan Pada PT. Sibalec Di Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Seleksi Dengan Prestasi Kerja Karyawan PT. Indonesia Synthetic Textile Mils (PT. ISTEM) Tanggerang (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pelayanan Operator Telepon PT. Indosat Tbk Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program K3 Terhadap Produktivitas Karyawan Bagian Produksi Departemen Pressing Pada PT. Indomobil Suzuki International Plant Tambun, Bekasi (2000)
* Hubungan Antara Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Dengan Promosi Karyawan Bagian Ruber Factory Pada PT. Sepatu Bata Tbk (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Sistem Pengembangan Karir Untuk Kenaikan Golongan Terhadap Semangat Kerja Pekerja Utama Dinas Perencanaan Dan Pembinaan Sumber Daya Manusia Pertamina Pusat (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Bagian Gugus Depan Pada PT. Pos Indonesia Kanwil IV Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Karyawan Pemasaran Di Distrik Jakarta Pada PT. AIG Lippo (2000)
* Hubungan Sistem Penggajian Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Produksi CV. X Di Cileunsi Jawa Barat (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Departemen Produksi PT. International Chemical Industrial Company Limited Di Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Peningkatan Prestasi Kerja Karyawan Internasional Pada PT. Astra Internasional Toyota (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. Tunas Mobilindo Parama Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. X Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. KCI Di Bekasi (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Austral Byna (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Seleksi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Indonesia Synthetic Textile Tanggerang (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada PT. Sadimas Gapura Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Sistem Penggajian Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Pembangunan Perumahan Di Jakarta (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Operasi Pada PT. Putra Serasi Pioneerindo (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Penggajian Untuk Meningkatkan Semangat Kerja Bagian Produksi Pada PT. Etuna Abadi (2000)
* Pengaruh Pelaksanaan Sistem Penggajian Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Standar Toyo Polymer (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Sistem Penggajian Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Intraco Lestari Di Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Metlife Sejahtera Divisi Sales Agency Force Jakarta (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Program Kesejahteraan Karyawan Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi Pada PT. Freeport Indonesia (2000)
* Hubungan Pelaksanaan Gaya Kepemimpinan Pada Tingkat Kepala Bagian Produksi Dengan Semangat Kerja Karyawan PT. Pabrik Pipa Indonesia Di Jakarta (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Pemasaran PT. X Di Jakarta (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Pesona Gita Anindita Di Jakarta (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Operasional Pada PT. Jamsostek (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan bagian Operasi Pada PT. Jasindo Cabang Jakarta Menteng (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. X (2000)
* Analisa Pelaksanaan Program Pelatihan Bagi Karyawan Operasional (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Dengan Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pemasaran Pada PT. Rajawali Nusindo Di Jakarta (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Produksi Bagian Percetakan Genteng PT. Abdil Murni Di Purwakarta (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Promosi Jabatan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Regional II Jakarta (2001)
* Hubungan Antara Pelaksanaan Program Kesejahteraan Karyawan Terhadap peningkatan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Indomilk (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. MetLife Sejahtera Divisi Sales Agency Force Jakarta (2001)
* The Relationship Of Giving The Incentive On Worker Labor Productivity Of Division Roof Printing In PT. Abdil Murni In Purwakarta (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Karyawan Departemen Produksi Sub Section Grid Costing Pada PT. Trimitra Baterai Prakarsa Di Jakarta (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Elektrindo Nusantara (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Jasindo Cabang Jakarta Menteng (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Bagian Cutting PT. Adis Dimension Footwear Tanggerang (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Divisi Sumber Daya Manusia Pada Pertamina Pusat Jakarta (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Karyawan Operasional PT. Kencana Indah Garmindo Di Jakarta (2001)
* Pengaruh Pelaksanaan Perencanaan Karir Terhadap Semangat Kerja Karyawan Urusan Sumber Daya Manusia Kantor Pusat PT. Pos Indonesia Bandung (2001)
* Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Produktivitas Karyawan Pertamina Pusat (2001)
* The Relationship Between Leadership And Employees Morale At Building Manggala Wanabakti (2001)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Departemen Produksi PT. Sepatu Bata Tbk Di Jakarta (2001)
* Hubungan antara Job Stress dan prestasi kerja karyawan pada PT Bio Farma Bandung (2001)
* Pengaruh pelaksanaan komunikasi efektif dalam upaya meningkatkan semangat kerja karyawan divisi operasional pada PT Hero Supermarket (2001)
* Pengaruh pelaksanaan pemberian motivasi terhadap peningkatan produktifitas karyawan PT Pulo Gadung Pawitra Laksana (2001)
* Hubungan pelaksanaan program pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan PT Toyota Astra Motor (2002)
* Pelaksanaan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas pada divisi pemasaran PT Bostinco Jakarta (2002)
* Hubungan pelaksanaan program pelatihan dengan prestasi kerja karyawan bagian pilot charter flight pada PT Pelita Air Service (2002)-
* Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Department Finance And Accounting Pada PT. Chandra Asri (2002)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Sales Dan Distribusi Pada PT. Primudium Kencana Di Jakarta (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Divisi Mekanikal Elektrikal PT. Wijaya Karya Jakarta (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Divisi Produksi PT. Dover Chemical Di Merak (2002)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Operasional PT. Pasaraya Nusakarya (2002)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Peningkatan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Asuransi Jamindo Pusaka Bogor (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Pesona Gita Anindita Di Jakarta (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. Titra Investama (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Seleksi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Astra Internasional (Auto 2000) Di Cirebon (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Penilaian Prestasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Staf Bagian Dukungan Manajemen PT. Telkom Kandatel Jakarta (2002)
* Pelaksanaan Kelompok Kerja Berdasarkan Proses Pembentukan Kelompok Kerja Kelompok Kerja Dan Karakteristik Kelompok Kerja Pada PT. Asean Aceh Fertilizer (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Semangat Kerja Karyawan BP Upstream jakarta (2002)
* Hubungan Pemberian Insentif Dengan Semangat Kerja Karyawan Bagian Workshop PT. Mesindo Teknisia Jakarta (2002)
* Pengaruh Stress Kerja Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Pada Kantor Pusat PT. Askes (Persero) (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Penilaian Prestasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Nugratama Dayamitra Di Jakarta (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Karyawan Operasional Pada PT. Bank Perkredtan Rakyat Pundimas Di Jakarta (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan Divisi Operasional PT ING AETNA Life Indonesia Cabang Bogor (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. Tirta Investama (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Divisi Sales Agency Pada AJB Bumi Putera Cabang Jakarta Barat (2002)
* Hubungan Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Produksi (Assembling) Pada PT. Tob Hwa Indonesia Di Tanggerang (2002)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Produktivitas Karyawan Customer Service PT. BTN (2002)
* Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Dan Pengembangan Karir Karyawan PT. Asuransi Bosowa Periskop (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Pemberian Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sanjaya Pura Perwita (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Staf Divisi HR Dan Organization Development Kantor Pusat PT. Ericsson Indonesia (2002)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Terhadap Semangat Kerja Karyawan Bagian Produksi PT. X (2002)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Divisi Switch Gear Pada PT. Unindo Di Jakarta (2003)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Dengan Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pemasaran Dan Pelayanan Pada Pertamina Unit Pemasaran III jakarta (2003)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pendidikan Dan Pelatihan Dengan Kinerja PNS Polri (2003)
* Pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Umum Pada Kantor Pusat PT. Bank Daiwa Perdanta (2003)
* Hubungan Pelaksanaan Program Kesejahteraan Karyawan Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi Pada PT. Freeport Indonesia (2003)
* Hubungan Pelaksanaan Program Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Dinas Layanan Penjualan PT. Telkom Jakarta Pusat (2003)
* Hubungan Pelaksanaan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Unit Usaha Bidang Perkapalan Direktorat Hilir Pertamina Jakarta (2003)
* Hubungan pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan terhadap semangat kerja karyawan PT Nakaba Jakarta (2003)
* Hubungan pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan dengan semangat kerja karyawan food and beverage service Café Pelangi Hotel AmbharnaJakarta (2003)
* Hubungan stress kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Radio Trijaya Shakti Di Jakarta (2003)
* Analisis pelaksanaan sistem penggajian karyawan divisi SDM Perum Penggadaian di Kantor Pusat Jakarta (2003)
* Hubungan pelaksanaan program pelatihan dengan produktivitas kerja karyawan produksi bagian Desktop Publishing pada PT DAI NIPPON (2003)
* Pengaruh pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas karyawan bagian produksi PT. SAF Indonesia (2003)-
* Hubungan pelaksanaan program pelaksanaan kesejahteraan karyawan dengan semangat kerja karyawan PT. Rekayasa Industri (2003)-
* Analisis hubungan antara Market Value Added, Market Value of Equaty, Price Earning Ratio, Price To Book Value dan terhadap Expected Return Saham pada sector Industri Retail periode 1997-2001 (2003)
* Hubungan kepuasan kerja karyawan terhadap komitmen organisasi Perumnas Jakarta (2003)
* Kondisi stress kerja dan prestasi kerja karyawan divisi operational PT Aquatrop Indonesia (2003).
* Hubungan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Astrido Toyota di Jakarta (2003)
* Hubungan pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan dengan semangat kerja karyawan PT Indo Mobil Suzuki Internasional Jakarta divisi sumber daya manusia dan administrasi (2003)
* Hubungan pelaksanaan pemberian insentif terhadap produktifitas karyawan bagian pemasaran PT Elextrolux (2003)
* Hubungan pelaksanaan program pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan divisi produksi pada PT Orchid Beautiful Garment Indonesia di Bekasi (2003)
* Hubungan pelaksanaan pemberian insentif terhadap produktifitas kerja karyawan bagian produksi pada PT Kokas Bintang Pipana di Jakarta (2003).
* Hubungan pelaksanaan audit sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan PT. Goro Batara sakti (2004)
* Hubungan pelaksanaan seleksi dengan prestasi kerja bagian caddy PT takara Golf resort Tiga Raksa, Tanggerang (2004)
* Pengaruh stress kerja terhadap prestasi kerja karyawan divisi BRD di PT . Indosat , Tbk (2004)
* Hubungan evaluasi pelaksanaan program pelatihan dengan produktivitas karyawan bagian produksi pada PT Semen Cibinong,Tbk (2004)
* Hubungan pelaksanaan program pelatihan terhadap prestasi kerja karyawan bagian front office pada Milenium Hotel Sirih Jakarta (2004)
* Hubungan pemberian motivasi dengan prestasi kerja karyawan divisi kredit dan pemasaran pada Bank Yudha Bakti (2004)
* Hubungan antara pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap semangat kerja karyawan Instansi Tanjung Priok Pt Pertamina (persero) UPMS di Jakarta(2004)
* Hubungan pemberian insentif terhadap peningkatan semangat kerja karyawan bagian house keeping dan food beverage Hotel Nusantara Jakarta (2004)
* Hubungan antara pelaksanaan seleksi terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Toyota Motor Manufactoring Indonesia (2004)
* Hubungan pelaksanaan penilaian prestasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan pada PT Sinar Sosro Cabang Daan Mogot Jakarta (2005)
*

Hubungan Pelaksanaan Pemberian Insentif Dengan Semangat Kerja Agen karier Pada PT. Asuransi Jiwas raya (Persero) Cabang di Jakarta(2005)
* Hubungan komitmen organisasi dengan prestasi kerja karyawan Direktorat Pemasaran Perum Perhutani Jakarta (2005)
*
Hubungan Pelaksanaan pemberian Insentif terhadap Produktivitas Karyawan PT. Semidang Jaya di Bengkulu (2007) 1018
*
Pengaruh Ketidak Puasan Kerja Terhadap Kreatifitas melalui Pengungkapan Suara Karyawan Pada PT Pertamina Persero Operasi Wilayah III (2007) 1019
*
HUBUNGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT KERTAS KRAFT ACEH (2007) 238
*
Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan Produksi Pada PT. Hanin Nusa Mulya (2000) 391
*
Peranan Pemberian Insentif Terhadap Produktivitas Karyawan Pada Perusahaan Tempe Giling Murni Ketanggungan Yogyakarta (2000) 393
*
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN PEMBERIAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DIVISI RODUKSI PT SURYA DUMAI INDUSTRI (2007) 400
*
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT TRIANGLE MOTORINDO SEMARANG (2007) 585
*
HUBUNGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN KOMPENSASI DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT.ATM ATELIER (2007)

 


window.google_render_ad();
Judul Penelitian: Manajemen Promosi

*

Kebijakan Penempatan Posisi Produk Yang Dilaksanakan Oleh PT. Lippo Land Tbk Terhadap Lippo Karawaci (199 8) - 3020
*

Evaluasi Hubungan komitmen dengan kerja sama dalam hubungan kemitraan pada PT Argo Kencana Pakuan (2000)-3021
*

Efektifitas Kebijakan Multi Level Marketing Pada PT.Immunotec Profarmasia (2000) 8073

*

Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Produk Pada PT. AJ Sewu New York Life (199 8) - 701

*

Evaluasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Yang Dilakukan Hero Supermarket Karawang Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen (199 8) - 9021
* Keterlibatan Konsumen Dalam Memilih Rumah Sakit Untuk General Check-Up (2000) - 3076
*

Hubungan Orientasi Pasar PT. General Electric Lighting Indonesia Dengan Tingkat Kepercayaan Para Pedagang Perantara (2000) - 30209
*

*

Pelaksanaan Rancangan Media Komunikasi Eksternal Pada Mal Ciputra Jakarta (2001) - 4076

Strategi Pemimpin Pasar Tabloid Olahraga Bola (2000) - 4020
*

Pelaksanaan Relationship Marketing Yang Dilakukan Oleh PT. ASDP (Persero) Kepada Pelanggan Jasa Angkutan Laut (2000) - 5023

*

Hubungan Antar Pembelian Produk Promosi Dengan Pembelian Produk Harga Biasa Pada Tingkat Individu Di Matahari Department Store Cabang Arion Plaza (2000) - 402037

*

Pelaksanaan Promosi Melalui Internet Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Hewlett Packard (2000) - 402023

*

Kebijakan Kualitas Produk Rumah Pada PT. Bumi Serpong Damai (2000) - 40200

*

Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Shampoo Pantene Pro-V (2000) - 5062

*

Persepsi Konsumen Terhadap Merek Perintis Dibandingkan Dengan Merek Pengikut (2001) - 5063

*

Perilaku Konsumen Dalam Berbelanja Pada Harga Khusus Dan Harga Biasa Di Pasar Swalayan (2000) - 5065

*

Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada Ramayana Department Store (2000) - 5083

*

Strategi Pemimpin Pasar Coca-Cola Pada PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (2001) - 6057

*

Analisa Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Inap Terhadap Tingkat pelayanan Dan Tingkat Kepuasan Pada RSUD Koja (2000) - 50201
*

Pelaksanaan Trust Based Relationship Pada Cafe Auto Mobil Lamborghini, Jakarta (2000) - 8071

*

Analisis Hubungan Antara Kepercayaan Terhadap Wiraniaga Dengan Keputusan Pembelian Konsumen Pada PT. Seri Jaya Maju gemilang (2000) - 8075

*

Kebijakan Pengemasan Minyak Pelumas Mesran Super Di Pertamina (2000) - 9002

*

Pelaksanaan Keputusan Utama Pemasaran Internasional Pada PT. Adetex Dalam Memasarkan Produk Tekstil Ke Jepang (2000) - 9003

*

Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam kemasan (2001) - 8076

*

Analisis Faktor-Faktor Yang Menggerakkan Konsumen Untuk Mengunjungi Situs Web Indosatnet Pada PT. Indosat Di jakarta (2000) - 8021

*

Pelaksanaan Pengembangan Jasa Homecare Pada Rumah Sakit Islam Jakarta Timur (2001) - 8024
*

Faktor-Faktor Yang Membangun Relationship Marketing Melalui Complain Handling Pada Auto 2000 Cabang Pluit (2000) - 8022

*

Pelaksanaan Public Relation Di Bank BNI (2000) - 6090

*

Pelaksanaan Program Public Relation Pada Restoran Front Row Jakarta (2000) - 6091

*

Pelaksanaan Program Hubungan Masyarakat Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000) - 6093

*

Analisis Tingkat Loyalitas Pelanggan Pada Bengkel Reparasi Dan Perawatan Mobil Impreza Di Jakarta (2000) - 6094

*

Analisis Hubungan Antara Kualitas Jasa Dengan Kecenderungan Perilaku Konsumen Pada Salon Yenny (2000) - 6095

*

Kebijakan Penetapan Harga Mebel Pada PT. Cepu Surya Indah Mandiri (2000) - 6019
*

Respon Konsumen Terhadap Iklan Jamu Adem Sari Di Media televisi (2000) - 7035

*

Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Sampoerna A Mild Sebagai Merek Perintis Dan Star Mild Sebagai Merek Pengikut (2000) - 7036

*

Faktor-Faktor Yang Menunjang Kepuasan Konsumen terhadap Produk Motorola V Series 3688 PT. Tel Pressindo Nusantara Di Jakarta (2002) - 7068

*

Langkah-Langkah Pelaksanaan Program Public Relations Pada Hotel Ambhara Di Jakarta (2002) - 9190
*

Evaluasi Langkah-Langkah Prospecting Pada PT. Sumi Indokabel Tbk Di Tanggerang (2002) - 9226

*

Upaya PT. Mabua Harley Davidson Tunggal Sentosa Dalam Manjalin Ikatan dengan Pelanggan (2000) - 9248

*

Pelaksanaan Pelayanan Pada Cathay Pasific Airways (2000) - 9269

*

Kebijakan Periklanan Produk Air Mineral Pada PT. Aqua Golden Mississippi (2000) - 9349

*

Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Produk Ponsel Nokia 5110 Pada PT. Nokia Mobile Phones Indonesia Di Jakarta (2001) - 9310
*

Kebijakan Penetapan Tarif Pada PT. PLN (Persero) (2001) - 9333
*

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Trust Dan Commitment Pada Hubungan Pelanggan-Pelanggan Perusahaan Pada bengkel Mobil Peugeot PT Astra Jakarta (2000) - 9404
*

Kualitas Produk Splash Cologne Pucelle Pada PT. Mandom IndonesiaTbk (2000) - 9416
*

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen Terhadap Perusahaan Dan Wiraniaga Pada PT. Telkomsel Cabang Bogor (2000) - 9450
*

Penanganan Keluhan Terhadap Pelayanan Klaim Di PT. Jasa Raharja Jakarta (2002) - 9457
*

Kebijakan House Brand Pada Supermarket “X” (2002) - 9459
*

Karakteristik Produk Baru Yang Mendorong Tingkat Adopsi Konsumen Pada Telpon Genggam Terbaru Motorola (2000) - 9461
*

Konsekuensi Perilaku Klien Atas Kualitas Jasa Pada PT. Bhakti Investama Tbk (2001) - 9505
*

Efektifitas Penjualan Pada PT. Unibindo Pertiwi (2000) - 9516
*
*

Analisis Kepuasan Konsumen Di Hotel Menteng Group Jakarta (2001) - 9531
*

Analisa Bentuk-Bentuk Pelayanan Purna Jual Utama Sebagai Kunci Sukses Usaha PT. Wira Andrawina Megah (2001) - 9532
*

Pengaruh Pemberian Merek Berbahasa Asing Terhadap Persepsi Konsumen Pada Produk Minuman Kesehatan Bee Jelly (2001) - 9588
*

Pelaksanaan Langkah-Langkah Utama Pemasaran Internasional PT. Stand Jaya Putra Dalam memasarkan Produk Kulit Lembaran Ke Hongkong (2000) - 9005
*

Pelaksanaan Strategi Pemimpin Pasar Industri Jasa Titipan Kilat PT. Birotika Semesta (DHL) Di Jakarta (199 8) - 9019
*

Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Pada Perusahaan Jasa Pengiriman Barang PT. Ramada Express (2000) - 9261
*

Pelaksanaan Pemasaran Melalui Internet Pada PT. Usaha Mediantara Intranet (2000) - 9236
*

Pelaksanaan Pemasaran Langsung Melalui Internet Pada PT. Astra Internasional (2000) - 9064
*

Pelaksanaan Periklanan Perumahan Taman Harapan Baru Pada PT. Kharisma Propertindo (2001) - 9028
*

Pelaksanaan Periklanan Produk TV Di Media Cetak Oleh PT. National Panasonic Gobel (2000) 9067
*

Kecenderungan Perilaku Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan PO. Warga Baru (2000) - 9072
*

Peranan Kepercayaan Terhadap Pemasok Dalam Menentukan Keputusan Pembelian Pada PT. Alfa retailindo Tbk (2000) - 9082
*

Peranan Kualitas Jasa, Pelayanan Dan Harga Dalam Menentukan kepuasan Pelanggan Restoran Kentucky Fried Chicken (2000) - 9083
*

Pelaksanaan Pengembangan Produk Udang Beku Pada PT. Gureka Putra Mandiri, Jakarta (2000) - 9084
*

Strategi Penetapan Harga Jual Pada Jalur Internasional Di PT. Garuda Indonesia (2000) - 9085
*

Langkah-Langkah Pemasaran Langsung Melalui telepon Pada PT. Garuda Indonesia Jakarta (2001) - 9086
*

Pengaruh Pesan Iklan Terhadap Daya Ingat Dan Tindakan Konsumen (2000) - 9091
*

Pelaksanaan Promosi Penjualan Kartu Halo Keluarga Pada PT. Telkomsel (2002) - 9135
*

Analisis Perbandingan Elemen-Elemen Brand Equity Pada Produk televisi Merek Sony, Toshiba Dan Sharp Di Jakarta Pada Tahun 2000 (2000) - 9155

*
* Pelaksanaan Hubungan Masyarakat PT. General Motors Indonesia Dalam Upaya Mengubah Citra Negatif Yang Ada Di Masyarakat Atas Merek Produk Opel (2000)
* Keterlibatan Konsumen Dalam Memilih Rumah Sakit Untuk General Check-Up (2000)
* Pelayanan Purna Jual Produk Vacum Cleaner Pada PT. Prima Global Delux (2000)
* Program Pelaksanaan Public Relations Pada Hotel Grand Mahakam Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Relationship Marketing Yang Dilakukan Oleh PT. ASDP (Persero) Kepada Pelanggan Jasa Angkutan Laut (2000)
* Pelaksanaan Diferensiasi Pelayanan Pada PT. Yapindo Transportama Di Jakarta (2000)
* Evaluasi Hubungan Komitmen Dengan Kerjasama Dalam Hubungan Kemitraan Pada PT. Agro Kencana Pakuan (2000)
* Hubungan Orientasi Pasar PT. General Electric Lighting Indonesia Dengan Tingkat Kepercayaan Para Pedagang Perantara (2000)
* Analisa Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam Kemasan (2000)
* Tanggapan Konsumen terhadap Kemasan Produk Kecap Bango Pada PT. X Di Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada PT. Supra Sumber Cipta Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Saluran Distribusi Pada PT. X Tbk (2000)
* Kebijakan Kualitas Produk Rumah Pada PT. Bumi Serpong Damai (2000)
* Strategi Pemimpin Pasar Tabloid Olahraga Bola (2000)
* Penerapan Strategi Pemimpin Pasar Pada Intel Indonesia Corporation (2000)
* Strategi Pemimpin Pasar Pada Garuda Food Group (2000)
* Hubungan Antar Pembelian Produk Promosi Dengan Pembelian Produk Harga Biasa Pada Tingkat Individu Di Matahari Department Store Cabang Arion Plaza (2000)
* Pelaksanaan Strategi Kemasan Coca-Cola 1 Liter Pada PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (2000)
* Evaluasi Keputusan Lini Produk Minyak Rambut Pada PT. Tancho Indonesia Tbk (2000)
* Pelaksanaan Customer Relationship Di PT. Mutia Ritelinti Wira (The Club Store) (2000)
* Analisa Perilaku Konsumen Dalam Keterlibatannya Membeli Produk Sabun Cair Lux (Lux Beauty Shower) Di Jakarta (2000)
* Perilaku Konsumen Dalam Berbelanja Pada Harga Khusus Dan Harga Biasa Di Pasar Swalayan (2000)
* Pelaksanaan Penjualan Pribadi Pada PT. Dinamik Agra Kersa Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada Ramayana Department Store (2000)
* Analisa Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Inap Terhadap Tingkat pelayanan Dan Tingkat Kepuasan Pada RSUD Koja (2000)
* Kesetiaan Konsumen Terhadap Merek Mobil Kijang Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
* Analisa Korelasi Karakteristik Disain Logo Terhadap Sikap Konsumen (2000)
* Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Shampoo Pantene Pro-V (2000)
* Tanggapan Konsumen terhadap Tingkat kesadaran Merek, Kesetiaan Merek Dan Persepsi Kualitas Produk Sabun Lux Pada PT. Unilever Indonesia (2000)
* Pelaksanaan Pemasaran Melalui Internet Cyber Marketing Dengan Menggunakan E-Mail Pada PT. Ondo Optikalindo (2000)
* Pelaksanaan Public Relation Di Bank BNI (2000)
* Pelaksanaan Program Public Relation Pada Restoran Front Row Jakarta (2000)
* Perbedaan Penggunaan Sumber Informasi Yang Digunakan Oleh Konsumen Jasa Dan Konsumen Barang Nyata (2000)
* Pelaksanaan Program Hubungan Masyarakat Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000)
* Analisis Tingkat Loyalitas Pelanggan Pada Bengkel Reparasi Dan Perawatan Mobil Impreza Di Jakarta (2000)
* Analisis Hubungan Antara Kualitas Jasa Dengan Kecenderungan Perilaku Konsumen Pada Salon Yenny (2000)
* Faktor-Faktor Kepercayaan Terhadap Pemasok Berperan Dalam Menentukan Keputusan Pembelian PT. Hero Pasar Swalayan Di Jakarta (2000)
* Kebijakan Penempatan Posisi Produk Jasa Komunikasi melalui Surat Pos Dalam Negeri Pada PT. Pos Indonesia Persero (2000)
* Pelaksanaan Trust Based Relationship Pada Cafe Auto Mobil Lamborghini, Jakarta (2000)
* Analisis Kualitas Pelayanan Pada PT. BRI (Persero) Kantor Cabang Khusus (2000)
* Analisis Faktor-Faktor Yang Menggerakkan Konsumen Untuk Mengunjungi Situs Web Indosatnet Pada PT. Indosat Di jakarta (2000)
* Faktor-Faktor Yang Membangun Relationship Marketing Melalui Complain Handling Pada Auto 2000 Cabang Pluit (2000)
* Pelaksanaan Penjualan Tatap Muka Pada PT. Asuransi Raksa Partikara Di Jakarta (2000)
* Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Jakarta Warung Buncit (2000)
* Hubungan Orientasi Pasar PT. Cahaya Buana Intitama Dengan Tingkat Kepercayaan Para Pedagang Perantaranya (2000)
* Analisis Hubungan Antara Kepercayaan Terhadap Wiraniaga Dengan Keputusan Pembelian Konsumen Pada PT. Seri Jaya Maju gemilang (2000)
* Pelaksanaan Promosi Melalui Internet Oleh PT. Gramedia Asri Media (2000)
* Kebijakan Pengemasan Minyak Pelumas Mesran Super Di Pertamina (2000)
* Pelaksanaan Keputusan Utama Pemasaran Internasional Pada PT. Adetex Dalam Memasarkan Produk Tekstil Ke Jepang (2000)
* Pelaksanaan Langkah-Langkah Utama Pemasaran Internasional PT. Stand Jaya Putra Dalam Memasarkan Produk Kulit Lembaran Ke Hongkong (2000)
* Strategi Penempatan Produk Pada Radio Sonora Di Jakarta (2000)
* Tanggapan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Hotel Sheraton Media Jakarta (2000)
* Kecenderungan Perilaku Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan PO. Warga Baru (2000)
* Peranan Kepercayaan Terhadap Pemasok Dalam Menentukan Keputusan Pembelian Pada PT. Alfa retailindo Tbk (2000)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Udang Beku Pada PT. Gureka Putra Mandiri, Jakarta (2000)
* Peranan Kualitas Jasa, Pelayanan Dan Harga Dalam Menentukan kepuasan Pelanggan Restoran Kentucky Fried Chicken (2000)
* Strategi Penetapan Harga Jual Pada Jalur Internasional Di PT. Garuda Indonesia (2000)
* Pelaksanaan Pemasaran Melalui Internet Pada PT. Usaha Mediantara Intranet (2000)
* Upaya PT. Mabua Harley Davidson Tunggal Sentosa Dalam Manjalin Ikatan dengan Pelanggan (2000)
* Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Pada Perusahaan Jasa Pengiriman Barang PT. Ramada Express (2000)
* Pelaksanaan Pelayanan Pada Cathay Pasific Airways (2000)
* Pengaruh Pesan Iklan Terhadap Daya Ingat Dan Tindakan Konsumen (2000)
* Efektivitas Program Periklanan Pada PT. Citra Media Nusa Purnama Dalam Memasarkan Koran Media Indonesia Melalui Stasiun Televisi (2000)
* Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Produk Audio Philips Boom Box Pada PT. Philips Electronics Indonesia Di Jakarta (2000)
* Kebijakan Promosi Penjualan Kopi Permen Kopiko Yang Dilakukan Oleh PT. Mayora Indah Tbk (2000)
* Respon Konsumen Terhadap Iklan Jamu Adem Sari Di Media televisi (2000)
* Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Sampoerna A Mild Sebagai Merek Perintis Dan Star Mild Sebagai Merek Pengikut (2000)
* Kualitas Pelayanan Kursus Bahasa Inggris Pada EF (English First) Gajah Mada Tower (2000)
* Analisis Perbandingan Elemen-Elemen Brand Equity Pada Produk televisi Merek Sony, Toshiba Dan Sharp Di Jakarta Pada Tahun 2000 (2000)
* Kebijakan Periklanan Produk Air Mineral Pada PT. Aqua Golden Mississippi (2000)
* Analisa Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam Kemasan Pada Produk Nivea Hand And Body Lotion Di Jakarta (2000)
* Analisa Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam Kemasan (2000)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Trust Dan Commitment Pada Hubungan Pelanggan-Pelanggan Perusahaan Pada Bengkel Mobil Peugeot PT Astra Jakarta (2000)
* Kualitas Produk Splash Cologne Pucelle Pada PT. Mandom IndonesiaTbk (2000)
* Evaluasi Kualitas Pelayanan Pada Restoran Gatra Parahita Jakarta (2000)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen Terhadap Perusahaan Dan Wiraniaga Pada PT. Telkomsel Cabang Bogor (2000)
* Penilaian Konsumen terhadap Atribut Restoran PL Lippo Cikarang Bekasi (2000)
* Faktor Penyebabnya Berpindahnya Pelanggan Pada Hotel Pariwisata Selabintana Sukabumi (2000)
* Pengaruh Penanganan Complain Terhadap Trust Dan Commitment Pada PT. X (2000)
* Efektifitas Penjualan Pada PT. Unibindo Pertiwi (2000)
* Pelaksanaan Pemasaran Langsung Melalui Internet Pada PT. Astra Internasional (2000)
* Pelaksanaan Customer Bonding Pada PT. ABC Di Jakarta (2000)
* Karakteristik Produk Baru Yang Mendorong Tingkat Adopsi Konsumen Pada Telpon Genggam Terbaru Motorola (2000)
* Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Pada PT. Tiki (2000)
* Pelaksanaan Promosi Melalui Internet Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Hewlett Packard (2000)
* Kebijakan Penetapan Harga Mebel Pada PT. Cepu Surya Indah Mandiri (2000)
* Efektivitas Kebijakan Multi Level Marketing Pada PT. X (2000)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada PT. Bumi Serpong Damai Di Tanggerang (2001)
* Pengaruh Pemberian Merek Berbahasa Asing Terhadap Persepsi Konsumen Pada Produk Minuman Kesehatan Bee Jelly (2001)
* Konsekuensi Perilaku Klien Atas Kualitas Jasa Pada PT. Bhakti Investama Tbk (2001)
* Analisa Keterlibatan Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Obat Non Resep (2001)
* Pengaruh Kualitas pelayanan Terhadap Kecenderungan Perilaku Nasabah Pada Bank Mandiri (Persero) Cabang Jakarta Kawasan Industri Pulo Gadung (2001)
* Pelaksanaan Rancangan Media Komunikasi Eksternal Pada Mal Ciputra Jakarta (2001)
* Analisis Kepuasan Konsumen Di Hotel Menteng Group Jakarta (2001)
* Analisa Bentuk-Bentuk Pelayanan Purna Jual Utama Sebagai Kunci Sukses Usaha PT. Wira Andrawina Megah (2001)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Konsumen Dalam Menggunakan Jasa Internet (2001)
* Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Produk Ponsel Nokia 5110 Pada PT. Nokia Mobile Phones Indonesia Di Jakarta (2001)
* Analisa Hubungan Penanganan Komplain Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT. Sarinah (Persero) Di Jakarta (2001)
* Kebijakan Penetapan Tarif Pada PT. PLN (Persero) (2001)
* Hubungan Antara Strategi Komunikasi Dengan Kepercayaan Konsumen Pada PT. Nestle Indonesia (2001)
* Hubungan Antara Penanganan Keluhan Dan Relationship Marketing Pada Kidsport Indonesia Jakarta (2001)
* Faktor-Faktor Kepercayaan Terhadap Pemasok Pada Toko-Toko Obat Di Pasar Jatinegara Jakarta (2001)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Produk Tabungan Bunga Harian Dalam Program Warna-Warni Cinta Pada PT. Bank Niaga Tbk (2001)
* Strategi Pemimpin Pasar Coca-Cola Pada PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (2001)
* Penerapan Orientasi Pasar Pada PT. Fritz Logistics Indonesia (2001)
* Persepsi Konsumen Terhadap Merek Perintis Dibandingkan Dengan Merek Pengikut (2001)
* Proses Merancang Pesan Iklan Wearnes Computer Pada PT. Fortune Indonesia (2001)
* Tanggapan Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan Pada Hotel Indonesia Jakarta (2001)
* Analisa Positioning Lampu Rumah Tangga Pada PT. Philips Ralin Electronics (2001)
* Membangun Relationship Marketing Melalui Penanganan Keluhan Pada PT. Tunas Peugeot Tendean Jakarta (2001)
* Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Bonus Dalam kemasan (2001)
* Pelaksanaan Pelayanan Purna Jual pada PT. Astra Internasional Tbk Di Jakarta (2001)
* Kebijakan Periklanan Gats By Facial Scrub Pada PT. Tancho Indonesia Tbk (2001)
* Pelaksanaan Periklanan Perumahan Taman Harapan Baru Pada PT. Kharisma Propertindo (2001)
* Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Barang Pada PT. Dian Mulia Freight Travel Di Jakarta (2001)
* Pelaksanaan Keputusan Saluran Distribusi Pada PT. Indosemar Sakti Di Jakarta (2001)
* Analisis Kualitas Pelayanan Pada Restoran Handayani Prima Di Jakarta (2001)
* Perencanaan Pameran Mobil Volvo Pada PT. Central Sole Agency (2001)
* Pelaksanaan Pengembangan Jasa Homecare Pada Rumah Sakit Islam Jakarta Timur (2001)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Pada PT. Bumi Serpong Damai Di Tanggerang (2001)
* Langkah-Langkah Pemasaran Langsung Melalui telepon Pada PT. Garuda Indonesia Jakarta (2001)
* Pelaksanaan Langkah-Langkah Positioning Portable Audio Phillips Boom Box Pada PT. Phillips Electronics Di Jakarta (2000)
* Analisis Hubungan Antara Pengambilan Keputusan Dan Penggunaan Sumber Informasi Pada Produk Jasa (2002)
* Faktor-Faktor Yang Menunjang Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Motorola V Series 3688 PT. Tel Pressindo Nusantara Di Jakarta (2002)
* Evaluasi Tahap-Tahap Presentasi Di Dalam Penjualan Perorangan Pada PT. Torsina Redicon Di jakarta (2002)
* Pelaksanaan Penjualan Perorangan Pada PT. Asuransi Allianz Life Indonesia Di Palembang (2002)
* Persepsi Konsumen Mengenai Kebijakan Price Matching Refund (2002)
* Pelaksanaan Promosi Penjualan Kartu Halo Keluarga Pada PT. Telkomsel (2002)
* Hubungan Persepsi Pengecer Tehadap Komitmen Pemasok Dalam Suatu Hasil Kerjasama Pemasaran (2002)
* Langkah-Langkah Pelaksanaan Pameran Pada PT. Indosat Di Jakarta (2002)
* Kualitas Pelayanan PT. Telkom Kandatel Jakarta Barat (2002)
* Penerapan Ekuitas Merek B-29 Bubuk Deterjen PT. Sinar Antjol Jakarta Indonesia (2002)
* Pengaruh Ukuran kemasan Terhadap Volume Penggunaan Produk Pembersih Lantai (2002)
* Langkah-Langkah Pelaksanaan Program Public Relations Pada Hotel Ambhara Di Jakarta (2002)
* Pelaksanaan Customer Relationship Pada PT. Mustika Ratu Indonesia (2002)
* Langkah-Langkah Penetapan Harga Sewa Kapal Pada Perusahaan Pelayaran PT. Comawis Di Jakarta (2002)
* Pelaksanaan Diferensiasi Pelayanan Pada PT. Golden Nusa Jaya Di Jakarta (2002)
* Langkah-Langkah Strategi Positioning Mesin Fotokopi Canon Pada PT. Sama Fitro Jakarta (2002)
* Evaluasi Langkah-Langkah Prospecting Pada PT. Sumi Indokabel Tbk Di Tanggerang (2002)
* Pelaksanaan Pengembangan Produk Minuman Juice Buah ABC Pada PT. Heinz ABC Indonesia (2002)
* Efektivitas Periklanan Pada PT. Garuda Indonesia Dalam Memasarkan Jasa Penerbangan Melalui Media Televisi (2002)
* Strategi membangun Ekuitas Merek Pada PT. Garuda Indonesia (2002)
* Kualitas Pelayanan Jasa Pada Bioskop Cineplex 21 Plaza Senayan Jakarta (2002)
* Pelaksanaan Perencanaan Strategi Pemasaran PT. Sinar Sejati Sahabat Jaya (2002)
* Penanganan Keluhan Terhadap Pelayanan Klaim Di PT. Jasa Raharja Jakarta (2002)
* Kebijakan House Brand Pada Supermarket X (2002)
* Kualitas Pelayanan Jasa Hotel Pada Jakarta Hilton International Hotel Di Jakarta (2002)
* Brand Equity Produk Obat Sakit Maag Promag Pada PT. Kalbe Farma (2002)
*
Diferensiasi Produk Genteng Keramik Berglazur Pada PT. Keramindo Megah Pertiwi Di Tanggerang (2003)
* Pengaruh Sumber Pesan Terhadap Persepsi Konsumen Dalam Iklan Rokok (2003)
* Pengawasan Kualitas Produk Dengan Menggunakan Metode Control Chart Pada PT. Keramindo Megah Pertiwi (2003)



window.google_render_ad();
Judul Penelitian: Ekonomi Moneter

* Dampak Hutang Luar Negeri Dalam Pembangunan (1990)
* Peranan Pasar Modal Terhadap Pembentukan GDP Pada Sektor Keuangan Tahun 1982 s/d Tahun 1990 (1991)
* Peranan Industri Besar Dalam Upaya Penyediaan Kesempatan Kerja Di Indonesia (1992)
* Pengaruh Dan Peranan Industri Kayu Lapis Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Indonesia (1984 - 1989) (1992)
* Peranan Sektor Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Di Indonesia Tahun 1985 - 1989 (1992)
* Sumbangan Transportasi Laut terhadap Produk Domestik Bruto (1984 - 1989) (1992)
* Analisa Penentuan Kurs Valuta Asing Yang Dianut Oleh Pemerintah Indonesia Dan Dampaknya Bagi Perdagangan Valuta Asing Dan Perdagangan Internasional (1981 - 1991) (1993)
* Pengaruh Investasi Terhadap Perkembangan Industri Di Indonesia (1993)
* Tinjauan Peranan Industri Terhadap Pembagunan Ekonomi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (1993)
* Peranan Bantuan Luar Negeri Dan Ekspor Non Migas Terhadap Peningkatan Produk Domestik Bruto Di Indonesia (1969 - 1990) (1993)
* Dampak Paket Kebijaksanaan 27 Oktober 1988 Pada Efisiensi Kredit Perbankan Terhadap Pertumbuhan Investasi Dalam Negeri (1993)
* Peranan Tingkat Suku Bunga SBI Dalam Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga Di Indonesia (Tahun 1984 - 1992) (1993)
* Peranan Ekspor Plywood Ke Korea Selatan Dalam Meningkatkan Ekspor Non Migas (1993)
* Dampak Peraturan Pemerintah (S.K. Menteri Perdagangan No 331/ KP/ XII/ 87) Terhadap Ekspor Minyak Kelapa Sawit (1981 - 1991) (1993)
* Pengaruh Faktor-faktor Ekonomi Terhadap Besarnya Laju Inflasi Di Indonesia (1993)
* Analisa Fungsi Produksi terhadap Output Industri Kimia Di Indonesia (1994)
* Peranan Industri Lahan Dasar Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia Tahun 1985 1990 (Analisa Input Output) (1994)
* Peranan Ekspor Minyak Sawit Dan Pengaruhnya Terhadap Penyediaan Kesempatan Kerja Di Indonesia (1994)
* Perkembangan Ekspor Komoditi Lada Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Cadangan Devisa Indonesia (1994)
* Kemampuan Membayar Hutang Luar Negeri Dan Peekonomian Indonesia (1994)
* Kesempatan Kerja Pada Industri Pariwisata Bidang Perhotelan Di Indonesia Tahun 1986 -1993 (1995)
* Dampak Kenaikan Reserve Requirement Terhadap Penerimaan Perbankan (1995)
* Pengaruh Jumlah Uang Yang Beredar Dan Tingkat Suku Bunga Deposito Terhadap Pengalokasian Dana Kredit Perbankan Pada Bank-Bank Umum Pemerintah (1995)
* Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Yang Berorientasi Ekspor Di Indonesia (1995)
* Prospek Penerimaan Devisa Pada Sektor Pariwisata Di Indonesia (1995)
* Potensi Ekspor Ikan Tuna Dan Cakalang Terhadap Ekspor Perikanan Sulawesi Utara (1996)
* Peranan Ekspor Elektronika Investasi Dan Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia (1996)
* Peran Pasar Modal Dalam Pembangunan Nasional (1996)
* Analisa Pengembangan Sub-Sektor Industri otomotif Di Indonesia Berdasarkan Kebijakan Substitusi Impor (Studi Kasus Tahun 1978 - 1995) (1997)
* Dampak Peningkatan Anggaran Rutin APBN Terhadap Bunga Dan Cicilan Hutang Luar Negeri (1997)
* Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Air Kemasan Di Indonesia (1991 - 1995) (1997)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi Dari Sektor Riil Dan Moneter Di Indonesia Selama Periode 1983 - 1997 (199 8)
* Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Pasar Modal Indonesia (1999)
* Pengaruh Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Nilai Tukar US Dollar, Tingkat Suku Bunga Deposito Dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi Di Indonesia Tahun 1987 - 1997 (1999)
* Pengaruh Suku Bunga Jakarta Interbank Offered Rate Terhadap Pasar Uang Antar Bank Periode Juli 1995 - Desember 1998 (1999)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Jasa Transportasi Udara Rute Jakarta Surabaya Periode 1983 - 1997 (1999)
* Analisis Pengaruh Harga Input Dan Produksi Rokok Terhadap Permintaan Tembakau Olahan Tahun 1980 - 1997 Di Indonesia (1999)
* Analisa Pengaruh Retribusi Daerah Dan Retribusi Terminal Terhadap Pendapatan Daerah (1999)
* Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Rokok Kretek Di Indonesia Periode 1980 - 1997 (1999)
* Prospek Perkembangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia Di Pasaran Internasional (1999)
* PengaruhTingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia Tahun 1983 -1997 (1999)
* Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Produksi Minyak Sawit Indonesia Periode Tahun 1978 - 1997) (1999)
* Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Susu Bubuk Di Indonesia (2000)
* Pengaruh Suku Bunga Deposito Dan Inflasi Terhadap Kurs Valuta Asing Di Indonesia Periode 1982 - 1999 (2000)
* Faktor-Faktor Kebijakan Penerapan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (2000)
* Pengaruh Perkembangan Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) Dan Suku Bunga Intervensi Rupiah Terhadap Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Periode 1997 - 1998 (2000)
* Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Penawaran Pakan Ternak Di Indonesia (2000)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Rokok Kretek Di Indonesia (2000)
* Produktivitas Tenaga Kerja Pada Industri Komputer Di Indonesia (2000)
* Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Dari Besar Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (2000)
* Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Emisi Obligasi Dalam Pasar Surat Hutang Di Indonesia (2000)
* Perubahan Struktur Perekonomian Di DKI Jakarta Dengan Menggunakan Analisa Shift Share (2000)
* Analisis Karakteristik Pencari Kerja Dan Kesempatan Kerja Di DKI Jakarta (2000)
* Pengaruh Harga Input Terhadap Penawaran Rokok Kretek Di Indonesia (2002)





















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan